[Resensi] Blogtour + Giveaway: An Ember in the Ashes by Sabaa Tahir

Medan pertempuran adalah kuilku. Ujung pedang adalah pendetaku. Tarian kematian adalah doaku. Pukulan mematikan adalah pembebasku.

—Elias Veturius 

4

Detail Buku
Seri: An Ember in the Ashes #1
Genre: young adult, fantasy, dystopian, thriller, romance
Penerbit: Spring
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Mery Riansyah
Terbit: Desember 2016
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 520
ISBN: 978-602-74322-8-4

Blurb

Laia seorang budak. Elias seorang prajurit. Keduanya bukan orang merdeka.

Saat kakak laki-laki Laia ditahan dengan tuduhan pemberontakan, Laia harus mengambil keputusan. Dia rela menjadi mata-mata Komandan Blackcliff, kepala sekolah militer terbaik di Imperium, demi mendapatkan bantuan untuk membebaskan kakaknya. Di sana, dia bertemu dengan seorang prajurit elit bernama Elias.

Elias membenci militer dan ibunya, Sang Komandan yang brutal. Pemuda ini berencana untuk melarikan diri dari Blackcliff, menanggung risiko dicambuk sampai mati jika ketahuan. Dia hanya ingin bebas.

Elias dan Laia. Keduanya akan segera menyadari bahwa nasib mereka akan saling silang, dan keputusan-keputusan mereka akan menentukan nasib Imperium, dan bangsa mereka.

*****

“Lima ratus tahun yang lalu, bangsa Martial menaklukkan wilayah Scholar, dan sejak itu kami ditindas dan diperbudak. Dahulu, Kekaisaran Scholar merupakan rumah bagi universitas dan perpustakaan terbaik di dunia. Sekarang, sebagian besar rakyat kami tidak bisa membedakan antara sekolah dan gudang senjata.”—hlm. 9-10.

Laia, seorang gadis remaja Scholar berusia tujuh belas tahun, mendapati hidupnya yang tenang mendadak jungkir balik. Kakak lelakinya, Darin, ditangkap karena dituduh memberontak, kakek dan neneknya dibunuh, dan rumahnya dibakar habis. Laia yang ketakutan melarikan diri dan pada akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan kelompok pemberontak, Resistance. Oleh sang pemimpin kelompok, Mazen, Laia ditugaskan untuk memata-matai Komandan sekolah militer Blackcliff yang terkenal kejam, brutal, dan senang menyiksa. Sebagai gantinya, sang pemimpin berjanji untuk membantu Laia membebaskan kakaknya yang ditahan dipenjara yang paling dijaga ketat di Imperium. Segera saja, Laia yang pengecut menjalani hari-hari menegangkan sebagai budak-garis-miring-mata-mata Komandan Blackcliff.

Laia berusaha keras melaksanakan tugas mata-matanya sambil menyelesaikan pekerjaannya sebagai budak dengan harapan apa yang dia lakukan dapat menolong kakaknya keluar dari penjara. Namun yang tidak dia sangka, dia mendapati sejumlah kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang selama ini dia ketahui. Tentang orang tuanya, Darin, Resistance, dan sang Komandan itu sendiri. Dia jadi tidak tahu lagi siapa yang bisa dipercaya.

Di lain pihak, Elias Veturius sudah muak dengan kehidupan yang dijalaninya. Sebagai salah seorang prajurit Mask paling berbakat di Blackcliff, Elias memiliki masa depan yang cerah. Namun, dia merasa terkekang dengan semua itu. Yang dia inginkan hanyalah kebebasan untuk menjalani hidupnya. Rasa muaknya semakin tak tertahankan sehingga dia memutuskan untuk melarikan diri walaupun risikonya adalah dihukum cambuk sampai mati oleh sang Komandan yang juga ibu kandungnya sendiri, Keris Veturia.

Usaha pelariannya tidak berhasil, dan itu membuat Elias semakin frustrasi. Di tengah kegalauannya, dia diberi tahu oleh Augur bahwa dia boleh melarikan diri namun tak akan bisa lepas dari takdirnya. Bahwa jika dia tetap nekat melarikan diri, maka dia akan berubah menjadi jahat, tanpa ampun, dan kejam.

“…Kau adalah bara di tengah abu, Elias Veturius. Kau akan menyala dan membakar, merusak dan menghancurkan. Kau tak bisa mengubahnya. Kau tak bisa menghentikannya.”—hlm. 80.

Augur juga memberi tahu Elias bahwa dia terpilih sebagai salah satu kandidat kaisar dan harus mengikuti empat ujian bersama tiga kandidat lainnya untuk menentukan siapa yang layak menjadi kaisar selanjutnya.

“… Kau boleh melarikan diri. Kau boleh meninggalkan tugasmu. Tapi, kau tidak bisa lepas dari takdirmu.”—hal. 80.

Merasa tidak punya pilihan lagi, Elias akhirnya pasrah dan memutuskan untuk mengikuti perintah Augur untuk menjalani Ujian sebagai salah satu kandidat kaisar.

“Jadi, pilihanku adalah tetap tinggal dan menjadi jahat, atau melarikan diri dan menjadi jahat. Benar-benar hebat.”—hal. 91.

*****

Kalau aku harus menggambarkan An Ember in the Ashes dalam dua kata sifat, maka itu adalah memikat sekaligus brutal. Sabaa Tahir telah menciptakan dunia dengan perpaduan budaya Arab yang eksotis dan Romawi Kuno yang memesona.

Buku ini emang tebel banget ya, but no worries¸ Ladies and Gents, soalnya novel ini sama sekali nggak bosenin. Di sini, Sabaa lihai banget dalam membangun ketegangan dan menyisipkan teka-teki yang sedikit demi sedikit terpecahkan, sehingga aku nggak bosan membaca sebanyak 520 halaman. Yang ada malah nagih banget kepengen cepet-cepet namatin. Soalnya, aku penasaran, euy! Sejak awal cerita, aku sudah diseret ke dalam suasana yang tegang dan mencekam. Ketegangan semakin bertambah saat Laia menjalankan tugas mata-matanya. Salah satu scene yang bikin aku tegang banget adalah saat Laia menyelinap dari Blackcliff bersama Izzi untuk pergi ke Festival Bulan. Lagi asik-asiknya menikmati dansa, tiba-tiba pasukan Martial datang untuk membubarkan festival itu. Otomatis, Laia dan Izzi harus buru-buru kembali ke Blackcliff, sebab kalau sampai ketahuan, mereka bakalan dihukum habis-habisan oleh Komandan. Untung ada Elias yang menolong mereka, walaupun nyaris banget ketahuan sama Komandan.

Sabaa menggunakan sudut pandang pertama dari kedua tokoh utama. Aku pribadi suka dengan cara penceritaan seperti ini, karena aku jadi bisa tahu apa yang ada di kepala masing-masing tokoh utama. Menurutku, Sabaa melakukan pergantian sudut pandang dari Laia ke Elias dengan halus sehingga tidak menimbulkan kebingungan.

Alur cerita dalam novel ini bergerak maju dengan beberapa kilas balik dalam narasinya. Agak lambat untuk seleraku. Mungkin karena ini buku pertama sehingga fokus utama adalah pengenalan tokoh dan worldbuilding. Dunia dalam buku ini cukup detail. Aku bisa merasakan betapa kerasnya kehidupan di Imperium, betapa mencekamnya malam-malam yang harus mereka lalui. Cerita semakin memikat dengan kemunculan makhluk-makhluk mistis dari dongeng seribu satu malam seperti jin, ifrit, ghul, dan Nightbringer. Oh, ya, aku memang penggemar dongeng seribu satu malam 😀

Sayangnya, aku agak kecewa di sisi romansanya. Sebagai penggemar genre romance, aku mengharapkan interaksi yang lebih banyak antara Laia dan Elias, atau Helene dan Elias. Atau Laia dan Keenan aja juga ngga papa deh, asalkan romance-nya ditambahin dikiiit lagi #ngarep# Ketertarikan antara Laia dan Elias menurutku dangkal, karena hanya berdasarkan fisik semata, tanpa ada elaborasi lebih jauh.

“Tepukan di bahuku semakin keras, dan aku berbalik, berniat mengusir Cadet itu. Namun, aku berhadapan dengan seorang gadis-budak yang mendongak menatapku melalui bulu matanya yang lentik. Getaran panas dan mendalam berkobar dalam diriku melihat matanya yang hitam cemerlang. Untuk sesaat, aku lupa namaku sendiri.”—hal. 151-152.

Beda halnya dengan hubungan Elias dan Helene. Mereka sudah bersahabat selama 14 tahun, dan selama itu mereka sudah mengalami berbagai hal bersama. Aku memang terbelah dalam hal ini. Aku mau Laia dan Elias jadian karena sepertinya mereka memang ditakdirkan bersama. Tapi aku juga senang kalau Elias akhirnya memilih Helene karena mereka serasi banget. Intinya, sama siapa pun Elias nanti, aku tetap dukung. Gimana dengan Laia dan Keenan? Yah, well, Keenan is a sweet boy, tapi aku nggak ngerasain chemistry yang berarti antara dia dan Laia. Jadi, aku lebih memilih untuk melihat dulu maaauuu dibaaawa ke mannaaa hubungan kitaaa #eaaaaa #malahnyanyik

Terus, menurutku tokoh utama wanita di buku ini adalah Helene, bukan Laia. Sebab, cerita lebih banyak berkisar di kehidupan Blackcliff serta Ujian yang sedang berlangsung, yang artinya lebih banyak menceritakan Helene, sedangkan Laia seakan stuck dalam tugas budak-garis-miring-mata-mata-nya. Tapi, aku senang mengikuti interaksi dia dengan Izzi, terasa alami layaknya gadis-gadis muda yang senang bergosip, walaupun yang mereka gosipkan adalah sang Komandan yang mengerikan.

Another downside, banyak adegan kekerasan di sini. Rape, slavery, abuse, lengkaplah pokoknya. Meski bikin aku sering mengernyit, aku bisa memahami karena latar cerita ini terinspirasi dari kehidupan Sparta yang keras.

Karakter

Tokoh sentral dalam novel ini secara garis besar ada lima, yaitu Laia, Elias, Keenan, Helene, dan Komandan Keris Veturia.

Laia digambarkan sebagai seorang gadis cantik yang memiliki rambut gelap dan mata emas. Dia cenderung penakut tapi memiliki daya juang yang kuat. Honestly, aku nggak terlalu terkesan sama dia. Aku lebih suka sama tokoh-tokoh yang badass dan sassy macam Feyre di ACOMAF gitu deh. Tapi aku paham kenapa dia digambarkan seperti ini. Maksudku, di sini kan sudah ada Helene yang kuat. Kalau Laia jagoan juga, ditambah lagi Komandan, bisa pusing entar si Elias dikelilingi cewek-cewek tangguh. Hehehe…

Oke, serius. Meskipun penakut, Laia sangat setia sama kakaknya. Dia rela mengambil risiko terbunuh demi menyelamatkan kakaknya dari penjara Imperium. Ini bikin aku respek sama dia. Andai aku di posisi dia, belum tentu aku sanggup menjalani apa yang Laia hadapi. It’s just… she’s not my type of heroine.

Elias Veturius, terlepas dari kemampuan bertarungnya yang mematikan, adalah pribadi yang halus dan lembut. Dia juga berparas tampan dengan perawakan yang tinggi dan gagah. Cewek mana pun pasti tergila-gila sama dia. Masalahnya, karena kepribadiannya yang halus dan lembut itu, Elias jadi agak-agak kurang tegas gitu. Apalagi kalau menyangkut masalah cinta. Dia ini bimbang terus bawaannya. Duh! Kalo di dunia nyata, dia ini pasti termasuk dalam gerombolan cowok yang sering PHP nih, walaupun tanpa sengaja.

Betewe, kalian bisa bayangin nggak sih gimana rasanya pakai topeng yang terbuat dari perak cair setiap hari, setiap waktu, tanpa bisa melepaskannya? Pasti gerah banget ya. Tapi itulah nasib yang harus dijalani oleh prajurit Mask. Seorang Mask harus mengenakan topeng perak seumur hidupnya. Topeng ini tidak biasa, karena begitu dikenakan, maka semakin lama topeng itu akan semakin menyatu dengan kulit wajah seolah menjadi kulit kedua bagi pemakainya. Yang unik sekaligus bikin merinding adalah, tampaknya, semakin topeng ini menyatu dengan kulit, segala kebaikan yang ada di diri si pemakai pun akan semakin menghilang, sampai akhirnya mereka akan menjadi prajurit yang tidak memiliki belas kasih. Namun, rupanya, hal ini tidak berlaku bagi Elias, karena topengnya tidak bisa menyatu dengan kulitnya. Elias benci banget pokoknya sama topengnya itu.

“…Aku benci cara topeng itu menempel padaku seperti semacam parasit. Aku benci cara topeng itu menekan wajahku, membentuk wajahku sedemikian rupa.”—hlm. 34.

Keenan di buku pertama ini masih agak misterius. Di awal pertemuan mereka, dia bersikap dingin pada Laia dan menentang keras saat Laia akan dikirim menjadi mata-mata Komandan. Menurutnya, Laia tidak akan mampu melakukan tugasnya dengan baik. Laia sebal karena Keenan meremehkannya. Tapi, lambat laun, cowok berambut merah ini mulai menunjukkan perhatian lebih pada Laia. Meski awalnya bersikap kasar, pada akhirnya dialah yang bersedia menolong Laia membebaskan kakaknya dan berusaha keras untuk mengeluarkan gadis itu dari Blackcliff.

Helene Aquilla adalah satu-satunya Mask perempuan di Blackcliff, selain sang Komandan. Dia juga salah satu prajurit terbaik di Blackcliff dan merupakan sahabat terdekat Elias. Saking dekatnya, Elias menganggap Helene sebagai dirinya yang lain. Namun demikian, Helene sangat berbeda dengan Elias yang cenderung memberontak. Helene sangat patuh pada peraturan dan setia pada Imperium. Dia gadis yang cantik dengan rambut pirang keperakannya yang menawan dan tubuhnya yang tinggi dan langsing.

Aku bersimpati banget sama Helene, soalnya dia ini kok malang banget ya. Laia masih punya kebebasan untuk memilih, tapi Helene tidak punya pilihan selain patuh dan setia pada Imperium. Yang paling bikin ngenes itu, tentu saja, cintanya pada Elias yang bertepuk sebelah tangan.

“Mencintaimu adalah hal terburuk yang pernah terjadi padaku—lebih buruk daripada cambukan Komandan, lebih buruk dari Ujian. Ini siksaan, Elias.”—hlm. 380.

Puk puk Helene 😥

Keris Veturia adalah tokoh yang paling bikin aku penasaran. Dia ini kayak yang tahu segala-galanya, padahal dia cuma manusia biasa, walaupun emang sih dia salah satu Mask paling kuat di Imperium. Terus, dia ini seperti punya agenda sendiri, entah apa motif dan tujuannya. Aku juga nggak habis pikir, kenapa dia benci banget sama Elias. Sekesal-kesalnya sama anak, yang namanya ibu pasti sayang donk ah sama anaknya #emakbaper -_-

Ending

Seperti halnya novel-novel serial lainnya, ending cerita ini menggantung. Tapi tenang aja, karena buku kedua versi English-nya sudah terbit, jadi seharusnya kita bisa berharap nggak perlu terlalu lama nungguin versi terjemahannya.

Alih bahasa dan desain cover

Dari segi terjemahan, kuacungkan dua jempol buat Yudith Listiandri. For your information, sebelum versi bahasa Indonesia ini terbit, aku sudah baca versi English-nya, jadi aku bisa bandingin. Aku salut sama penerjemahnya karena berhasil mengalihbahasakan novel ini secara mengalir dan enak dibaca.

Cover buku ini cantik banget. Paling cantik dari semua versi yang ada, menurutku. Buat para bibliophile dan bookstagrammer di luar sana, buku ini pas banget buat kalian untuk dikoleksi karena very collectable and instagramable. Ditambah lagi bookmark yang menjadi bonusnya juga keren banget.

Overall

Ini salah satu novel young-adult paling keren yang pernah aku baca sampai saat ini. Cerita yang memukau, terjemahan yang mengalir lancar, plus desain cover dan bookmark yang cantik bikin novel ini layak menghuni rak novel kamu. Dan, kalo kamu penggemar genre distopia, thriller, misteri, dan nggak terlalu keberatan sama scene-scene yang agak sadis, then this one is definitely for you.

My rating: ♥♥♥♥♥

banner-ember-blogtour

And now, giveaway tiiiiime! ^_^

Oke, seperti yang mungkin sudah kalian tahu, bakalan ada giveaway di akhir blogtour ini. Akan ada satu buah buku An Ember in the Ashes untuk satu pemenang, dan satu buah merchandise keren untuk satu pemenang. Syarat untuk mengikuti giveaway ini sebagai berikut.

  1. Follow akun Instagram @gitaputeri.y atau add FB Gita Puteri Yani
  2. Follow akun Instagram @penerbitspring atau Like FP Penerbit Spring
  3. Follow blog Rak Novel Gita melalui wordpress atau email.
  4. Jawab pertanyaan dari masing-masing host blogtour. Untuk mengetahui pertanyaan lainnya, silakan kunjungi blog Gea, Tya, Ratna, dan Nay.

Pertanyaan hari keempat:

Siapa nama lengkap ibu kandung Elias?

Gampang banget, kan. Jawabannya tuliskan di kolom komentar di FP Penerbit Spring bersama jawaban pertanyaan dari host blogtour lainnya pada tanggal 24 Desember 2016 nanti.

Sementara menunggu giveaway utama, ikutan mini giveaway dulu ya. Hadiahnya berupa collectable bookmark set An Ember in the Ashes untuk satu orang pemenang. Caranya sebagai berikut.

1. Follow akun Instagram @gitaputeri.y atau add FB Gita Puteri Yani

2. Follow akun Instagram @penerbitspring atau Like FP Penerbit Spring

3. Follow blog Rak Novel Gita melalui wordpress atau email.

4. Share artikel ini ke media sosialmu dan beri hashtag #GAEmberRakNovelGita

5. Jawab pertanyaan berikut.

a. Kalo kamu jadi Laia, siapa yang kamu pilih, Elias atau Keenan? Kenapa?

b. Kalo kamu jadi Helene, mana yang lebih utama buat kamu, Imperium atau cinta? Kenapa?

6. Tuliskan data dan jawaban kalian di kolom komentar di bawah ini dengan format:

Nama:

Link share:

Jawaban:

Mini giveaway ini akan ditutup pada tanggal 25 Desember 2016 pukul 23.59 WIB. Pemenangnya akan aku umumin secepatnya di blog dan Instagram-ku.

Good luck and until my next post, Fellas!

Gita

Iklan

24 thoughts on “[Resensi] Blogtour + Giveaway: An Ember in the Ashes by Sabaa Tahir

  1. Nama: Rimadian Ulfa Y (@AdinRim)

    Link Share:
    ~ mobile.twitter.com/AdinRim/status/811806497432707072

    ~ mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=394032114270845&id=100009921783980&refid=17&_ft_=top_level_post_id.394032114270845%3Atl_objid.394032114270845%3Athid.100009921783980%3A306061129499414%3A2%3A0%3A1483257599%3A5378083877172499542

    Jawaban
    a.
    Aku pilih Elias, karena:
    1) Elias&Laia bukan orang merdeka
    2) nasib mereka saling silang, masa depan Elias yg cerah tapi mengekang, sementara Laia harus jadi budak dan mata-mata dengan masa depan yg belum bisa diprediksi.
    3) keputusan yg mereka ambil sama-sama memengaruhi nasib Imperium.

    Jadi di antara mereka ber-2 punya kesamaan (saling memahami) serta perbedaan (saling melengkapi)

    b. Kalau aku jadi Helene, aku memilih imperium, karena itu sudah sesuai dengan sifatku yaitu sangat patuh pada peraturan dan setia pada Imperium yg merupakan sebuah tanggung jawab. Sementara untuk cinta bisa sedikit dikesampingkan, toh hasilnya belum jelas mau bagaimana.

    Suka

  2. Nama: Erika Putri Gustiana
    Twitter: @erikagustyana
    Link Share: https://twitter.com/ErikaGustyana/status/811842839025856512

    Jawab:
    a. Aku pilih Keenan.. wkwk gak tau kenapa memang aku setelah baca keempat resensi di blogtour kali ini langsung suka sama sifatnya Keenan. Tipe cowok idealku memang sepei Keenan sih. wkwkk
    b. Aku mending milih Imperium, karena aku orangnya termasuk yang lebih mementingkan kesetiaan terhadap sesuatu dibandingkan cinta itu sendiri. Hee

    Suka

  3. Nama : Wanda Istiqomah Z.
    Link share : https://mobile.twitter.com/wandha_i/status/811851111569076225
    Jawaban :
    a. Jika aku menjadi Laia, aku akan memilih Keenan. Menurutku, Elias memang memiliki beberapa persamaan sekaligus perbedaan dengan Laia yang membuat cerita di antara mereka semakin menarik. Namun, Laia tidak membutuhkan sosok pemberontak yang glamour. Dia justru lebih membutuhkan sosok pemuda baik hati seperti Keenan yang akan mampu membantu dan melindunginya tanpa harus terlibat jauh dengan beban yang dimiliki pria itu, karena dalam diri Laia sendiri dia telah memiliki banyak beban.
    Lagi pula, dalam sebuah cerita, kedua tokoh utama (dalam hal ini Laia dan Elias) tidak harus selalu berakhir bersama, bukan?
    b. Jika aku menjadi Helene, aku akan lebih mengutamakan cinta setelah melalui beberapa pertimbangan. Helene memang digambarkan sebagai sosok yang kuat dan patuh. Tapi bagaimanapun dia juga seorang gadis yang menginginkan cinta. Apalagi, yang dicintainya adalah seseorang yang tumbuh dewasa bersama dirinya.

    Suka

  4. nama: Fanny
    link share:

    a. Kalo kamu jadi Laia, siapa yang kamu pilih, Elias atau Keenan? Kenapa?
    Jawaban: aku pilih Elias. Bukan, bukan (cuma XD) karena dia ganteng, tapi karena dia adalah petarung yang tangguh dan kuat (walaupun katanya suka galau kalo masalah cicintaan XD). tapi aku sebagai Laia yang tujuan utamaku adalah nyelamatin abangku, aku bakal pilih Elias karena dia bisa berguna buat rencanaku *ketawa licik*. kan macem sekali mendayung duo tigo pulau terlewati, dibantuin bebasin si abang iya, dapet ayang ganteng juga iya, ihihihik

    b. Kalo kamu jadi Helene, mana yang lebih utama buat kamu, Imperium atau cinta? Kenapa?
    Jawaban: Cintaaaaa. Aku (Helene) yang gak pernah diberi kebebasan memilih itu lama-lama bakal ngerasa tertekan dan tergoda untuk berontak (apalagi godaannya bentuknya macam Elias, duh mana kuat :”D). Belum lagi pemerintahan Imperium itu otoriter, membela pemerintahan seperti itu akan membuatku merasa tertekan dan terbebani. Jadi aku pilih cinta aja, walau akan ada banyak rintangan, tapi aku bertarung sesuai kata hatiku dan bukannya bertarung untuk mereka yang salah. Aku yakin apapun yang aku pilih aku akan bisa menjalaninya dengan baik, kan aku Helene yang tangguh 8D

    Suka

  5. Nama : Ayu Calista

    Link share: https://twitter.com/ayucalista18/status/811797450155442176

    A. Kalau aku jadi Laia, aku akan memilih Elias. Karena, sifat mereka itu saling melengkapi dan punya tujuan yang sama. Memerdekakan dirinya sendiri. Sifat Laia yang cendrung penakut dan tetap berkeras menyelamatkan kakaknya. Sedangkan Elias, walau anak Sang Komandan tapi dia juga bosen memakai topeng dan menjalan segala jenis aturan yang terlalu ketat untuk dirinya sendiri. Kalau mereka bergabung pasti bisa bebas dari jerat yang diciptakan Sang Komandan.

    B. Kalau aku jadi Helene, aku memilih Imperium. Bukan karena cinta itu hal jelek atau alasan kesetiaan tapi demi menjalankan misi sendiri. Yaitu memerdekakan budak yang selama ini direbut kehidupannya oleh Sang Komandan. Aku sebagai Helene bakal berjuang mati-matian untuk menjatuhkan tahta kekaisaran Sang Komandan dan algojonya dengan beberapa bantuan dan rencana terperinci pastinya. Sampai Aku(Helene) berkuasa dan membebaskan semua orang yang terperangka dalam topeng penghisap jiwa itu.

    Suka

  6. Nama: Bety Kusumawardhani
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/811914833285279744?p=v

    Jika aku menjadi Laila, aku akan memilih Keenan yg tegas dan selalu siap atau sigap menolong Laila. Seseorang yg luarnya cuek, biasanya sekali memberikan perhatian langsung membuatmu terpesona. Pasti perhatiannya so sweet.. Ingatlah jika cewek butuh cowok yg tegas dalam segala hal terutama masalah cinta. Bukankah di-php-in itu sangat menyakitkan?

    Jika aku menjadi Helene, aku akan memilih cinta. Bukannya aku mengabaikan kewajiban, namun jika seseorang hanya fokus pada pekerjaannya saja, dia akan menjadi robot yg selalu diperintah oleh program yg bisa membuatnya stres apalagi Imperium tidak memberinya kebebasan sedikitpun meski dia adalah seorang prajurit terbaik yg seharusnya diberi sedikit ruang untuk bernapas sebagai reward dari prestasinya. Cinta bisa membuat hidup seseorang lebih berwarna, tidak hanya monoton terkekang peraturan.

    Suka

  7. Nama : Tri Indah Permatasari
    Link share ;
    – IG : https://www.instagram.com/p/BOVYo4eD90o/
    – FB : https://mobile.facebook.com/photo.php?fbid=10202749754742782&id=1767182142&set=a.10202742051310201.1073741830.1767182142&refid=17&_ft_=top_level_post_id.10202749754702781%3Atl_objid.10202749754702781%3Athid.1767182142%3A306061129499414%3A82%3A0%3A1483257599%3A6697823714792552101#footer_action_list

    Jawaban ;
    A. Tentu saja aku memilih Keenan, bahkan sejak Spring merilis pertama kalinya bookmark novel ini aku langsung jatuh hati pada Keenan tanpa tahu bagaimana kepribadiannya. Dan setelah melalui review keempat host blogtour, satu per satu alasannya mulai bermunculan. Aku sangat menyukai Keenan. Selain pengambaran penampilannya yang oke punya, aku juga suka Keenan yang baik hati tapi sok jaim sama Laia bikin gemes!!!

    B. Menjadi Helene sungguh sangat sulit, tapi di sisi lain dia begitu mengagumkan. Tentu saja aku tetap akan setia pada Imperium. Bukankah kita tahu, kalau jodoh itu sudah merupakan kuasa Tuhan. Seperti apapun kerja keras kita jikaTuhan berkata lain, maka terimalah. Walaupun gak jodoh sama Elias, aku yakin Helene mempunyai hati yang tangguh. Tidakkah membanggakan jika kita dicintai oleh banyak orang, dqri pada membuat hati tersakiti karena mengharap cinta yang tak pasti.

    Suka

  8. Nama : Mimi Fachriyah

    Link share : https://mobile.twitter.com/mimichinori/status/812134841177153536?p=v

    Jawaban :

    a. Kalo aku jadi Laia, aku (pasti) pilih Elias. Karena aku mau banget diphp-in Elias #eh. Gak gitu. Selain Elias itu tampan, aku suka semangat berjuang Elias untuk lepas dari belenggu. Dia tidak berpangku tangan begitu saja menerima keadaan. Karena memang seharusnya manusia memiliki kebebasan untuk hidup. Pokoknya kalau aku jadi (siapapun) satu tokoh wanita di novel ini, aku akan memilih Elias. #fansEliasgariskeras

    b. Kalo aku jadi Helene, aku pilih cinta. Sepertinya aku tidak akan sanggup hidup di imperium yang ‘kejam’. Aku akan lebih memilih memperjuangkan cintaku untuk Elias. Iya, Elias.

    Suka

  9. Nama: Aulia
    Link share:
    1. https://www.instagram.com/p/BOWBsUxjZem/?taken-by=nunaalia
    2. https://www.facebook.com/nunaa.lia.3/posts/796452597164011

    Jawaban:
    a. Kalo kamu jadi Laia, siapa yang kamu pilih, Elias atau Keenan? Kenapa?
    Elias. Bersama Elias mungkin tidak akan mudah karena perbedaan mereka. Namun hidup Laila akan lebih berwarna, dan lambat laun ia akan menjadi perempuan yang kuat juga untuk mendampingi Elias.

    b. Kalo kamu jadi Helene, mana yang lebih utama buat kamu, Imperium atau cinta? Kenapa?
    Imperium, karena melihat sifat Helena yang selama ini sudah patuh pada peraturan dan setia pada Imperium. Yakin saja suatu saat Helena akan mendapatkan kebahagiaan dari kesetiaannya terhadap Imperium.
    Lagi pula bukankah cintanya bertepuk sebelah tangan? Sangat menyakitkan berharap pada cinta yang seperti itu.

    Suka

  10. Nama: insan gumelar ciptaning gusti
    Link: https://twitter.com/san_fairydevil/status/812180589960794112

    Jawaban:
    a. Kalo jadi Laia aku akan milih Elias soalnya Laia orangnya kalem, jadi harus disatuin dengan yang begajulan.

    b. Kalo jadi Helene ya sama Keenan yang penuh perhatian walaupun dingin, kenapa? Karena Helene yang merupakan versi cewek dari Elias kalo dipertemukan dengan Elias bisa-bisa perang dunia, gara-gara enggak ada yang jadi penenangnya.

    Suka

  11. Nama : Humaira Balfas

    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/812190980816240640?p=v

    Jawaban :

    a. Kalo kamu jadi Laia, siapa yang kamu pilih, Elias atau Keenan? Kenapa?

    »» Elias. Setampan dan sebaik-baiknya Keenan, yang kepribadiannya lain dan rada langka biasanya lebih menggiurkan, hehehe. Bersama Elias aku merasa jika aku bisa belajar banyak darinya, meningkatkan kemampuan diri untuk bebas dari yang namanya perbudakan dan menghilangkan status tersebut. Bersama Elias aku merasa bisa merubah Imperium yang terlalu kejam. Bersama Elias aku bakal merasa klop dan seperti sendal, kami beda tapi tetap beriringan.

    b. Kalo kamu jadi Helene, mana yang lebih utama buat kamu, Imperium atau cinta? Kenapa?

    »» Jika aku jadi Helene, sepatuh-patuhnya aku (Helene) pada Imperium, tetap butuh cinta dalam hidup meski menyakitkan. Cinta adalah hal absurd yang mutlak adanya dan sesuatu yang tak bisa ditolak kehadirannya. Jadi Helene itu seperti makan buah simalakama. Pilih Imperium tersiksa, pilih cinta terluka.

    Suka

  12. Nama: Rosi Eksalanti
    Link share: https://mobile.twitter.com/rosieksa/status/812253220642770944
    Jawaban: 1. Kalau aku jadi Laia, maunya pilih Elias. Bukan apa-apa..karena dia itulah tokoh pria utama. Haha. Aku rasa takdir pun sudah menjatuhkan keputusan bahwa Laia itu untuk Elias. Dan Elias itu tipe cowokku bangeet😘
    2. Kalau jadi Helene, tentu aku lebih pilih Imperium. Kenapa ya, um, cinta bisa ditemukan di mana saja. Apalagi jelas-jelas Elias nggak punya rasa. Daripada capek hati..haha 😀

    Suka

  13. Nama: Silvia
    Link share: https://twitter.com/fictionlists/status/812266928366501888
    jawaban:
    untuk pertanyaan pertama, aku memilih Elias karena dari review yang kubaca dia adalah sosok laki-laki yang tangguh dan tampan. tapi tidak hanya itu, ia juga memiliki kesulitan dan frustasi dalam hidup. tipe laki-laki yang minta disayang hehe.
    untuk pertanyaan kedua, aku memilih cinta karena apalah arti hidup tanpa cinta, tanpa mencintai sesama dan dicintai. tanpa cinta hidup akan kosong kan…

    Suka

  14. Nama: Rinita
    Link share: https://mobile.twitter.com/RinitAvyy/status/812309650309779456?p=v

    Jawaban:
    A. Elias. (karena sosok Laila dan Elias dalam bayanganku, persis sekali kisah disney/kisah negeri dongeng di kerajaan. Penuh romantisme dan banyak bagian yg–ku tebak–pasti di favoritkan pembacanya.

    B. (Kalo dua-duanya boleh nggak?) bukan bermaksud serakah, tetapi kewajiban dan hak kan harus seimbang. Kewajiban Helene pada Imperium, pun hak-nya sebagai seorang manusia yg butuh kebahagiaan melaui kisah cinta. Kalaupun keadaannya mendesak, mungkin dengan terpaksa (mengingat ini tanggung jawab). Imperium-lah pilihan pertamaku untuk segera di urus dan di selesaikam problems-nya. Karena disitu banyak sekali kewajibannya. Yeah, seperti sebuah kata-kata mutiara. Dahulukan dulu kepentingan umum (Imperium) dari pada kepentingan pribadi (cinta).

    Suka

  15. Nama: Larastanie Afdha
    Link share: https://mobile.twitter.com/Larasta_/status/812439733578014721?p=v

    Jawab:
    A. Aku pilih Elias, karena diantara persamaan dan perbedaan Elias dan Laia, mereka juga mempunyai takdir yang saling silang. Tapi diantara perbedaan serta persamaan itu mereka malah terlihat cocok untuk bersama.

    B. Imperium. Karena Helena yang dari awal sudah setia dan patuh kepada imperium, sudah seharusnya ia tidak mengabaikan apa yang sudah menjadi tanggung jawab dia diawal. Walaupun cinta datang kemudian, Helena tetap tidak boleh mengabaikan Imperium yang sudah menjadi tanggungan nya.

    Suka

  16. nama: Rizki Fitriani
    link share: https://twitter.com/Kikii_Rye/status/812253761569554432

    jawaban:
    a. jika aku sebagai Laia, aku akan memilih Elias. karena takdir Laia saling silang dg Elias. karena Elias bisa membebaskan kakak Laia. Elias adalah cowok idaman wanita masa kini, ngebayangin Elias sambil mantengin set bookmark An Ember udah bikin aku senyum gimana mereka akan sering bertemu dan berhubungan, meski dalam posisi calon kaisar dan budak. dan dengan Elias, Laia berjuang bersama untuk mencapai kebebasan

    b. akan memilih imperium. karena imperium sudah menjadi kewajiban Helene. Kewajiban terlebih dahulu sebelum Hak, kalopun hak Helene akan cinta tidak bisa ia dapat setidaknya dia telah menjalankan kewajiban yg merupakan amanat.

    Suka

  17. Nama: Rohaenah
    Link share: https://twitter.com/rohaenah1/status/812645613703598080
    Jawaban: a. Pilih Elias dong. Tampan, tinggi, gagah, pejuang sejati. Kurang apalagi coba. Meskipun agak plin plan mungkin karena memang ceritanya masih belum kelar sampai buku berikutnya. Keenan untuk ukuran cowok masih terlalu manis* emangnya gula😆
    B. pilih Imperium. Karena kalo pilih Elias, seperti tadi kubilang masih plin plan, selain itu aku sih ngarep nya Elias ama Laila. Fix

    Suka

  18. Rini Cipta Rahayu
    https://twitter.com/RiniCipta/status/813056602857033728

    1. Pilih Keenan. Elias mungkin gagah, tampan dan prajurit yang jago tapi aku tetap nggak bisa kompromi sama cowok yang nggak tegas, rawan PHPin, meski secara nggak sadar. Kalo Keenan, meskipun dingin tapi secara terang-terangan membantu membebaskan kakakku. Jelas dia perhatian dan mengkhawatirkanku kan? Talk less do more, sih kata orang. Yang tipikal begini yang sukses bikin glepar-glepar wkwk

    2. Imperium. Ketika menjadi prajurit nggak boleh egois lah. Kepentingan banyak orang itu wajib diutamakan, apalagi jika kita mendapat amanah yang besar. Cinta memang perlu diperjuangkan, tapi ketika keadaan gawat darurat kita juga harus bisa memosisikan diri. Helene juga tipikal straight yang tunduk akan peraturan. Jadi bisa dipastikan pendiriannya tak akan mudah goyah hanya karena digoda oleh cinta.

    Suka

  19. Ping-balik: [Chit-Chat 2] Book Haul Jan-Feb 2017 | Rak Novel Gita

  20. Ping-balik: [Chit-Chat 3] Book Haul Jan-Feb 2017 | Rak Novel Gita

  21. Ping-balik: [Resensi] The Wrath and the Dawn by Renee Ahdieh | Rak Novel Gita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s