[Resensi] The Iron King by Julie Kagawa

Seri: The Iron Fey #1

Genre: Young Adult

Penerjemah: Angelic Zaizai

Penerbit: Kubika

Halaman: 462

Harga: Rp. 42.000,-

Sumber: Beli (paperback)

Sinopsis

Klik untuk memperbesar

Kayaknya telat banget ya ngulas novel ini sekarang. Secara buku ini kan terbitnya udah tahun 2011 kemarin. Ya mau gimana lagi dong, namanya juga kudet baru nemu. Itu pun juga nggak sengaja >.<

Serial ini mengisahkan tentang seorang remaja yang baru berumur 16 tahun kurang 24 jam, Meghan Chase. Kalau dilihat sekilas, Meghan tipe anak normal dan biasa saja. Dia pergi ke sekolah, dibebani pekerjaan rumah dan tugas sekolah, dan naksir cowok pemain football paling keren di sekolah. Dia bukan cewek populer di sekolahnya, tapi dia lumayan cerdas dan cantik. Namun, dia punya masa lalu yang suram, karena saat usianya enam tahun, ayahnya menghilang di depan matanya. Walaupun sekarang dia sudah punya ayah baru dan seorang adik tiri laki-laki yang manis, tetap saja kejadian itu meninggalkan luka yang mendalam pada dirinya.

Menjelang ulang tahunnya yang ke-16, serangkaian peristiwa aneh dialaminya. Mulai dari sahabat baiknya, Robbie Goodfell, yang bersikap aneh dan overprotektif padanya, seorang pemuda tampan yang mengamatinya dari jauh, dan adiknya, Ethan, yang menyerangnya, padahal biasanya anak itu sangat manis dan penurut. Setelah mendesak Robbie agar mengatakan yang sebenarnya, akhirnya Meghan mengetahui bahwa Ethan yang menyerangnya adalah seekor changeling, sedangkan Ethan yang sebenarnya diculik ke Faeryland, negeri para faery, bahwa para faery itu benar-benar ada dan nyata, dan bahwa sahabatnya yang sudah dia kenal nyaris seumur hidupnya ternyata seorang faery legendaris bernama Robin Goodfellow alias Puck. Meski masih merasa sulit untuk percaya, Meghan memutuskan untuk pergi ke Faeryland demi mencari adiknya. Dan petualangan yang akan mengubah hidup Meghan selamanya pun dimulai.

Di Faeryland, Meghan mengalami berbagai macam kejadian yang menegangkan. Mulai dari nyaris jadi kudapan kelpie, dikejar-kejar anjing pemburu beserta pemiliknya yang bisa menembakkan panah es, membuat kesepakatan dengan seekor kucing menyebalkan, ditangkap sekelompok goblin yang ingin memasaknya hidup-hidup, nyaris tenggelam, dan berhadapan dengan seorang ratu faery palingΒ bitchy yang pernah ada yang ingin mengubahnya menjadi kubis. Tapi, dari itu semua, tak ada yang lebih mengejutkannya selain mengetahui fakta bahwa dia ternyata seorang putri raja. Dan bukan sembarang raja, melainkan Oberon sang raja peri Musim Panas yang termahsyur, bahkan di dunia mortal sekalipun. Yep,Β ternyata Meghan separuh manusia-separuh faery, alias berdarah campuran.

Karena kenyataan ini, hidup Meghan jadi susah dan serba salah. Rencana awalnya datang ke Faeryland kan sederhana aja, cuman buat nyelametin adiknya. Kalo sudah selesai, ya dia pulang lagi. Etapi, dia malah terjebak dalam perang yang nyaris meletus di antara Kerajaan Musim Panas dan Musim Dingin. Dia mendapati semua pihak menginginkan dirinya untuk dijadikan pion untuk melawan ayahnya, Raja Oberon. Dia juga masih belum tahu siapa yang telah menculik adiknya. Ditambah lagi, dia harus menghadapi kemarahan ibu tirinya, Ratu Titania, dan seorang pangeran berhati es tapi seksi dari kerajaan Musim Dingin yang ingin membunuhnya.

Di tengah hiruk-pikuk itu, Meghan menyadari ada sesuatu yang tengah mengancam Nevernever serta kehidupan seluruh faery, dan hanya dirinyalah yang mampu menghadapi bahaya tersebut. Apa sebenarnya bahaya itu? Dan siapa yang menculik adik Meghan? Langsung baca novelnya aja yah ^^

*****

Ada penggemar Shakespeare di sini? Para penggemar sang maestro asal Inggris ini pasti tahu deh kalo beberapaΒ tokoh peri dalam novel ini diambil dari A Midsummer Night Dream. Aku sendiri bukan penggemarnya, tapi aku tahu A Midsummer Night Dream ini dari salah satu komik favoritku sepanjang masa, Topeng Kaca yang seri Sejuta Pelangi karya komikus Jepang, Suzue Miuchi. What a coincidence, karena kedua pengarang yang namanya sama-sama Japanesse ini menggunakan karya ini dalam buku mereka.

Anyway, kalo menurutku, novel The Iron King ini nyaris perfect. Kelebihannya ada pada cliffhanger yang bikin pembaca ketar-ketir. No wonder, soalnya Julie Kagawa memang terkenal sebagai queen of cliffhanger. Do’i juga nggak takut loh β€œmembunuh” major character yang punya banyak fans. Tapi, justru di situlah kelebihan Julie Kagawa. Cliffhanger-nya yang ngeri-ngeri sedap itu justru bikin aku ketagihan. Bwahahaha… #masokis :p

Dari segi cerita juga nggak mengecewakan. Fantasi, romance, petualangan, semua ada dan imbang. Dan yang paling penting tuh adalah konsistensi cerita. Maksudku, jalan ceritanya nggak melenceng ke hal-hal yang nggak perlu. Fokus aja gitu. Plotnya yang lumayan cepat dan ditambah dengan aksi pertarungan sengit yang dilakoni Puck dan Ash demi melindungi Meghan, bikin novel ini dijamin nggak ngebosenin. Dan satu lagi, novel ini nggak bisa ditebak jalan ceritanya. Beberapa kali aku nebak kalo jalan ceritanya bakalan seperti ini, ternyata seperti itu. Bahwa si Oberon itu anu, eh ternyata nggak. Pokoknya, berkali-kali deh aku kecele sama novel ini :v

Untuk tokoh-tokohnya, harus kukatakan bahwa mereka semua perfect. Bukaaan, bukan sempurna yang flawless gitu yah. Maksud perfect di sini adalah semua tokoh membuatku merasakan perasaan yang tepat. Contohnya, Titania bikin aku sebel banget dengan ke-bitchy-annya, Mab bikin aku merinding dengan aura kegelapannya, Oberon bikin aku segan dengan kewibawaannya, dan sebagainya.

Para tokoh utamanya pun memiliki karakter yang bagus. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meghan adalah tokoh paling lemah di buku ini karena dia nggak punya kekuatan faery maupun kemampuan bertarung. Bahkan, dia gadis yang cenderung ceroboh dan penakut. Tapi, di sepanjang buku iniβ€”dan serial ini secara keseluruhanβ€”dia menunjukkan perkembangan karakter yang bagus yang ditandai dengan kekuatan faery-nya yang sedikit demi sedikit bertambah. Dia juga lumayan cerdas dan mampu membuat keputusan sendiri. Dan dia bisa jadi sangat galak kalau sedang terdesak, which is fun to watch πŸ˜€

Ash, sang Pangeran Musim Dingin, putra bungsu Ratu Mab. This guy is sooo HOT! And cool. And sweet. And tormented. Seriously! Ini jenis cowok yang bikin cewek mana pun susah move on. Siapa pun yang pernah baca serial ini pasti klepek-klepek sama pangeran es ini. Kuat, tangguh, keren, dan setia. Oh, my! If I could have him, I wouldn’t ask for more #sigh #tendangpapanyaaryakelaut :v :v :v Ash ini walaupun keliatannya nafsu banget pengin ngebunuh Meghan, tapi dia rela jadi tameng Meghan setiap kali ada yang menyerang. Pokoknya sweet banget deh.

Puck adalah bawahan favorit Raja Oberon dan BFF-nya Meghan. Dia ini memang tipe cowok yang oke banget dijadiin sohib. Supel, ceria, usil dan mulut comelnya itu emang selalu bikin tertawa. Tapi, meskipun tingkahnya cuek dan konyol, dia ini ternyata petarung yang sangat tangguh loh. Dan dia nggak kalah setia dari Ash, serta rela banget berkorban demi Meghan. Definitely a lovable character deh pokoknya. Makanya, nggak heran kalo fans-nya bejubel.

The last but not least, is Grimalkin. Si kucing sinis nan cerdas ini adalah karakter favoritku dalam serial ini. Kata-katanya yang cenderung nyelekit itu refreshingΒ banget dan bikin ngakak (okay, now I’m officially a masochist :v). Tapi, walaupun dia jengkelin banget, si kucing misterius ini selalu muncul di waktu yang tepat untuk memberikan pertolongan pada Meghan, Ash, dan Puck, meskipun tetep ya dengan gaya bosan dan angkuhnya yang gemesin banget itu. Oya, kalau ada yang bertanya-tanya Grim ini kucing yang kayak apa, inget Chesire Cat, tokoh kucing di Alice in Wonderland? Nah, Grim tuh kurang-lebih kayak gitu. Cuman sifat mereka jauuuuuh berbeda. Kalo Chesire Cat kan hobinya nyengir lebar, tapi kalo Grim sukanya menghela napas :v :v :v

As much as I love this book, tetap ya, tiada gading yang tak retak. Tentu saja, buku ini juga punya sisi yang, um… kurang. Yah, setidaknya kurang buatku. Aku ngerasa kurang greget aja pas pertarungan di bagian akhir buku ini. Sejujurnya aku mengharapkan scene yang lebih chaos, berdarah-darah kalo perlu. Tapi kalo begitu bukan young adult kali yah namanya, tapi horor. Wkwkwk… But, it’s not a big deal, really. Most readers won’t complain about it, I’m sure.

Sayangnya, untuk versi bahasa Indonesia, kayaknya stuck di buku pertama ini. Padahal di Amrik sana sudah sampai buku enam, plus enam novella. Yang buku pertama ini pun susah banget didapetnya. Aku sampe harus ngubek-ubekΒ Tokopedia dan googling sampe mata jereng baru deh dapat yang jual. So, kalo kalian mau baca lanjutannya, kayaknya harus beli versi e-book-nya deh. Di Google Play Store ada kok. Oooh… how I love technology these daysΒ πŸ˜€

Fiuh… panjang ya, cyiiin. Ya udah deh, segitu ajah ulasannya. Kapan-kapan akuΒ review juga lanjutannya. But, for now, aku mau lanjut ngubek-ubek Goodreads lagi. Sapa tau nemu young adult fantasy yang highly recommended lagi ^^

My rate: β™₯β™₯β™₯β™₯Β½ (4.5 of 5)

Readers, have you read the book? What do you think about it? Do you have a recommendation for me to read? Kindly share your thoughts below ^^

The Series:

The Iron Fey

  1. The Iron King
  2. The Iron Daughter
  3. The Iron Queen
  4. The Iron Knight

The Iron Fey: Call of the Forgotten

  1. The Lost Prince
  2. The Iron Traitor
  3. The Iron Warrior

Novella

  1. The First Kiss (The Iron Fey #1.25)
  2. Winter’s Passing (The Iron Fey #1.5)
  3. Summer’s Crossing (The Iron Fey #3.5)
  4. Ash’s Letter to Meghan (The Iron Fey #3.6)
  5. An Iron Fey Valentine (The Iron Fey #4.4)
  6. Iron’s Prophecy (The Iron Fey #4.5)
Iklan

2 thoughts on “[Resensi] The Iron King by Julie Kagawa

  1. Ping-balik: [Chit-Chat 2] Book Haul Jan-Feb 2017 | Rak Novel Gita

  2. Ping-balik: [Chit-Chat 3] Book Haul Jan-Feb 2017 | Rak Novel Gita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s