[Resensi] Blog Tour + Giveaway: I Want to Eat Your Pancreas by Sumino Yoru

Resensi Pancreas-682x512

🎀 Detail Buku:

Pancreas Blurb-512x631

🎀 Blurb

Pancreas Blurb

🎀 Sinopsis

“…Makanya, aku mau makan pankreasmu.” -hlm. 9.

Yamauchi Sakura divonis menderita penyakit pankreas dan usianya dinyatakan hanya tinggal beberapa tahun saja. Tidak ada seorang pun yang tahu tentang penyakitnya ini kecuali keluarganya, dan seorang teman sekelasnya yang pendiam dan cuek.

Si Aku tidak sengaja menemukan buku harian milik Sakura. Dia tidak menyangka gadis yang begitu ceria dan banyak tertawa itu menderita penyakit yang mematikan. Tapi, karena itu bukan urusannya, jadi dia cuek saja. Apalagi dia juga sudah berjanji pada Sakura untuk merahasiakan masalah penyakitnya itu dari teman-teman mereka. Maka dari itu, dia akan bersikap cuek seperti biasa.

“Eh! Hanya itu? Apa tidak ada hal lain yang ingin kau sampaikan?” Dia meninggikan suara layaknya seseorang yang tidak puas.

“… Yaah, memangnya apa yang bisa kukatakan kalau ada teman sekelas yang berkata bahwa sebentar lagi dia akan mati?”

“Hm, kalau aku, mungkin akan kehilangan kata-kata.”

“Betul. Jadi, paling tidak hargai aku yang tidak hanya diam saja.”

Gadis itu terkekeh sambil berkata, “Benar juga, ya.” -hlm. 24.

Ternyata, Sakura tidak membiarkannya bersikap cuek. Sejak pertemuan mereka yang tidak disengaja itu, dia selalu mendekati si Aku. Dia menyeret si Aku ke sana kemari untuk menemaninya. Setiap kali si Aku protes, Sakura akan mengeluarkan jurus mautnya: dia ingin melakukan banyak hal sebelum mati. Maka runtuhlah pertahanan si Aku. Tapi, walaupun sering ogah-ogahan, pada akhirnya si Aku menikmati diseret ke sana kemari oleh gadis itu.

“Akhirnya sampai! Wah! Bau ramen!”

“Bukannya itu hanya perasaanmu saja, ya?”

“Memang tercium, kok. Hidungmu rusak, ya?”

“Aku bersyukur karena yang rusak bukannya bagian otak, sama sepertimu.”

“Yang rusak pankreasku, lho.”

“Jurus maut itu, curang. Jadi mulai saat ini dilarang. Tidak adil.” -hlm. 94.

Kedekatan mereka lantas menarik perhatian teman-teman sekelas si Aku dan Sakura. Mereka merasa heran karena sifat si Aku dan Sakura sangat berlawanan. Si Aku bahkan sempat menerima perlakuan yang tidak menyenangkan gara-gara kedekatan mereka itu.

“Sa… Sakura… teman yang kau ajak itu… -kun?” -hlm. 69.

Meskipun banyak orang yang keheranan, nyatanya persahabatan si Aku dan Sakura semakin erat dari hari ke hari. Dan lambat laun, si Aku yang antisosial mulai membuka diri pada lingkungannya.

🎀 Ulasan

Cerita dibuka dengan narasi oleh si tokoh utama. Si Aku menceritakan peristiwa sedih yang terjadi pada hari itu. Tidak ada nuansa sedih atau menyayat hati. Hanya muram. Dan datar. Narasi ini benar-benar menggambarkan kepribadian si Aku yang pendiam dan jarang bergaul.

Kemudian narasi mundur ke saat awal terjalinnya pertemanan antara Sakura dan si Aku yang sifatnya bagaikan langit dan bumi. Pertemanan yang terjalin tanpa sengaja itu lama-kelamaan berubah menjadi ikatan persahabatan yang erat.

Cerita yang berpusat sepenuhnya pada interaksi si Aku dan Sakura ini menarik. Aku suka dengan dialog mereka yang kocak tapi sering kali memiliki makna yang sangat dalam. Topik pembicaraan mereka sering kali menyinggung tentang kematian dan sisa umur Sakura yang hanya beberapa tahun saja, tapi, entah bagaimana nuansanya jauh dari muram atau berat. Sebaliknya, baik dialog Sakura maupun narasi si Aku sering kali membuatku tertawa sambil memikirkan kembali makna kehidupan.

“Oh begitu, sayang sekali. Aku jadi tidak bisa memberikan pankreasku kepadamu.”

“Kau tidak perlu memberikannya kepadaku.”

“Kau tidak ingin memakannya?”

“Bukannya kau akan mati gara-gara pankreasmu itu? Pasti serpihan jiwamu akan banyak yang tertinggal di sana. Jiwamu itu gaduh sekali.”

“Betul juga.” Kemudian dia pun tertawa riang, “Uwahahaha.” -hlm. 33.

Novel ini memang predictable. Tidak ada twist yang membuatku melongo saking nggak terduganya atau ngasih hangover whatsoever. Tapi, itu bisa dipahami karena novel ini memang bukan jenis novel yang membuat pembacanya harus berpikir keras atau lelah emosi jiwa raga karena naik-turunnya plot. Ini novel yang manis, menghibur, dan yang paling penting, memberikan banyak pelajaran yang berharga.

Aku salut dengan Sumino-sensei. Dia berhasil mengemas tema cerita yang sebenarnya berat dan suram menjadi ringan dan ceria. Tokoh-tokohnya yang sejujurnya sudah mainstream, tetap menarik hati. Dan kepiawaiannya dalam menuliskan narasi dan dialog yang lucu, cerdas, sekaligus penuh makna patut diacungi jempol.

“Aku juga pasti akan mati suatu saat nanti, seperti dirinya yang akan mati dalam waktu dekat. Tidak tahu kapan, tapi kematian adalah sebuah masa depan yang sudah pasti. Bahkan mungkin saja aku mati sebelum dia.” -hlm. 16.

🎀 Karakter

Sakura digambarkan sebagai gadis yang sangat ceria dan populer di antara teman-temannya, sedangkan si Aku digambarkan suka baca novel, pendiam, cuek, dan agak antisosial. Kalo kamu suka baca shoujo manga, pasti sering deh ketemu sama karakter-karakter seperti ini. Uniknya, nama si Aku yang merupakan tokoh utama tidak disebutkan hingga di penghujung cerita. Sebagai gantinya, Sakura dan teman-teman sekelas mereka memanggil si Aku dengan beberapa julukan. Sakura memanggil si Aku dengan beberapa sebutan unik. Contohnya, Teman Sekelas yang Tahu Rahasiaku-kun, Teman Sekelas yang Akrab Denganku-kun, Teman Sekelas yang Kejam-kun.

Awalnya memang agak aneh, tapi setelah aku masuk lebih jauh ke dalam cerita, tidak disebutkannya nama si Aku justru menguatkan karakternya yang tidak suka bergaul sehingga teman-teman sekelasnya otomatis tidak terlalu menganggap keberadaannya.

🎀 Ending

Akhir novel ini memang bukan jenis and-they-live-happily-ever-after, tapi bagiku tetap memuaskan dan heart-warming. Seperti yang si Aku bilang: bahagia, tapi juga sedih yang berharga.

“Karena sampai saat ini, aku tidak tahu kebahagiaan seperti ini, juga rasa pahit yang seperti ini.” -hlm. 278.

🎀 Alih Bahasa dan Desain Sampul

Penerjemahannya bagus. Nyaris tidak ada typo. Adanya catatan kaki untuk menjelaskan istilah-istilah dalam bahasa Jepang juga sangat membantuku dalam memahami cerita.

Untuk desain sampul, aku nggak pernah kecewa sama Penerbit Haru. Selalu cantik dan instagrammable. Bookmark-nya pun cantik. Bravo buat para desainer Haru 😘

🎀 Overall

Cerita-cerita drama dari Negeri Sakura tak pernah gagal membuatku berdecak kagum. Walaupun ceritanya dikemas dengan ringan, selalu ada saja pelajaran moral yang bisa diambil. Aku jadi nggak sabar kepengin nonton filmnya.

Aku rekomendasikan novel ini buat kamu yang suka atau lagi kepengin baca cerita drama remaja dan kehidupan sekolah dengan tema cerita yang tidak melulu tentang percintaan remaja.

“Kalau ada hal yang bisa kusyukuri karena berhadapan dengan kematian… adalah hal itu. Setiap hari, aku menjalani hidup sambil berpikir bahwa aku hidup.” -hlm. 64.

Pancreas Final Verdict 2

🎀🎀🎀

Terima kasih banyak untuk Penerbit Haru yang sudah ngasih kepercayaan padaku buat jadi host blog tour novel I Want to Eat Your Pancreas yang manis ini. Semoga kita bisa bekerja sama kembali di lain waktu.

Buat teman-teman host blog tour I Want to Eat Your Pancreas, SEMANGAT!!! 😘😚💪

🎀🎀🎀

Nah, sekarang saatnya kita ber-giveaway ria 😆 Siapa yang sudah nunggu?

Akan ada satu eksemplar novel I Want to Eat Your Pancreas di final giveaway di FP Penerbit Haru. Sebelum ikutan giveaway, cek rules-nya dulu ya.

1. Beralamat di Indonesia

2. Like fanspage Penerbit Haru

3. Follow akun Instagram  @gitaputeri.y dan @penerbitharu, dan Twitter @gitaputeri_y dan @penerbitharu

4. Follow blog ini melalui WordPress atau email.

5. Share artikel ini di medsos kamu. Bebas di medsos mana saja.

a. Jika di Twitter, mention aku dan cantumkan hashtag #BlogTourPancreas

b. Jika di Instagram, repost foto seperti foto yang paling atas di artikel ini yang sudah aku unggah di akun Instagram-ku, lalu tinggal ikuti syarat-syarat di caption-nya.

6. Tulis data diri kalian di kolom komentar di bawah ini:

Nama:

Nama akun:

Asal:

Link share/repost:

7. Jawab semua pertanyaan dari setiap host blog tour. Pertanyaanku sebagai berikut.

“Berapa nama panggilan Sakura untuk si Aku dalam postingan ini?”

Tulis jawabannya di FP Penerbit Haru setelah seluruh rangkaian blog tour ini berakhir. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya 😉

Nah, gampang, kan? Atau masih ada pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar atau DM ke IG atau Twitter-ku ya 😘

Berikut jadwal blog tour I Want to Eat Your Pancreas.

Blogtour Pancreas

Rak Novel Gita (kamu di sini)

Resensi Buku

Fabizdihar’s Blog

Blue Hood

Widy Bookie

See you next time,

Gita 😘

Iklan

27 thoughts on “[Resensi] Blog Tour + Giveaway: I Want to Eat Your Pancreas by Sumino Yoru

  1. Ping-balik: [Chit-Chat] Book Haul: April-May 2017 | Rak Novel Gita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s