[Resensi] The Wrath and the Dawn by Renee Ahdieh

PhotoGrid_1501210439421-01

“Dulu aku memiliki seribu hasrat, namun semuanya melebur dalam satu hasratku untuk mengenalmu.” -Jalaluddin Rumi.

🎀 Detail buku

PhotoGrid_1502965260068

🎀 Blurb

PhotoGrid_1502947939439

🎀 Sinopsis

“Aku akan hidup untuk menyaksikan matahari terbenam esok. Jangan buat kesalahan. Aku bersumpah akan hidup untuk menyaksikan sebanyak mungkin matahari terbenam.”

“Dan aku akan membunuhmu.”

“Dengan kedua tanganku.” -hlm. 12.

Kerajaan Khorasan memiliki seorang khalif yang masih muda namun sangat kejam. Seorang monster, Khalid Ibn Al-Rashid. Dia menikahi seorang gadis setiap malam, lalu membunuhi mereka ketika fajar menjelang, memberikan kesedihan tak terperi bagi keluarga-keluarga yang ditinggalkan. Tiada yang tahu mengapa putri mereka harus mengalami nasib yang demikian tragis. Yang mereka tahu hanyalah, ketika pagi, putri mereka telah tiada.

Dibakar oleh amarah dan dendam akibat kematian sahabatnya, Shahrzad Al-Khayzuran, seorang gadis yang masih sangat belia, mengajukan diri untuk menjadi pengantin sang khalif selanjutnya. Dia rela meninggalkan ayahnya, adiknya, dan lelaki yang dicintainya, agar bisa masuk ke istana sang khalif. Ayah Shazi begitu sedih, merasa yakin dia akan kehilangan putrinya untuk selamanya. Namun, Shazi tidak berniat menjadi korban kekejaman sang khalif yang entah sudah ke berapa. Shazi bertekad dia akan melihat matahari terbenam esok hari, dan esok hari, sepanjang hidupnya.

“”Kupikir seseorang itu haruslah tidak takut kepadamu. Dan meskipun aku merasa… cemas di hadapanmu, semakin aku melihat segala sesuatu di sekitarku, semakin sedikit alasanku untuk takut kepadamu.”” -hlm. 82.

Shazi berencana membunuh si raja bocah dan mengakhiri rentetan tragedi ini, tetapi sebelum itu, dia harus bertahan hidup. Maka, di malam pertama mereka, Shazi menceritakan kisah yang begitu mendebarkan, sehingga bahkan seorang monster pun terpikat pada kisah itu.

Berkat kepiawaiannya dalam mendongeng, Shazi berhasil bertahan hidup, namun nyawanya tetap terancam. Tapi, bahaya yang mengancam nyawanya setiap saat itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang sedang berkecamuk di benaknya. Semakin lama, Shazi semakin tertarik pada suaminya yang menawan namun penuh rahasia itu. Sekeras apa pun dia menyangkal, dia tak mampu mengenyahkan cinta yang mulai tumbuh. Dan yang paling berbahaya adalah tekadnya untuk membunuh sang raja mulai goyah.

“”…Cinta adalah kekuatan tersendiri, Sayyidi. Karena cinta, orang mampu memikirkan hal-hal mustahil… dan sering kali mencapai hal-hal mustahil. Aku tak akan meremehkan kekuatannya.”” -hlm. 88.

Baca juga: {Resensi I Want to Eat Your Pancreas}

🎀 Ulasan

Merasa familiar dengan sinopsis di atas? Yup! Kamu nggak salah. Ini memang retelling dari salah satu dongeng abadi di dunia, Kisah 1001 Malam.

Novel ini sangat berat di sisi romance daripada fantasinya. Sebagian besar cerita berpusat pada perkembangan hubungan Shahrzad dan Khalid. Shazi yang pada awalnya begitu membenci Khalid, perlahan-lahan mulai jatuh cinta pada sang raja. Dan Khalid yang selalu penuh rahasia, pelan-pelan mulai membuka diri pada Shazi. Romansa di antara mereka sukses bikin emak beranak dua ini baper. Gimana nggak baper, coba, lha wong mereka tengkar aja puitis banget gitu, apalagi pas waktu sayang-sayangan. Bikin mupeng *coleksuamidisamping *mintadipanggilpermaisurikujugak

“”Apakah bukan kesombongan namanya kalau kau berpikir kau layak mendapatkan sesuatu yang melebihi cinta, Khalid Ibnu al-Rashid?”

“Apakah begitu sombong untuk menginginkan sesuatu yang tidak berubah karena angin? Yang tidak runtuh karena pertanda rintangan pertama?”” -hlm. 254.

👆👆👆Lagi tengkar tapi tetep puitis dooonk 🤣🤣🤣

Meski berat di romance dan berplot agak lambat, novel ini sama sekali nggak membosankan. Dengan tokoh-tokoh utama yang kuat, tokoh pendukung yang tak kalah memesonanya, bumbu sihir dan pertikaian politik, ancaman kudeta, serta setting budaya Timur Tengah nan eksotis, bikin aku susah banget melepaskan diri dari pesona novel ini. Selain itu, meski mudah ditebak, twist di novel ini menjadi kejutan yang cukup menyenangkan. Interaksi antartokoh pun asyik buat diikuti. Bahkan aku juga suka dengan Tariq yang gagah dan menyebalkan.

“”Kau benar, Jenderal. Kau tidak mengerti. Tetapi, aku ingin memperkenalkanmu kepada Gunung Perkasa….”

Sang Khalif melirik Shahrzad, sekilas senyum bermain di bibirnya.

“Permaisuriku.”” -hlm. 94.

Baca juga: {Resensi Hopeless}

🎀 Karakter

Daya tarik utama novel ini bagiku, tentu saja, the enigmatic Khalid. Sang Raja Bocah ini pendiam tapi mudah marah, cerdas, penuh misteri, namun ternyata juga sangat bijaksana, terlepas dari usianya yang masih sangat muda. Dia bisa sangat sabar ketika menghadapi ledakan emosi Shazi, tapi tak kenal kompromi terhadap musuh-musuhnya.

“”Apa yang telah kau lakukan kepadaku, gadis pembawa bencana?” bisiknya.

“Jika aku bencana, maka kau harus menjaga jarak, kecuali jika kau ingin dihancurkan.” Dengan senjata masih di dalam genggamannya, Shahrzad mendorong dada Khalid.

“Tidak.” Tangan Khalid turun ke pinggang Shahrzad. “Hancurkan aku.”” -hlm. 188-189.

Shahrzad yang pemberani dan agak ceroboh juga berhasil membuatku terpesona. Selain pandai mendongeng, Shazi juga seorang gadis yang cerdas. Dan dia digambarkan sebagai seorang gadis muda dengan kecantikan yang memikat hati.

Selain kedua tokoh utama, para tokoh pendukungnya pun sama memesonanya. Sebut saja Despina, dayang Shazi yang cantik jelita, dan Kapten Jalal al-Khoury, si tampan penggoda wanita. Dan jangan lupakan Tariq Imran al-Ziyad, lelaki gagah bermata perak dan berdarah panas yang menjadi cinta pertama Shazi.

“”Jangan terlalu membencinya, Delam…..” […] “Bagaimanapun, di balik setiap kisah ada cerita.”” -hlm. 123.

🎀 Ending

Novel ini diakhiri dengan cliffhanger yang bikin aku geregetan, gemesh, trus ketagihan. Karena itu, kalo kamu mau beli novel ini, aku saranin langsung beli kedua bukunya. Daripada entar malah nggak bisa tidur gara-gara penasaran sama lanjutannya, kan 😁

🎀 Alih bahasa & desain sampul

Terjemahannya bagus. Diksi yang digunakan oleh penerjemah di novel ini indah dan mengena banget di hati. Puitis dan bikin meleleh klepek-klepek. Two thumbs up buat penerjemahnya. Tapi, aku lumayan sering nemu typo, meski nggak terlalu ganggu juga sih.

Desain sampulnya aku juga suka. Warna merah gonjreng dengan aksen emas yang cantik, bikin novel ini eye-catchy dan cantik banget pas difoto. Dan entah kenapa, aku ngerasanya warna merah dan aksen emasnya itu benar-benar menggambarkan karakter Shazi yang pemberani.

🎀 Kekurangan

Di awal cerita aku sering merasa bingung dengan istilah-istilah asing di novel ini. Nggak ada catatan kaki, sehingga aku sempat malas ngelanjutin bacanya. Tapi, ternyata ada glosarium di bagian akhir novel ini, yang mana tetap saja mengganggu proses baca, sebab aku harus sering bolak-balik buka halaman belakang untuk tau arti dari kata asing tadi. Mana glosariumnya disusun berdasarkan abjad, bukan urutan muncul sesuai halaman. Jadinya aku harus ngeliatin satu-satu deretan kata tersebut setiap kali aku nyari kata yang aku kepengen tau artinya. In short, glosarium itu nggak praktis, guys. Aku jauh lebih suka catatan kaki.

Baca juga: {Resensi An Ember in the Ashes}

🎀 Overall

Walaupun plotnya sedikit lambat dan lebih berat ke sisi romance daripada fantasinya, novel ini tetap dapat memikat penggemar plot cepat seperti aku. Karakter Khalid yang bikin melting, Shahrzad yang berapi-api, Tariq yang nyebelin, Despina dan Jalal yang menyenangkan, sukses bikin aku hangover setelah baca novel ini. Buatku, ini salah satu novel terbaik yang kubaca tahun ini. Dan penulisnya, Renee Ahdieh, langsung masuk dalam my auto-buy author list. Jadi nggak sabar nunggu terjemahan Flame in the Mist 😍😍😍

🎀 Final verdict

PhotoGrid_1502964873010

Terlepas dari “gangguan glosarium” yang kusebutkan tadi, aku tetep ngasih novel ini lima bintang. Soalnya novel ini bener-bener bikin aku jatuh cinta.  I totally recommend this one to you, guys!

🎀 Rekomendasi

Aku rekomendasikan novel ini buat para penggemar romance dengan bumbu fantasi, khususnya yang suka dengan kisah-kisah retelling bersetting budaya Timur Tengah dan gegurunan. Oya, karena di novel ini terdapat beberapa adegan yang “nyerempet-nyerempet”, sebaiknya yang belum berusia 18 tahun ke atas jangan baca dulu ya 😉

“Aku mencintaimu, beribu kali lipat. Dan aku tidak akan meminta maaf untuk itu.” -hlm. 443.

 

XOXO,

Gita 😘

[Beauty] Haul Juli 2017

IMG_20170522_131204-01-01

Halooo 🤗

Setelah sekian lama hiatus, aku kembali lagiiiii 😁 Dan kali ini aku mau ngobrolin tentang haul-ku selama bulan Juli kemarin. Cekidot ya.

Aku sebenernya jarang belanja produk kecantikan langsung banyak. Biasanya satu-satu aja. Yang mana yang habis, itu yang aku beli. Makanya, aku jarang banget bikin pos beauty haul.

Tapi, bulan kemarin kebetulan skincare-ku pada habis. Jadi, dengan senang hati mau nggak mau aku harus belanja banyak  Tapi, yang aku beli produk lokal/drugstore semua, kok. Jadi harganya sangat terjangkau.

Jadi, apa aja yang sudah aku beli? Keep scrolling down ya ^_^

Baca juga: {My First Pink Box from Althea}

Haul Mei 1

1. Wardah Hydrating Toner, Rp. 20.300,-

Aku bukan penggemar toner Wardah, soalnya wanginya jegrak banget di idungku. Tapi, karena waktu itu aku lagi butuh dan pas banget bajetnya minim, akhirnya aku beli aja dah daripada nggak ada 😄

2. Wardah Luminous Foundation #02 Light Beige, Rp. 32.600,-

Aku pernah punya foundie beberapa tahun yang lalu. Setelah foundie-ku itu expired, aku belum pernah beli lagi karena jatuh cinta sama BB Cream. Tapi, lama-lama aku bosan juga pake BB Cream mulu, dan aku kangen pakai foundation. Jadilah akhirnya aku beli foundie Wardah ini. Alasannya? Karena murah 😂

3. Mustika Ratu Krem Masker Bengkoang, Rp. 16.600,-

Aku lumayan suka masker ini. Bikin kulit halus dan cerah, walaupun efek cerahnya itu nggak bertahan lama juga sih.

Baca juga: {Review Mustika Ratu Jasmine Body Buter}

 

PhotoGrid_1495430767454

4. New Cell Eye Serum Roll-On, Rp. 27.000,-

Beli ini karena penasaran aja sih sebenernya gara-gara baca ulasannya yang positif. Aku suka-suka aja sih, cuman sayangnya ini nggak memenuhi kebutuhanku yang mulai diserang garis-garis halus di sekitar mata. Tapi, eye serum ini enak. Rasanya adem waktu diolesin dan cukup melembapkan.

5. Mazaya Moisturizer Aqua Drops, Rp. 26.600,-

Ini jar-ku yang kedua. Aku pernah pake ini beberapa bulan yang lalu, dan lumayan suka sama hasilnya. Bikin kulitku kenyal dan lembut.

6. Wardah Hydrating Serum, Rp. 39.600,-

Oke, aku beli ini karena khilaf 🤣 Untung harganya murah, jadi nggak terlalu ngerasa berdosa banget lah 😂

Haul Mei 2

7. Emina Apricot Jam Face Scrub, Rp. 22.500,-

Aku suka banget sama Sugar Rush Face Scrub dari Emina. Saking sukanya, aku berniat beli lagi pas Sugar Rush-ku itu habis. Sayangnya, pas aku ke konternya Emina, si Sugar Rush lagi kosong. Akhirnya aku beli si Apricot Jam ini. Performanya lumayan oke, walopun aku masih lebih suka Sugar Rush sih.

Baca juga: {Review Emina Sugar Rush Face Scrub}

8. Emina Do Burst Face Wash, Rp. 15.800,-

9. Emina The Bright Stuff Face Toner, Rp. 18.000,-

Face wash sama toner ini aku beli karena penasaran juga mau nyoba. Mumpung lagi di konter Emina jadi sekalian aja aku beli-beli 😁

10. Emina Sugar Rush Lip Scrub, Rp. 32.400,-

Setelah sekian lama mencari, akhirnya dapat juga si lip scrub ini. Kata Mbaknya, lip scrub ini emang salah satu item Emina yang banyak dicari. Makanya cepet abis.

11. Emina Smoochies Lip Balm #Cucumber Juice, Rp. 26.100,-

Terus terang, aku nyesel beli lip balm ini. Aku benci sama teksturnya. Entar deh, Insya Allah bakal aku ulas selengkapnya.

Haul Mei 3

12. Garnier Sakura White Foam, Rp. 28.000,-

Aku emang suka nyoba-nyoba berbagai macam facial wash, dan kali ini aku nyoba Garnier Sakura White Foam karena… aku suka pekejingnya yang girly. Hahaha *ditimpukmassa 🤣🤣🤣 Aku juga suka wanginya, tapi facial wash ini gagal bikin aku jatuh cinta . Alasannya nanti aku tulis di ulasan lengkapnya, Insya Allah.

13. Shinzui Body Scrub, Rp. 16.300,-

Ini nyoba juga. Wanginya aku suka, tapi sayang sekali aku kurang suka sama teksturnya.

Baca juga: {Review Natur E Daily Nourishing Lotion}

14. SilkyGirl Magic Pink Lip Balm, Rp. 25. 900,-

Karena aku nggak suka sama tekstur lip balm Emina, akhirnya aku beli lagi lip balm dari SilkyGirl. Kalo yang ini aku lumayan suka, tapi teksturnya terlalu berminyak. Tapi, masih mending lah daripada punya Emina.

15. Spatula 2 pcs, Rp. 5.500,-

PhotoGrid_1495381823979

16. Marina UV White Hydro Cool Gel Lotion, Rp. 4.900,-

Sengaja beli yang kecil buat nyoba dulu. Sapa tau kan aku nggak suka sama teksturnya, jadi nggak rugi-rugi amat. Tapi, ternyata aku suka sama varian Hydro Cool ini. Rasanya adem pas diolesin ke badan. Dan wanginya nggak terlalu tajam juga. Trus nggak lengket juga. Pokoknya enak kalo dipake siang-siang.

17. Mustika Ratu Shampoo Daun Waru, Rp. 17.200,-

Aku masih dalam pencarian sampo yang cocok buat masalah rambutku. Kali ini aku nyobain sampo dari Mustika Ratu ini. Aku baru tau kalau ternyata mereka punya produk hair care juga 🙈😅

18. Biore Body Foam White Scrub, Rp. 18.700,-

Aku suka banget sama body foam ini. Wanginya lembut tapi seger. Dan tekstur scrub-nya itu pas buatku. Pokoknya aku suka banget sama sabun mandi dari Biore ini 💞

PhotoGrid_1495383059653

19. Marina UV White Bright & Fresh Body Scrub, Rp. 12.200,-

Beli ini karena laper mata hahaha. Penasaran juga gara-gara baca review dari para beauty blogger yang bilang body scrub ini bagus. Dan ternyata aku lumayan suka. Kulit jadi terasa halus tiap kali habis scrubbing pakai si Marina ini.

Baca juga: {Review Marina Body Essence}

20. QL Waterproof Mascara, Rp. 31.000,-

Beli ini karena murah. Tadinya mau beli maskara Maybelline, tapi setelah kupikir-pikir lagi, aku jarang pakai maskara. Jadi, mending beli yang murah aja. Cuman buat sekadar punya. Kalo performanya sendiri menurutku lumayan. Aku suka karena dia nggak bikin mata panda.

21. Vivelle Mask Sheet Pomegranate & Vitamin C, @Rp. 10.500,-

Kepengen sheet mask merek Korea, tapi mager banget belanja online. Jadi, beli ini aja, yang gampang didapat. Dan ternyata performanya oke juga, lho.

Baby products

PhotoGrid_1495383351425.png

22. Zwitsal Natural Baby Shampoo, Rp. 10.200,-

23. Cussons Baby Milk Bath Milk & Rose Oil, Rp. 24.500,-

Ini sabun wanginya enaaak banget. Bahkan Arya aja suka sama wanginya. Waktu mandi dia cium-cium terus sabunnya wkwkwk. Kadang aku juga pake sabun ini, soalnya wanginya lumayan tahan lama.

24. Sikat gigi anak, Rp. 6.600,-

Baca juga: {Review Oriflame Love Nature Hydrating Aloe Vera Set}

Well, that’s all my beauty haul last month. Did you notice I bought many Emina’s products? Yup! Emina memang salah satu brand favoritku. Murah, tapi kualitasnya bagus. Aku juga nggak terlalu banyak belanja makeup. Aku emang sengaja ngurangin, karena di umurku yang sudah kepala tiga ini, tanda-tanda penuaan seperti garis-garis halus, bintik hitam, sama kekeringan mulai muncul. Aku sadar harus lebih merhatiin kesehatan kulitku. Makanya aku lebih banyak beli skincare ketimbang produk dekoratif.

Kalau kamu, sudah belanja apa aja bulan kemarin?

 

XOXO,

Gita 😘

[Chit-Chat] Book Haul: April-May 2017

PhotoGrid_1502795066525

Yuhuuu, Timbuneeers 🙋

Nggak kerasa udah masuk minggu ketiga aja yak. Dan bentar lagi Lebaraaaaan. Bentar lagi dapat te-ha-eeerrr. Bisa beli buku lagiiiii. Yeeeaaaaay #plak #ingettimbunanwoooi 😂😂😂

Jadi, selama bulan kemarin kamu sudah belanja buku apa aja? Sudah sejauh mana keberhasilanmu dalam menambah tinggi timbunan te-be-er kamu? Aku? Nggak banyak. Cuman nambah sebelas novel aja kok #kalem 😗 Tapi, tapi, lima dari sebelas buku itu freebies, kok. Jadi, total aku cuman beli enam novel aja dua bulan kemarin, plus buku anak buat Arya dan Fidel.

Yang paling berkesan selama Mei kemarin adalah aku akhirnya bisa memeluk novel yang sudah kunanti-nanti sejak tahun lalu. Trus, beberapa novel yang sudah lama jadi wishlist kenceng aku dapat dengan harga supermiring. Dan terakhir, aku dapat bookish thing gratis hasil menang giveaway. Aku hepiiiii 😍😍😍

Jadi, apa aja yang sudah aku dapat dua bulan kemarin? Here we go!

Freebies

PhotoGrid_1497492064496

 

1. Fix You by Vanillametzy

Mini review ==> #IGBookReview: Fix You

Novel ini dikirimkan oleh Penerbit Loveable untuk event Baca Bareng with Reader Squad di Instagram. Aku dan dua orang temanku dipilih sebagai perwakilan dari Reader Squad untuk event ini. Harusnya buku ini aku terima pertengahan Mei kemarin. Tapi, karena ada kendala di ekspedisinya, jadilah baru kuterima awal Juni. Oya, jangan lupa buat ikutan event-nya di Instagram-ku @gitaputeri.y ya. Cek banner di side bar blog ini untuk tau jadwal lengkapnya 😉

2. I Want to Eat Your Pancreas by Sumino Yoru

Resensi ==> I Want to Eat Your Pancreas

Aku memang sudah niat beli novel ini karena tertarik banget sama judulnya yang unik itu. Tapi, aku nggak sengaja liat pengumuman pencarian host blog tour buat novel ini lewat di linimasa Twitter-ku. Langsung deh aku daftar. Siapa tau kepilih. Eh, ternyata beneran kepilih. Alhamdulillah. Novel ini bagus deh, beneran. Aku suka banget sama narasi dan dialog tokoh-tokohnya. Quotable banget. Buat yang penasaran, baca dulu resensiku untuk novel ini ya 😊

3. Majo & Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon

Resensi ==> Resensi Majo & Sady Vol. 1

Aku dan sembilan book blogger lainnya diminta oleh Penerbit Haru untuk jadi host blog tour K-Toon Majo & Sady Vol. 1 dan 2. Aku seneng banget karena kembali dipercaya oleh Haru buat jadi host blog tour untuk salah satu buku mereka. K-Toon ini recommended lho, soalnya kocak banget. Dijamin bisa menghibur kamu yang lagi suntuk.

4. The Forbidden Wish by Jessica Khoury

Mini review ==> #IGBookReview: The Forbidden Wish

Kalo ada novel yang aku kepengen banget April kemarin, The Forbidden Wish-lah jawabannya. Beruntungnya, aku dipilih oleh Penerbit Spring jadi salah satu host book tour event untuk novel ini. Reaksiku waktu itu loncat-loncat sambil jejeritan heboh. Arya dan Fidel sampai bengong ngeliatin emaknya ketawa-tawa sendiri 😂😂😂

5. Loving the Pain by Rara Ayu

Resensi ==> Loving the Pain

Novel ini dikirimkan oleh Penerbit Histeria untuk event Obrolin Buku di Instagram. Aku nggak akan ngomong banyak, soalnya aku udah tulis resensinya. Langsung aja baca ya 😃

Haul

PhotoGrid_1496989634543

 

1. Caraval by Stephanie Garber, Rp. 63.000,-

Beli di Gudang Mizan Banjarmasin

Novel ini hype banget sejak Maret kemarin. Di mana-mana aku liat orang pada ngulas novel ini di IG mereka. Bahkan nggak sedikit yang nge-rave. Aku kan penasaran jadinya 😆 Kebetulan banget Reader Squad jadiin novel ini sebagai main project bulan Mei kemarin, jadi aku langsung beli. Dan ternyata… aku belum selesai baca sampai sekarang. Hahahaha 😆😅

2. The Streaming Staircase by Jonathan Stroud, Rp. 30.000,-

3. Clockwork Angel by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-

4. Clockwork Prince by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-

5. Clockwork Princess by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-

Beli di Instagram @alikascorner

Empat novel di atas bekas semua tapi masih mulusss. Harganya miring banget, kan. Dan karena memang sudah ada di daftar wishlist-ku, langsung aku borong dah 😄😄😄

6. A Court of Wings and Ruin by Sarah J. Maas, versi hardcover, Rp. 268.000,-

Beli di Periplus

Mini review ==> #IGBookReview: A Court of Wings and Ruin 

Tanggal 2 Mei 2017 jadi hari yang ditunggu-tunggu para penggemar serial ACOTAR di seluruh dunia. Secara ya ACOWAR yang sudah dinanti selama setahun akhirnya terbit. Para bookstagrammer bule bahkan sampai count down d-days dan ngadain giveaway yang hadiahnya berhubungan dengan ACOTAR series untuk menyambut hari rilisnya novel ini. Aku jelas ikutan juga dong giveaway mereka, tapi, sayang, nggak menang semua 😄😅

 

PhotoGrid_1497490758559

7. Boardbook buat Arya dan Fidel, @Rp. 15.000,-

Beli di Gudang Mizan Banjarmasin

Arya sebentar lagi masuk sekolah, jadi aku rasa sudah saatnya buat mengenalkan buku ke dia. Aku mau nularin kegemaran baca buku ke anak-anakku supaya bukan emaknya aja yang jadi bookworm, anaknya juga 😁

PhotoGrid_1495767068791

 

8. Booksleeve dari @thelitetree.co

Nah, ini dia bookish thing yang aku sebut-sebut di atas tadi. Aku sudah lama kepengen booksleeve, soalnya aku kalo pergi-pergi selalu bawa buku di tasku. Karena dijejalin di dalam tas bareng sama barang-barang yang lain, jadinya bukuku sering ketekuk. It really breaks my heart to see the wrinkled cover 😭😭😭 Aku sempet nanya-nanya di seller yang lain. Harganya sih cocok, tapi ongkirnya yang nggak cocok: lebih mahal dari booksleeve-nya, cyiiin. Padahal motifnya aku suka 😢 Mundur dulu deh. Eh, nggak taunya aku malah menang giveaway di LiteTree. Alhamdulillah, aku happy banget. Kalo udah rezeki emang nggak bakal ke mana-mana 😆😆😆

Booksleeve ini muat dua buku tebal atau 3-4 buku tipis. Kalo kuliat-liat, kayaknya kapasitasnya sampai seribu halaman. Sayangnya, nggak muat buat novel-novel impor yang hardcover macam ACOWAR. Kalo softcover aku nggak tau sih, soalnya nggak punya 😄

Haul April-Mei 2017_6

Bagian dalam booksleeve dan zipper

Bagusnya booksleeve dari LiteTree ini tuh ada zipper-nya. Jadi, bisa buat nyimpen hape atau barang-barang kecil juga tanpa takut kececer. Motifnya juga mayan unyu. Tapi, kalo boleh saran nih, tolong banyakin motif yang girly dong. Motif kayak menara Eiffel atau jam Big Ben London gitu oke juga. Warnanya juga banyakkin yang pastel cantik. Pokoknya yang girly dan unik aku suka 😍😍😍

Next, kalo ada rezeki, aku kepengen beli bookish candle mereka juga. Soalnya bagus-bagus ih, ada yang glitteran juga. Dan kata temen-temen wanginya juga enak-enak.

Haul April-Mei 2017_7

 

Nah, itu dia book haul-ku selama April-Mei kemarin. Kalo kamu, udah beli buku apa aja bulan kemarin?

Xoxo,

Gita 😘

 

[Chit-Chat] Book Wrap-up: May 2017

PhotoGrid_1497337632121

Hola, everyone 🤗

Kali ini aku mau pamer buku-buku yang berhasil aku tuntaskan bulan Mei kemarin. Bosan, kan, kalo pamer book haul mulu (walopun entar aku bakal posting book haul juga sih 😁), jadi kali ini aku mau kasih liat book wrap-up-ku.

Wrap-up May'17_2

1. A Court of Wings and Ruin by Sarah J. Maas, ⭐: 4.9/5

Mini review ==> #IGBookReview: ACOWAR

Kayaknya bulan Mei kemarin jadi bulannya ACOWAR yak. Secara  ya sejauh apa pun aku scrolling down linimasa Instagram-ku, pasti adaaa aja yang mamerin buku ACOWAR-nya. Bikin aku yang waktu itu masih nunggu-nunggu kedatangan ACOWAR-ku makin mupeng dan ngebet kepengen baca 😄 Aku suka banget sama ACOWAR, tapi harus kukatakan aku lebih suka sama ACOMAF. Tapi ACOWAR tetep recommended, kok. Terutama kalo kamu sudah ngikutin serial ini sejak ACOTAR.

2. Majo & Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon, ⭐: 3.75/5

Resensi ==> Majo & Sady Vol.1

Ini komik-slash-novel beneran kocak sekaligus absurd. Baca ini dijamin bakalan ngakak-ngakak sendiri. Aku kepengen beli jilid duanya, tapi masih bokek. Ada yang mau nyumbang? 😁

3. The Wrath and the Dawn by Renee Ahdieh, ⭐: 5/5

Review coming soon.

Aku hangover setelah baca novel ini. Khalid unch unch unch 😚😚😚 Aku nggak akan ngomong banyak tentang novel ini sekarang, soalnya, Insya Allah, aku akan pos resensinya dalam waktu dekat.

4. So, I Married the Anti-fan by Kim Eun Jeong, ⭐: 3.5/5

Review coming soon.

Novel ini juga lucu. Lumayan menghibur. Si Hu Joon nyebelin banget deh ah. Resensinya masih aku garap dan akan tayang dalam waktu dekat… kalo nggak malas lupa 😄😆

5. Loving the Pain by Rara Ayu, ⭐: 2/5

Resensi ==> Loving the Pain

Oke, bukannya jelek banget, sih, cuman menurutku novel ini bisa lebih bagus kalo dipoles lagi. Selain itu, penyuntingannya jelek. Typo-nya bertebaran, tata bahasa dan EYD-nya ancur. Bikin aku jadi tersendat-sendat bacanya 😔

Nah, itu dia buku-buku yang berhasil aku selesaikan bulan kemarin. Memang nggak banyak sih, cuman lima buku. Tapi, buat snail reader macam diriku yang biasanya cuman mampu ngabisin satu atau dua buku per bulan, berhasil membabat lima buah TBR dari timbunanku yang tinggi banget itu udah prestasi banget loh. Jadi, aku bangga dengan diriku sendiri 😄

So, gimana dengan kamu? Berapa buku yang berhasil kamu tamatin selama Mei kemarin?

Xoxo,

Gita 😘

[Resensi] Loving the Pain by Rara Ayu

IMG_20170614_094611-01

🌸 Detail Buku

PhotoGrid_1497423512794

🌸 Blurb

PhotoGrid_1497422432785

🌸 Sinopsis

“Cinta itu bukan siapa yang kuat maka dialah yang bertahan. Tapi cinta adalah siapa yang ikhlas maka dialah yang menang.”

Risa Kirana, seorang karyawan berusia 24 tahun, hanya menginginkan kehidupan yang tenang bersama putranya, Kayhan, yang baru berumur 5 tahun. Risa menjalani hidupnya dengan riang dan penuh semangat. Namun, segalanya mulai berubah sejak dia bertemu dengan CEO perusahan tempat dia bekerja.

Javier Cana Gomez adalah seorang pria yang sukses meskipun usianya masih muda, 27 tahun. Dia tampan dan berkuasa sehingga banyak wanita yang menginginkan dirinya. Namun sayang, sepertinya dia tidak tertarik.

Risa dan Javier bertemu secara tak sengaja. Risa ternyata bekerja di perusahaan tempat Javier menjadi CEO-nya. Sejak pertemuan pertama mereka, Javier sudah merasakan ketertarikan yang tak biasa pada Risa. Ketertarikannya semakin meningkat seiring interaksi mereka yang semakin sering, hingga pada akhirnya Javier memutuskan untuk menjadikan Risa miliknya.

Apakah Risa menerima sang pria idaman? Ternyata tidak. Risa tidak membutuhkan pria. Setidaknya, tidak untuk saat ini. Tapi, Javier sangat gigih dalam mengejarnya sehingga sering kali membuat Risa kelimpungan sendiri. Ditambah lagi, Kayhan sangat menyukai si ‘Om Api’ ini. Setelah mempertimbangkan segalanya, Risa akhirnya menerima Javier.

Risa berharap dia bisa memulai hidup baru yang bahagia bersama Javier dan Kayhan. Akan tetapi, sejumlah rahasia masa lalu justru terkuak. Rahasia-rahasia pahit yang mengancam kebahagiaan Risa dan Javier. Kembalinya orang-orang dari masa lalu mereka membuat situasi menjadi semakin sulit, sehingga keadaan tersebut memaksa Risa mengambil keputusan-keputusan yang sulit dan menyakitkan.

🍀🍀🍀

🌸 What I ❤

Aku suka dengan kemampuan penulisnya dalam merangkai kata-kata sehingga menjadi untaian kalimat yang indah. Ide ceritanya pun lumayan bagus. Hanya saja memang masih perlu dipoles lagi agar lebih halus.

🌸 What I 💔

Ada beberapa poin yang menjadi catatanku selama membaca novel ini.

1. Untuk karakter, harus kuakui, mereka gagal membuatku terpesona. Javier bikin aku pengen makan batako saking sebelnya, dan Risa bikin aku pengen garuk-garuk tembok pakai garu saking geregetannya dengan sikap dan keputusannya. Sedangkan untuk tokoh figurannya, sayang sekali, nggak ada yang berkesan buatku.

2. Terlalu banyak konflik dan drama tapi minim emosi. Novel ini tebal, tapi pendalaman emosi setiap tokoh masih kurang. Padahal dengan sekian banyaknya konflik, emosi para tokoh bisa lebih dieksplorasi lagi. Menurutku akan lebih bagus jika konfliknya fokus pada satu atau dua hal namun dieksplorasi secara mendalam sehingga bangunan cerita dan karakternya lebih kuat.

3. Terlalu banyak adegan dewasa, padahal  menurutku adegan-adegan itu nggak ngaruh sama sekali buat jalan cerita. Dua atau tiga adegan ciuman dan adegan ranjang nggak masalah buatku. Tapi, kalau hot scene-nya hanya berjarak 2-3 lembar dari hot scene sebelumnya bagiku itu terlalu berlebihan.

4. Penulis terlalu sering menggunakan kata “entahlah” dan “sudahlah” ketika sedang mendeskripsikan suasana atau alur berpikir sang tokoh sehingga bikin narasinya ngambang. Terus terang, ini cukup disayangkan. Sebab, saat aku lagi serius-seriusnya memahami para karakter, tiba-tiba penjelasan itu berhenti di tengah jalan, yang mana itu bikin aku bingung.

5. Di awal-awal, aku merasa plotnya terlalu cepat berpindah-pindah sehingga bikin aku bingung dan pusing. Untungnya, di pertengahan cerita hal ini membaik.

6. Untuk scene-scene yang sangat penting dan yang mendekati klimaks, penulis justru memilih untuk melewatkannya dan hanya menjelaskannya melalui dialog para tokoh. Ini sangat disayangkan, sebab jika penulis lebih mengeksplorasi bagian-bagian tersebut, menurutku akan menjadi poin lebih yang akan menguatkan cerita dalam novel ini.

7. Untuk segi teknis, mohon maaf, dengan sangat terpaksa harus kukatakan, bahwa penyuntingannya nggak bagus, kalau nggak mau dibilang ancur. Mulai dari typo yang bertebaran hingga tata bahasa dan EYD yang berantakan. Ini benar-benar mengganggu dan memperlambat proses membaca. Sebab, setiap kali aku nemu typo atau tata bahasa yang nggak sesuai, mau nggak mau aku langsung terhenti bacanya sambil mikir.

8. Nggak ada label DEWASA pada novel ini, padahal novel ini jelas untuk 21+. Aku berharap ini menjadi perhatian pihak penerbit. Menurutku label pada novel sangat penting karena ini yang menjadi acuan bagi para pembaca untuk menyeleksi bahan bacaan yang sesuai dengan umur mereka.

🌸 Cover

Pertama kali liat kovernya, entah kenapa aku teringat sama novel-novelnya Marga T. yang terbit tahun ’80-’90an. Kesannya jadul banget 😄 Aku nggak terlalu suka sama desainnya, tapi aku suka sama warna kuningnya yang kalem.

🌸 Overall

In my humble opinion, novel ini memang masih banyak kekurangannya, tapi, bukan berarti aku nggak menghargai karya penulis. Bagaimanapun juga, bukanlah suatu hal yang mudah untuk melahirkan sebuah karya. Namun demikian, sebuah karya perlu melalui berbagai proses dan polesan agar dapat dinikmati oleh para pembaca. Dalam hal ini, peran editor tentu sangat vital. Kritikanku di sini bukan hinaan, melainkan saran yang aku harap dapat membangun ke arah yang positif. Semoga ke depannya nanti, penulis mampu melahirkan karya yang lebih baik lagi. SEMANGAT! 💪💪💪

🌸 Final verdict

PhotoGrid_1497424089223

🌸 Rekomendasi

Aku merekomendasikan novel ini buat kamu yang suka dengan cerita roman dengan bumbu drama keluarga yang kental.

 

Xoxo,

Gita 😘

Pengumuman Pemenang Mini Giveaway Blog Tour Majo & Sady Vol. 1

Halooo ^^

Ada yang sudah nunggu pengumuman pemenang Blog Tour Majo & Sady Vol. 1 di blog Rak Novel Gita? Seharusnya kemarin aku umuminnya, tapi aku lupa hahaha 😅😆😂

Peserta mini giveaway di blog Rak Novel Gita ada 19 orang. Pemenang aku ambil secara acak memakai aplikasi Random dengan pertimbangan sudah mengikuti rules giveaway dengan benar. Setelah dikroscek, pemenangnya adalah…

*drum-rol*

💓💓💓

💓💓💓

💓💓💓

Congratulation! 🎉🎉🎉🎊🎊

💐 HAMDATUN NUPUS 💐

Kamu berhak mendapatkan sebuah notes Majo & Sady persembahan dari Penerbit Haru. Silakan kirim data dirimu ke email giittaa@gmail.com atau DM ke IG atau Twitter-ku dengan format:

Nama lengkap:

Alamat lengkap:

No. Hape:

Data kamu aku tunggu hingga 25 Mei 2017 pukul 12.00 WIB ya 😉

Terima kasih buat teman-teman peserta blog tour Majo & Sady Vol. 1 di blog Rak Novel Gita. Jangan sedih karena belum menang, karena masih ada giveaway utama di fans page Penerbit Haru yang berhadiah buku Majo & Sady Vol. 1 dan 2 untuk 2 orang yang beruntung.

Blog Tour Majo & Sady Vol. 1 & 2 masih berlangsung ya. Silakan cek jadwalnya di banner di bawah ini.

Blogtour Majo banner

Until next post, Fellas

Gita 😘

[Resensi] Blog Tour + Giveaway: Majo and Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon

PhotoGrid_1494819656775

Annyeong, everyone 😊😊😊

Kali ini aku kembali dipercaya oleh Penerbit Haru untuk menjadi host Blog Tour + Giveaway Majo and Sady Vol. 1 (thank you, Ayam Haru 😚😚😚). Sudah pernah baca komik ini? Belum? Kalo gitu, baca dulu resensi dariku ya. Ssst… Bakalan ada giveaway-nya juga loh. So, stay tune 😉

🎀 Detail buku

PhotoGrid_1494818027807

🎀 Blurb

PhotoGrid_1494820138578

🎀 Sinopsis & ulasan

Majo and Sady adalah serial webtoon yang terkenal banget di negara asalnya sana, Korea Selatan. Komik ini bercerita tentang keseharian seorang bapak pengurus rumah tangga dan istrinya yang seorang pegawai kantoran. Sang bapak pengurus rumah tangga divisualisasikan sebagai seekor beruang cokelat gemuk bernama Majo, sedangkan istrinya kelinci putih bernama Sady. Mirip Brown dan Cony di LINE ya 😄

Majo sebenarnya bukan pengangguran, melainkan seorang komikus yang bekerja dari rumah. Karena waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah, maka dia memutuskan untuk mengerjakan sendiri pekerjaan rumah.

Banyak kejadian lucu dalam keseharian Majo sebagai bapak pengurus rumah tangga dan kehidupan pernikahannya dengan Sady. Tak jarang, komik ini juga menampilkan perdebatan-perdebatan kecil yang memang biasa dialami oleh para pasutri pada umumnya, seperti membeli barang apa, masalah toilet, menu makan malam, dan sebagainya. Salah satu yang paling lucu sekaligus realistis banget itu menurutku adalah cerita tentang penyakit konsumtif mereka. Majo yang suka sekali membeli gawai dan Sady yang sangat gemar berbelanja fashion dan kosmetik. Namun, ketika diingatkan pada isi rekening, mereka dengan sendirinya menahan diri (walaupun sambil menangis pilu) dan akhirnya batal membeli barang-barang kesukaan mereka itu. Rupanya, bukan aku dan suamiku saja yang mengalami hal ini. Pasutri di Korsel pun mengalaminya 😂😂😂

Hal menyenangkan lainnya dalam komik ini yaitu adanya potongan adegan dari salah satu komik favoritku sepanjang masa, Slam Dunk. Potongan adegan itu diambil dari jilid 15 dan 31. Ini kejutan yang menyenangkan buatku. Kayaknya si penulis baca komik Slam Dunk juga kayak aku 😂😂😂

Setelah beberapa bab cerita, aku sadar bahwa komik ini dibuat berdasarkan kehidupan pribadi si penulis. Hal ini terlihat dari beberapa sisipan foto yang digunakan sebagai setting cerita di komik ini.

Majo and Sady Vol. 1 dibuat dalam bentuk komik 4 strip dan dicetak dalam full colour. Makanya, jangan heran harganya agak sedikit ehem 😅😆 Selain itu, tulisannya kecik-kecik sangat laaah, jadi, sangat disarankan untuk membaca komik ini dengan penerangan yang cukup.

🎀 Karakter

Kabarnya, nama Majo diambil dari kata masochist, dan Sady dari kata sadist. Penamaan ini sesuai banget sama karakter para tokohnya: Majo yang penurut sama istri, dan Sady yang blak-blakan dan galak sama Majo namun sebetulnya sangat perhatian dan menyayangi suaminya itu.

🎀 Ending

Karena ini komik yang menceritakan keseharian penulisnya, jadi tidak ada ending pada komik ini.

🎀 Alih bahasa & desain sampul

Secara keseluruhan, tidak ada masalah dengan penerjemahannya. Aku bisa memahami jalan cerita tanpa kesulitan yang berarti. Kalaupun ada yang terasa aneh, paling cuma beberapa lelucon yang masih terasa Korsel banget, alias sulit dipahami orang Indonesia, sehingga yang harusnya lucu jadi garing banget. Mungkin karena perbedaan kultur kita kali ya. Jadi, bagi mereka lucu, buat kita malah 😶😑🤔

Desain sampul cukup baik. Dengan warna kuning gonjreng ditambah dengan gambar Majo dan Sady di sampulnya, komik ini eye-catchy banget.

🎀 Overall

Karakter Majo dan Sady yang kocak sering kali membuatku ngakak sendiri. Komik ini sangat menghibur dan membuatku mampu untuk sejenak melupakan beratnya kenyataan hidup antrian panjang novel-novel fantasi di daftar TBR-ku 😆😆😂

🎀 Final verdict

PhotoGrid_1494818597346

🎀 Rekomendasi

Karena komik ini bercerita tentang kehidupan rumah tangga, aku lebih merekomendasikan ini untuk pembaca dewasa. Tapi, pembaca remaja pun dapat menikmati komik ini, sebab kontennya masih cukup aman. Namun, yang perlu jadi perhatian ekstra adalah adanya beberapa scene Majo dan Sady minum minuman beralkohol, walaupun nggak banyak dan nggak graphic banget juga.

🎀🎀🎀

Nah, sekarang saatnya kita ber-giveaway riaaa 😆 Siapa yang sudah nungguuu?

Akan ada dua eksemplar komik Majo and Sady di final giveaway di FP Penerbit Haru nanti. Nah, selama menunggu giveaway utama nanti, ikutan mini giveaway-nya dulu ya. Berhadiah satu buah notes Majo and Sady untuk kamu yang beruntung.

Sebelum ikutan giveaway, cek rules-nya dulu ya.

1. Beralamat di Indonesia

2. Like fanspage Penerbit Haru

3. Follow akun Instagram  @gitaputeri.y dan @penerbitharu, serta Twitter @gitaputeri_y dan @penerbitharu

4. Follow blog ini melalui WordPress atau email.

5. Share artikel ini di media sosial kamu. Bebas di media sosial mana saja.

a. Jika di Twitter, mention aku dan cantumkan hashtag #BlogTourMajoSady1and2.

b. Jika di Instagram, repost foto seperti foto yang paling atas di artikel ini yang sudah aku unggah di akun Instagram-ku dan cantumkan hashtag #BlogTourMajoSady1and2.

6. Tulis data diri kalian di kolom komentar di bawah ini:

Nama:

Nama akun FB:

Asal:

Link share/repost:

7. Kumpulkan kepingan puzzle dari setiap host blog tour. Kepingan dariku sebagai berikut.

Gita Puteri Y

8. Satukan semua kepingan tersebut dan tuliskan jawabannya di FP Penerbit Haru SETELAH seluruh rangkaian blog tour ini berakhir. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya 😉

9. Pemenang notes Majo and Sady akan ditentukan dengan cara diundi dengan pertimbangan sudah mengikuti semua rules dengan benar.

10. Mini giveaway ini berlangsung hingga 20 Mei 2017 pukul 23.59 WIB dan akan aku umumkan secepat mungkin.

Nah, gampang, kan? Atau masih ada pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar atau DM ke IG atau Twitter-ku ya 😘

Berikut jadwal blog tour Majo and Sady Vol. 1 and 2.

Blogtour Majo banner

Xoxo,

Gita 😚😘