[Chit-Chat] Book Haul: April-May 2017

PhotoGrid_1495709607020

Yuhuuu, Timbuneeers 🙋

Nggak kerasa udah masuk minggu ketiga aja yak. Dan bentar lagi Lebaraaaaan. Bentar lagi dapat te-ha-eeerrr. Bisa beli buku lagiiiii. Yeeeaaaaay #plak #ingettimbunanwoooi 😂😂😂

Jadi, selama bulan kemarin kamu sudah belanja buku apa aja? Sudah sejauh mana keberhasilanmu dalam menambah tinggi timbunan te-be-er kamu? Aku? Nggak banyak. Cuman nambah sebelas novel aja kok #kalem 😗 Tapi, tapi, lima dari sebelas buku itu freebies, kok. Jadi, total aku cuman beli enam novel aja dua bulan kemarin, plus buku anak buat Arya dan Fidel.

Yang paling berkesan selama Mei kemarin adalah aku akhirnya bisa memeluk novel yang sudah kunanti-nanti sejak tahun lalu. Trus, beberapa novel yang sudah lama jadi wishlist kenceng aku dapat dengan harga supermiring. Dan terakhir, aku dapat bookish thing gratis hasil menang giveaway. Aku hepiiiii 😍😍😍

Jadi, apa aja yang sudah aku dapat dua bulan kemarin? Here we go!

Freebies

PhotoGrid_1497492064496

1. Fix You by Vanillametzy

Mini review ==> #IGBookReview: Fix You

Novel ini dikirimkan oleh Penerbit Loveable untuk event Baca Bareng with Reader Squad di Instagram. Aku dan dua orang temanku dipilih sebagai perwakilan dari Reader Squad untuk event ini. Harusnya buku ini aku terima pertengahan Mei kemarin. Tapi, karena ada kendala di ekspedisinya, jadilah baru kuterima awal Juni. Oya, jangan lupa buat ikutan event-nya di Instagram-ku @gitaputeri.y ya. Cek banner di side bar blog ini untuk tau jadwal lengkapnya 😉

2. I Want to Eat Your Pancreas by Sumino Yoru

Resensi ==> I Want to Eat Your Pancreas

Aku memang sudah niat beli novel ini karena tertarik banget sama judulnya yang unik itu. Tapi, aku nggak sengaja liat pengumuman pencarian host blog tour buat novel ini lewat di linimasa Twitter-ku. Langsung deh aku daftar. Siapa tau kepilih. Eh, ternyata beneran kepilih. Alhamdulillah. Novel ini bagus deh, beneran. Aku suka banget sama narasi dan dialog tokoh-tokohnya. Quotable banget. Buat yang penasaran, baca dulu resensiku untuk novel ini ya 😊

3. Majo & Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon

Resensi ==> Resensi Majo & Sady Vol. 1

Aku dan sembilan book blogger lainnya diminta oleh Penerbit Haru untuk jadi host blog tour K-Toon Majo & Sady Vol. 1 dan 2. Aku seneng banget karena kembali dipercaya oleh Haru buat jadi host blog tour untuk salah satu buku mereka. K-Toon ini recommended lho, soalnya kocak banget. Dijamin bisa menghibur kamu yang lagi suntuk.

4. The Forbidden Wish by Jessica Khoury

Mini review ==> #IGBookReview: The Forbidden Wish

Kalo ada novel yang aku kepengen banget April kemarin, The Forbidden Wish-lah jawabannya. Beruntungnya, aku dipilih oleh Penerbit Spring jadi salah satu host book tour event untuk novel ini. Reaksiku waktu itu loncat-loncat sambil jejeritan heboh. Arya dan Fidel sampai bengong ngeliatin emaknya ketawa-tawa sendiri 😂😂😂

5. Loving the Pain by Rara Ayu

Resensi ==> Loving the Pain

Novel ini dikirimkan oleh Penerbit Histeria untuk event Obrolin Buku di Instagram. Aku nggak akan ngomong banyak, soalnya aku udah tulis resensinya. Langsung aja baca ya 😃

Haul

PhotoGrid_1496989634543

1. Caraval by Stephanie Garber, Rp. 63.000,-

Beli di Gudang Mizan Banjarmasin

Novel ini hype banget sejak Maret kemarin. Di mana-mana aku liat orang pada ngulas novel ini di IG mereka. Bahkan nggak sedikit yang nge-rave. Aku kan penasaran jadinya 😆 Kebetulan banget Reader Squad jadiin novel ini sebagai main project bulan Mei kemarin, jadi aku langsung beli. Dan ternyata… aku belum selesai baca sampai sekarang. Hahahaha 😆😅

2. The Streaming Staircase by Jonathan Stroud, Rp. 30.000,-

3. Clockwork Angel by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-

4. Clockwork Prince by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-

5. Clockwork Princess by Cassandra Clare, Rp. 50.000,-

Beli di Instagram @alikascorner

Empat novel di atas bekas semua tapi masih mulusss. Harganya miring banget, kan. Dan karena memang sudah ada di daftar wishlist-ku, langsung aku borong dah 😄😄😄

6. A Court of Wings and Ruin by Sarah J. Maas, versi hardcover, Rp. 268.000,-

Beli di Periplus

Mini review ==> #IGBookReview: A Court of Wings and Ruin 

Tanggal 2 Mei 2017 jadi hari yang ditunggu-tunggu para penggemar serial ACOTAR di seluruh dunia. Secara ya ACOWAR yang sudah dinanti selama setahun akhirnya terbit. Para bookstagrammer bule bahkan sampai count down d-days dan ngadain giveaway yang hadiahnya berhubungan dengan ACOTAR series untuk menyambut hari rilisnya novel ini. Aku jelas ikutan juga dong giveaway mereka, tapi, sayang, nggak menang semua 😄😅

PhotoGrid_1497490758559

7. Boardbook buat Arya dan Fidel, @Rp. 15.000,-

Beli di Gudang Mizan Banjarmasin

Arya sebentar lagi masuk sekolah, jadi aku rasa sudah saatnya buat mengenalkan buku ke dia. Aku mau nularin kegemaran baca buku ke anak-anakku supaya bukan emaknya aja yang jadi bookworm, anaknya juga 😁

IMG_20170526_113041_511

8. Booksleeve dari @thelitetree.co

Nah, ini dia bookish thing yang aku sebut-sebut di atas tadi. Aku sudah lama kepengen booksleeve, soalnya aku kalo pergi-pergi selalu bawa buku di tasku. Karena dijejalin di dalam tas bareng sama barang-barang yang lain, jadinya bukuku sering ketekuk. It really breaks my heart to see the wrinkled cover 😭😭😭 Aku sempet nanya-nanya di seller yang lain. Harganya sih cocok, tapi ongkirnya yang nggak cocok: lebih mahal dari booksleeve-nya, cyiiin. Padahal motifnya aku suka 😢 Mundur dulu deh. Eh, nggak taunya aku malah menang giveaway di LiteTree. Alhamdulillah, aku happy banget. Kalo udah rezeki emang nggak bakal ke mana-mana 😆😆😆

Booksleeve ini muat dua buku tebal atau 3-4 buku tipis. Kalo kuliat-liat, kayaknya kapasitasnya sampai seribu halaman. Sayangnya, nggak muat buat novel-novel impor yang hardcover macam ACOWAR. Kalo softcover aku nggak tau sih, soalnya nggak punya 😄

PhotoGrid_1497707243336

Bagusnya booksleeve dari LiteTree ini tuh ada zipper-nya. Jadi, bisa buat nyimpen hape atau barang-barang kecil juga tanpa takut kececer. Motifnya juga mayan unyu. Tapi, kalo boleh saran nih, tolong banyakin motif yang girly dong. Motif kayak menara Eiffel atau jam Big Ben London gitu oke juga. Warnanya juga banyakkin yang pastel cantik. Pokoknya yang girly dan unik aku suka 😍😍😍

Next, kalo ada rezeki, aku kepengen beli bookish candle mereka juga. Soalnya bagus-bagus ih, ada yang glitteran juga. Dan kata temen-temen wanginya juga enak-enak.

PhotoGrid_1497166871185

Nah, itu dia book haul-ku selama April-Mei kemarin. Kalo kamu, udah beli buku apa aja bulan kemarin?

Xoxo,

Gita 😘

 

[Chit-Chat] Book Wrap-up: May 2017

PhotoGrid_1497337632121

Hola, everyone 🤗

Kali ini aku mau pamer buku-buku yang berhasil aku tuntaskan bulan Mei kemarin. Bosan, kan, kalo pamer book haul mulu (walopun entar aku bakal posting book haul juga sih 😁), jadi kali ini aku mau kasih liat book wrap-up-ku.

PhotoGrid_1496989397696

1. A Court of Wings and Ruin by Sarah J. Maas, ⭐: 4.9/5

Mini review ==> #IGBookReview: ACOWAR

Kayaknya bulan Mei kemarin jadi bulannya ACOWAR yak. Secara  ya sejauh apa pun aku scrolling down linimasa Instagram-ku, pasti adaaa aja yang mamerin buku ACOWAR-nya. Bikin aku yang waktu itu masih nunggu-nunggu kedatangan ACOWAR-ku makin mupeng dan ngebet kepengen baca 😄 Aku suka banget sama ACOWAR, tapi harus kukatakan aku lebih suka sama ACOMAF. Tapi ACOWAR tetep recommended, kok. Terutama kalo kamu sudah ngikutin serial ini sejak ACOTAR.

2. Majo & Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon, ⭐: 3.75/5

Resensi ==> Majo & Sady Vol.1

Ini komik-slash-novel beneran kocak sekaligus absurd. Baca ini dijamin bakalan ngakak-ngakak sendiri. Aku kepengen beli jilid duanya, tapi masih bokek. Ada yang mau nyumbang? 😁

3. The Wrath and the Dawn by Renee Ahdieh, ⭐: 5/5

Review coming soon.

Aku hangover setelah baca novel ini. Khalid unch unch unch 😚😚😚 Aku nggak akan ngomong banyak tentang novel ini sekarang, soalnya, Insya Allah, aku akan pos resensinya dalam waktu dekat.

4. So, I Married the Anti-fan by Kim Eun Jeong, ⭐: 3.5/5

Review coming soon.

Novel ini juga lucu. Lumayan menghibur. Si Hu Joon nyebelin banget deh ah. Resensinya masih aku garap dan akan tayang dalam waktu dekat… kalo nggak malas lupa 😄😆

5. Loving the Pain by Rara Ayu, ⭐: 2/5

Resensi ==> Loving the Pain

Oke, bukannya jelek banget, sih, cuman menurutku novel ini bisa lebih bagus kalo dipoles lagi. Selain itu, penyuntingannya jelek. Typo-nya bertebaran, tata bahasa dan EYD-nya ancur. Bikin aku jadi tersendat-sendat bacanya 😔

Nah, itu dia buku-buku yang berhasil aku selesaikan bulan kemarin. Memang nggak banyak sih, cuman lima buku. Tapi, buat snail reader macam diriku yang biasanya cuman mampu ngabisin satu atau dua buku per bulan, berhasil membabat lima buah TBR dari timbunanku yang tinggi banget itu udah prestasi banget loh. Jadi, aku bangga dengan diriku sendiri 😄

So, gimana dengan kamu? Berapa buku yang berhasil kamu tamatin selama Mei kemarin?

Xoxo,

Gita 😘

[Resensi] Loving the Pain by Rara Ayu

IMG_20170614_094611-01

🌸 Detail Buku

PhotoGrid_1497423512794

🌸 Blurb

PhotoGrid_1497422432785

🌸 Sinopsis

“Cinta itu bukan siapa yang kuat maka dialah yang bertahan. Tapi cinta adalah siapa yang ikhlas maka dialah yang menang.”

Risa Kirana, seorang karyawan berusia 24 tahun, hanya menginginkan kehidupan yang tenang bersama putranya, Kayhan, yang baru berumur 5 tahun. Risa menjalani hidupnya dengan riang dan penuh semangat. Namun, segalanya mulai berubah sejak dia bertemu dengan CEO perusahan tempat dia bekerja.

Javier Cana Gomez adalah seorang pria yang sukses meskipun usianya masih muda, 27 tahun. Dia tampan dan berkuasa sehingga banyak wanita yang menginginkan dirinya. Namun sayang, sepertinya dia tidak tertarik.

Risa dan Javier bertemu secara tak sengaja. Risa ternyata bekerja di perusahaan tempat Javier menjadi CEO-nya. Sejak pertemuan pertama mereka, Javier sudah merasakan ketertarikan yang tak biasa pada Risa. Ketertarikannya semakin meningkat seiring interaksi mereka yang semakin sering, hingga pada akhirnya Javier memutuskan untuk menjadikan Risa miliknya.

Apakah Risa menerima sang pria idaman? Ternyata tidak. Risa tidak membutuhkan pria. Setidaknya, tidak untuk saat ini. Tapi, Javier sangat gigih dalam mengejarnya sehingga sering kali membuat Risa kelimpungan sendiri. Ditambah lagi, Kayhan sangat menyukai si ‘Om Api’ ini. Setelah mempertimbangkan segalanya, Risa akhirnya menerima Javier.

Risa berharap dia bisa memulai hidup baru yang bahagia bersama Javier dan Kayhan. Akan tetapi, sejumlah rahasia masa lalu justru terkuak. Rahasia-rahasia pahit yang mengancam kebahagiaan Risa dan Javier. Kembalinya orang-orang dari masa lalu mereka membuat situasi menjadi semakin sulit, sehingga keadaan tersebut memaksa Risa mengambil keputusan-keputusan yang sulit dan menyakitkan.

🍀🍀🍀

🌸 What I ❤

Aku suka dengan kemampuan penulisnya dalam merangkai kata-kata sehingga menjadi untaian kalimat yang indah. Ide ceritanya pun lumayan bagus. Hanya saja memang masih perlu dipoles lagi agar lebih halus.

🌸 What I 💔

Ada beberapa poin yang menjadi catatanku selama membaca novel ini.

1. Untuk karakter, harus kuakui, mereka gagal membuatku terpesona. Javier bikin aku pengen makan batako saking sebelnya, dan Risa bikin aku pengen garuk-garuk tembok pakai garu saking geregetannya dengan sikap dan keputusannya. Sedangkan untuk tokoh figurannya, sayang sekali, nggak ada yang berkesan buatku.

2. Terlalu banyak konflik dan drama tapi minim emosi. Novel ini tebal, tapi pendalaman emosi setiap tokoh masih kurang. Padahal dengan sekian banyaknya konflik, emosi para tokoh bisa lebih dieksplorasi lagi. Menurutku akan lebih bagus jika konfliknya fokus pada satu atau dua hal namun dieksplorasi secara mendalam sehingga bangunan cerita dan karakternya lebih kuat.

3. Terlalu banyak adegan dewasa, padahal  menurutku adegan-adegan itu nggak ngaruh sama sekali buat jalan cerita. Dua atau tiga adegan ciuman dan adegan ranjang nggak masalah buatku. Tapi, kalau hot scene-nya hanya berjarak 2-3 lembar dari hot scene sebelumnya bagiku itu terlalu berlebihan.

4. Penulis terlalu sering menggunakan kata “entahlah” dan “sudahlah” ketika sedang mendeskripsikan suasana atau alur berpikir sang tokoh sehingga bikin narasinya ngambang. Terus terang, ini cukup disayangkan. Sebab, saat aku lagi serius-seriusnya memahami para karakter, tiba-tiba penjelasan itu berhenti di tengah jalan, yang mana itu bikin aku bingung.

5. Di awal-awal, aku merasa plotnya terlalu cepat berpindah-pindah sehingga bikin aku bingung dan pusing. Untungnya, di pertengahan cerita hal ini membaik.

6. Untuk scene-scene yang sangat penting dan yang mendekati klimaks, penulis justru memilih untuk melewatkannya dan hanya menjelaskannya melalui dialog para tokoh. Ini sangat disayangkan, sebab jika penulis lebih mengeksplorasi bagian-bagian tersebut, menurutku akan menjadi poin lebih yang akan menguatkan cerita dalam novel ini.

7. Untuk segi teknis, mohon maaf, dengan sangat terpaksa harus kukatakan, bahwa penyuntingannya nggak bagus, kalau nggak mau dibilang ancur. Mulai dari typo yang bertebaran hingga tata bahasa dan EYD yang berantakan. Ini benar-benar mengganggu dan memperlambat proses membaca. Sebab, setiap kali aku nemu typo atau tata bahasa yang nggak sesuai, mau nggak mau aku langsung terhenti bacanya sambil mikir.

8. Nggak ada label DEWASA pada novel ini, padahal novel ini jelas untuk 21+. Aku berharap ini menjadi perhatian pihak penerbit. Menurutku label pada novel sangat penting karena ini yang menjadi acuan bagi para pembaca untuk menyeleksi bahan bacaan yang sesuai dengan umur mereka.

🌸 Cover

Pertama kali liat kovernya, entah kenapa aku teringat sama novel-novelnya Marga T. yang terbit tahun ’80-’90an. Kesannya jadul banget 😄 Aku nggak terlalu suka sama desainnya, tapi aku suka sama warna kuningnya yang kalem.

🌸 Overall

In my humble opinion, novel ini memang masih banyak kekurangannya, tapi, bukan berarti aku nggak menghargai karya penulis. Bagaimanapun juga, bukanlah suatu hal yang mudah untuk melahirkan sebuah karya. Namun demikian, sebuah karya perlu melalui berbagai proses dan polesan agar dapat dinikmati oleh para pembaca. Dalam hal ini, peran editor tentu sangat vital. Kritikanku di sini bukan hinaan, melainkan saran yang aku harap dapat membangun ke arah yang positif. Semoga ke depannya nanti, penulis mampu melahirkan karya yang lebih baik lagi. SEMANGAT! 💪💪💪

🌸 Final verdict

PhotoGrid_1497424089223

🌸 Rekomendasi

Aku merekomendasikan novel ini buat kamu yang suka dengan cerita roman dengan bumbu drama keluarga yang kental.

 

Xoxo,

Gita 😘

Pengumuman Pemenang Mini Giveaway Blog Tour Majo & Sady Vol. 1

Halooo ^^

Ada yang sudah nunggu pengumuman pemenang Blog Tour Majo & Sady Vol. 1 di blog Rak Novel Gita? Seharusnya kemarin aku umuminnya, tapi aku lupa hahaha 😅😆😂

Peserta mini giveaway di blog Rak Novel Gita ada 19 orang. Pemenang aku ambil secara acak memakai aplikasi Random dengan pertimbangan sudah mengikuti rules giveaway dengan benar. Setelah dikroscek, pemenangnya adalah…

*drum-rol*

💓💓💓

💓💓💓

💓💓💓

Congratulation! 🎉🎉🎉🎊🎊

💐 HAMDATUN NUPUS 💐

Kamu berhak mendapatkan sebuah notes Majo & Sady persembahan dari Penerbit Haru. Silakan kirim data dirimu ke email giittaa@gmail.com atau DM ke IG atau Twitter-ku dengan format:

Nama lengkap:

Alamat lengkap:

No. Hape:

Data kamu aku tunggu hingga 25 Mei 2017 pukul 12.00 WIB ya 😉

Terima kasih buat teman-teman peserta blog tour Majo & Sady Vol. 1 di blog Rak Novel Gita. Jangan sedih karena belum menang, karena masih ada giveaway utama di fans page Penerbit Haru yang berhadiah buku Majo & Sady Vol. 1 dan 2 untuk 2 orang yang beruntung.

Blog Tour Majo & Sady Vol. 1 & 2 masih berlangsung ya. Silakan cek jadwalnya di banner di bawah ini.

Blogtour Majo banner

Until next post, Fellas

Gita 😘

[Resensi] Blog Tour + Giveaway: Majo and Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon

PhotoGrid_1494819656775

Annyeong, everyone 😊😊😊

Kali ini aku kembali dipercaya oleh Penerbit Haru untuk menjadi host Blog Tour + Giveaway Majo and Sady Vol. 1 (thank you, Ayam Haru 😚😚😚). Sudah pernah baca komik ini? Belum? Kalo gitu, baca dulu resensi dariku ya. Ssst… Bakalan ada giveaway-nya juga loh. So, stay tune 😉

🎀 Detail buku

PhotoGrid_1494818027807

🎀 Blurb

PhotoGrid_1494820138578

🎀 Sinopsis & ulasan

Majo and Sady adalah serial webtoon yang terkenal banget di negara asalnya sana, Korea Selatan. Komik ini bercerita tentang keseharian seorang bapak pengurus rumah tangga dan istrinya yang seorang pegawai kantoran. Sang bapak pengurus rumah tangga divisualisasikan sebagai seekor beruang cokelat gemuk bernama Majo, sedangkan istrinya kelinci putih bernama Sady. Mirip Brown dan Cony di LINE ya 😄

Majo sebenarnya bukan pengangguran, melainkan seorang komikus yang bekerja dari rumah. Karena waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah, maka dia memutuskan untuk mengerjakan sendiri pekerjaan rumah.

Banyak kejadian lucu dalam keseharian Majo sebagai bapak pengurus rumah tangga dan kehidupan pernikahannya dengan Sady. Tak jarang, komik ini juga menampilkan perdebatan-perdebatan kecil yang memang biasa dialami oleh para pasutri pada umumnya, seperti membeli barang apa, masalah toilet, menu makan malam, dan sebagainya. Salah satu yang paling lucu sekaligus realistis banget itu menurutku adalah cerita tentang penyakit konsumtif mereka. Majo yang suka sekali membeli gawai dan Sady yang sangat gemar berbelanja fashion dan kosmetik. Namun, ketika diingatkan pada isi rekening, mereka dengan sendirinya menahan diri (walaupun sambil menangis pilu) dan akhirnya batal membeli barang-barang kesukaan mereka itu. Rupanya, bukan aku dan suamiku saja yang mengalami hal ini. Pasutri di Korsel pun mengalaminya 😂😂😂

Hal menyenangkan lainnya dalam komik ini yaitu adanya potongan adegan dari salah satu komik favoritku sepanjang masa, Slam Dunk. Potongan adegan itu diambil dari jilid 15 dan 31. Ini kejutan yang menyenangkan buatku. Kayaknya si penulis baca komik Slam Dunk juga kayak aku 😂😂😂

Setelah beberapa bab cerita, aku sadar bahwa komik ini dibuat berdasarkan kehidupan pribadi si penulis. Hal ini terlihat dari beberapa sisipan foto yang digunakan sebagai setting cerita di komik ini.

Majo and Sady Vol. 1 dibuat dalam bentuk komik 4 strip dan dicetak dalam full colour. Makanya, jangan heran harganya agak sedikit ehem 😅😆 Selain itu, tulisannya kecik-kecik sangat laaah, jadi, sangat disarankan untuk membaca komik ini dengan penerangan yang cukup.

🎀 Karakter

Kabarnya, nama Majo diambil dari kata masochist, dan Sady dari kata sadist. Penamaan ini sesuai banget sama karakter para tokohnya: Majo yang penurut sama istri, dan Sady yang blak-blakan dan galak sama Majo namun sebetulnya sangat perhatian dan menyayangi suaminya itu.

🎀 Ending

Karena ini komik yang menceritakan keseharian penulisnya, jadi tidak ada ending pada komik ini.

🎀 Alih bahasa & desain sampul

Secara keseluruhan, tidak ada masalah dengan penerjemahannya. Aku bisa memahami jalan cerita tanpa kesulitan yang berarti. Kalaupun ada yang terasa aneh, paling cuma beberapa lelucon yang masih terasa Korsel banget, alias sulit dipahami orang Indonesia, sehingga yang harusnya lucu jadi garing banget. Mungkin karena perbedaan kultur kita kali ya. Jadi, bagi mereka lucu, buat kita malah 😶😑🤔

Desain sampul cukup baik. Dengan warna kuning gonjreng ditambah dengan gambar Majo dan Sady di sampulnya, komik ini eye-catchy banget.

🎀 Overall

Karakter Majo dan Sady yang kocak sering kali membuatku ngakak sendiri. Komik ini sangat menghibur dan membuatku mampu untuk sejenak melupakan beratnya kenyataan hidup antrian panjang novel-novel fantasi di daftar TBR-ku 😆😆😂

🎀 Final verdict

PhotoGrid_1494818597346

🎀 Rekomendasi

Karena komik ini bercerita tentang kehidupan rumah tangga, aku lebih merekomendasikan ini untuk pembaca dewasa. Tapi, pembaca remaja pun dapat menikmati komik ini, sebab kontennya masih cukup aman. Namun, yang perlu jadi perhatian ekstra adalah adanya beberapa scene Majo dan Sady minum minuman beralkohol, walaupun nggak banyak dan nggak graphic banget juga.

🎀🎀🎀

Nah, sekarang saatnya kita ber-giveaway riaaa 😆 Siapa yang sudah nungguuu?

Akan ada dua eksemplar komik Majo and Sady di final giveaway di FP Penerbit Haru nanti. Nah, selama menunggu giveaway utama nanti, ikutan mini giveaway-nya dulu ya. Berhadiah satu buah notes Majo and Sady untuk kamu yang beruntung.

Sebelum ikutan giveaway, cek rules-nya dulu ya.

1. Beralamat di Indonesia

2. Like fanspage Penerbit Haru

3. Follow akun Instagram  @gitaputeri.y dan @penerbitharu, serta Twitter @gitaputeri_y dan @penerbitharu

4. Follow blog ini melalui WordPress atau email.

5. Share artikel ini di media sosial kamu. Bebas di media sosial mana saja.

a. Jika di Twitter, mention aku dan cantumkan hashtag #BlogTourMajoSady1and2.

b. Jika di Instagram, repost foto seperti foto yang paling atas di artikel ini yang sudah aku unggah di akun Instagram-ku dan cantumkan hashtag #BlogTourMajoSady1and2.

6. Tulis data diri kalian di kolom komentar di bawah ini:

Nama:

Nama akun FB:

Asal:

Link share/repost:

7. Kumpulkan kepingan puzzle dari setiap host blog tour. Kepingan dariku sebagai berikut.

Gita Puteri Y

8. Satukan semua kepingan tersebut dan tuliskan jawabannya di FP Penerbit Haru SETELAH seluruh rangkaian blog tour ini berakhir. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya 😉

9. Pemenang notes Majo and Sady akan ditentukan dengan cara diundi dengan pertimbangan sudah mengikuti semua rules dengan benar.

10. Mini giveaway ini berlangsung hingga 20 Mei 2017 pukul 23.59 WIB dan akan aku umumkan secepat mungkin.

Nah, gampang, kan? Atau masih ada pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar atau DM ke IG atau Twitter-ku ya 😘

Berikut jadwal blog tour Majo and Sady Vol. 1 and 2.

Blogtour Majo banner

Xoxo,

Gita 😚😘

[Resensi] Blog Tour + Giveaway: I Want to Eat Your Pancreas by Sumino Yoru

Resensi Pancreas-682x512

🎀 Detail Buku:

Pancreas Blurb-512x631

🎀 Blurb

Pancreas Blurb

🎀 Sinopsis

“…Makanya, aku mau makan pankreasmu.” -hlm. 9.

Yamauchi Sakura divonis menderita penyakit pankreas dan usianya dinyatakan hanya tinggal beberapa tahun saja. Tidak ada seorang pun yang tahu tentang penyakitnya ini kecuali keluarganya, dan seorang teman sekelasnya yang pendiam dan cuek.

Si Aku tidak sengaja menemukan buku harian milik Sakura. Dia tidak menyangka gadis yang begitu ceria dan banyak tertawa itu menderita penyakit yang mematikan. Tapi, karena itu bukan urusannya, jadi dia cuek saja. Apalagi dia juga sudah berjanji pada Sakura untuk merahasiakan masalah penyakitnya itu dari teman-teman mereka. Maka dari itu, dia akan bersikap cuek seperti biasa.

“Eh! Hanya itu? Apa tidak ada hal lain yang ingin kau sampaikan?” Dia meninggikan suara layaknya seseorang yang tidak puas.

“… Yaah, memangnya apa yang bisa kukatakan kalau ada teman sekelas yang berkata bahwa sebentar lagi dia akan mati?”

“Hm, kalau aku, mungkin akan kehilangan kata-kata.”

“Betul. Jadi, paling tidak hargai aku yang tidak hanya diam saja.”

Gadis itu terkekeh sambil berkata, “Benar juga, ya.” -hlm. 24.

Ternyata, Sakura tidak membiarkannya bersikap cuek. Sejak pertemuan mereka yang tidak disengaja itu, dia selalu mendekati si Aku. Dia menyeret si Aku ke sana kemari untuk menemaninya. Setiap kali si Aku protes, Sakura akan mengeluarkan jurus mautnya: dia ingin melakukan banyak hal sebelum mati. Maka runtuhlah pertahanan si Aku. Tapi, walaupun sering ogah-ogahan, pada akhirnya si Aku menikmati diseret ke sana kemari oleh gadis itu.

“Akhirnya sampai! Wah! Bau ramen!”

“Bukannya itu hanya perasaanmu saja, ya?”

“Memang tercium, kok. Hidungmu rusak, ya?”

“Aku bersyukur karena yang rusak bukannya bagian otak, sama sepertimu.”

“Yang rusak pankreasku, lho.”

“Jurus maut itu, curang. Jadi mulai saat ini dilarang. Tidak adil.” -hlm. 94.

Kedekatan mereka lantas menarik perhatian teman-teman sekelas si Aku dan Sakura. Mereka merasa heran karena sifat si Aku dan Sakura sangat berlawanan. Si Aku bahkan sempat menerima perlakuan yang tidak menyenangkan gara-gara kedekatan mereka itu.

“Sa… Sakura… teman yang kau ajak itu… -kun?” -hlm. 69.

Meskipun banyak orang yang keheranan, nyatanya persahabatan si Aku dan Sakura semakin erat dari hari ke hari. Dan lambat laun, si Aku yang antisosial mulai membuka diri pada lingkungannya.

🎀 Ulasan

Cerita dibuka dengan narasi oleh si tokoh utama. Si Aku menceritakan peristiwa sedih yang terjadi pada hari itu. Tidak ada nuansa sedih atau menyayat hati. Hanya muram. Dan datar. Narasi ini benar-benar menggambarkan kepribadian si Aku yang pendiam dan jarang bergaul.

Kemudian narasi mundur ke saat awal terjalinnya pertemanan antara Sakura dan si Aku yang sifatnya bagaikan langit dan bumi. Pertemanan yang terjalin tanpa sengaja itu lama-kelamaan berubah menjadi ikatan persahabatan yang erat.

Cerita yang berpusat sepenuhnya pada interaksi si Aku dan Sakura ini menarik. Aku suka dengan dialog mereka yang kocak tapi sering kali memiliki makna yang sangat dalam. Topik pembicaraan mereka sering kali menyinggung tentang kematian dan sisa umur Sakura yang hanya beberapa tahun saja, tapi, entah bagaimana nuansanya jauh dari muram atau berat. Sebaliknya, baik dialog Sakura maupun narasi si Aku sering kali membuatku tertawa sambil memikirkan kembali makna kehidupan.

“Oh begitu, sayang sekali. Aku jadi tidak bisa memberikan pankreasku kepadamu.”

“Kau tidak perlu memberikannya kepadaku.”

“Kau tidak ingin memakannya?”

“Bukannya kau akan mati gara-gara pankreasmu itu? Pasti serpihan jiwamu akan banyak yang tertinggal di sana. Jiwamu itu gaduh sekali.”

“Betul juga.” Kemudian dia pun tertawa riang, “Uwahahaha.” -hlm. 33.

Novel ini memang predictable. Tidak ada twist yang membuatku melongo saking nggak terduganya atau ngasih hangover whatsoever. Tapi, itu bisa dipahami karena novel ini memang bukan jenis novel yang membuat pembacanya harus berpikir keras atau lelah emosi jiwa raga karena naik-turunnya plot. Ini novel yang manis, menghibur, dan yang paling penting, memberikan banyak pelajaran yang berharga.

Aku salut dengan Sumino-sensei. Dia berhasil mengemas tema cerita yang sebenarnya berat dan suram menjadi ringan dan ceria. Tokoh-tokohnya yang sejujurnya sudah mainstream, tetap menarik hati. Dan kepiawaiannya dalam menuliskan narasi dan dialog yang lucu, cerdas, sekaligus penuh makna patut diacungi jempol.

“Aku juga pasti akan mati suatu saat nanti, seperti dirinya yang akan mati dalam waktu dekat. Tidak tahu kapan, tapi kematian adalah sebuah masa depan yang sudah pasti. Bahkan mungkin saja aku mati sebelum dia.” -hlm. 16.

🎀 Karakter

Sakura digambarkan sebagai gadis yang sangat ceria dan populer di antara teman-temannya, sedangkan si Aku digambarkan suka baca novel, pendiam, cuek, dan agak antisosial. Kalo kamu suka baca shoujo manga, pasti sering deh ketemu sama karakter-karakter seperti ini. Uniknya, nama si Aku yang merupakan tokoh utama tidak disebutkan hingga di penghujung cerita. Sebagai gantinya, Sakura dan teman-teman sekelas mereka memanggil si Aku dengan beberapa julukan. Sakura memanggil si Aku dengan beberapa sebutan unik. Contohnya, Teman Sekelas yang Tahu Rahasiaku-kun, Teman Sekelas yang Akrab Denganku-kun, Teman Sekelas yang Kejam-kun.

Awalnya memang agak aneh, tapi setelah aku masuk lebih jauh ke dalam cerita, tidak disebutkannya nama si Aku justru menguatkan karakternya yang tidak suka bergaul sehingga teman-teman sekelasnya otomatis tidak terlalu menganggap keberadaannya.

🎀 Ending

Akhir novel ini memang bukan jenis and-they-live-happily-ever-after, tapi bagiku tetap memuaskan dan heart-warming. Seperti yang si Aku bilang: bahagia, tapi juga sedih yang berharga.

“Karena sampai saat ini, aku tidak tahu kebahagiaan seperti ini, juga rasa pahit yang seperti ini.” -hlm. 278.

🎀 Alih Bahasa dan Desain Sampul

Penerjemahannya bagus. Nyaris tidak ada typo. Adanya catatan kaki untuk menjelaskan istilah-istilah dalam bahasa Jepang juga sangat membantuku dalam memahami cerita.

Untuk desain sampul, aku nggak pernah kecewa sama Penerbit Haru. Selalu cantik dan instagrammable. Bookmark-nya pun cantik. Bravo buat para desainer Haru 😘

🎀 Overall

Cerita-cerita drama dari Negeri Sakura tak pernah gagal membuatku berdecak kagum. Walaupun ceritanya dikemas dengan ringan, selalu ada saja pelajaran moral yang bisa diambil. Aku jadi nggak sabar kepengin nonton filmnya.

Aku rekomendasikan novel ini buat kamu yang suka atau lagi kepengin baca cerita drama remaja dan kehidupan sekolah dengan tema cerita yang tidak melulu tentang percintaan remaja.

“Kalau ada hal yang bisa kusyukuri karena berhadapan dengan kematian… adalah hal itu. Setiap hari, aku menjalani hidup sambil berpikir bahwa aku hidup.” -hlm. 64.

Pancreas Final Verdict 2

🎀🎀🎀

Terima kasih banyak untuk Penerbit Haru yang sudah ngasih kepercayaan padaku buat jadi host blog tour novel I Want to Eat Your Pancreas yang manis ini. Semoga kita bisa bekerja sama kembali di lain waktu.

Buat teman-teman host blog tour I Want to Eat Your Pancreas, SEMANGAT!!! 😘😚💪

🎀🎀🎀

Nah, sekarang saatnya kita ber-giveaway ria 😆 Siapa yang sudah nunggu?

Akan ada satu eksemplar novel I Want to Eat Your Pancreas di final giveaway di FP Penerbit Haru. Sebelum ikutan giveaway, cek rules-nya dulu ya.

1. Beralamat di Indonesia

2. Like fanspage Penerbit Haru

3. Follow akun Instagram  @gitaputeri.y dan @penerbitharu, dan Twitter @gitaputeri_y dan @penerbitharu

4. Follow blog ini melalui WordPress atau email.

5. Share artikel ini di medsos kamu. Bebas di medsos mana saja.

a. Jika di Twitter, mention aku dan cantumkan hashtag #BlogTourPancreas

b. Jika di Instagram, repost foto seperti foto yang paling atas di artikel ini yang sudah aku unggah di akun Instagram-ku, lalu tinggal ikuti syarat-syarat di caption-nya.

6. Tulis data diri kalian di kolom komentar di bawah ini:

Nama:

Nama akun:

Asal:

Link share/repost:

7. Jawab semua pertanyaan dari setiap host blog tour. Pertanyaanku sebagai berikut.

“Berapa nama panggilan Sakura untuk si Aku dalam postingan ini?”

Tulis jawabannya di FP Penerbit Haru setelah seluruh rangkaian blog tour ini berakhir. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya 😉

Nah, gampang, kan? Atau masih ada pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar atau DM ke IG atau Twitter-ku ya 😘

Berikut jadwal blog tour I Want to Eat Your Pancreas.

Blogtour Pancreas

Rak Novel Gita (kamu di sini)

Resensi Buku

Fabizdihar’s Blog

Blue Hood

Widy Bookie

See you next time,

Gita 😘

[Resensi] Hopeless by Colleen Hoover

“Langit selalu cantik. Meskipun cuaca gelap, hari hujan, atau berawan, langit tetap cantik dipandang.”

PhotoGrid_1489128322490

Judul terjemahan: Tanpa Daya
Seri: Hopeless #1
Genre: young-adult, romance
Alih Bahasa: Shandy Tan
Editor: Intari Dyah Pramudita
Desain sampul: Marcel A.W.
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2015
Jumlah halaman: 496
ISBN: 978-602-03-1201-9
Sumber: Pinjam di iJak
💝: 5/5

🌿 Blurb

Terkadang mengetahui kebenaran lebih membuat putus asa ketimbang meyakini kebohongan…
Itu yang Sky sadari begitu ia bertemu Dean Holder. Dikenal gara-gara reputasi buruknya di sekolah, hanya Holder yang sanggup membuat jantung Sky berdebar-debar. Membuat gadis tujuh belas tahun itu takut sekaligus terpesona pada sikapnya yang tak mudah ditebak. Tapi Holder sumber masalah. Apalagi sejak cowok itu hadir, kenangan lama yang lebih baik terpendam kembali menghantui.
Masalahnya, Holder terus mendekat. Memaksa ingin mengenal Sky lebih jauh. Sky pun akhirnya menyerah. Menyambut cowok itu memasuki hidupnya. Hanya untuk mengetahui kebenaran, bahwa Holder tidak seperti yang dia katakan. Bahwa ada rahasia yang dia sembunyikan. Dan ketika rahasia itu tersingkap, hidup Sky tak pernah sama lagi.

🍃🍃🍃

Linden Sky Davis adalah seorang remaja yang unik dan langka. Bagaimana tidak, di usianya yang sudah tujuh belas tahun, dia tidak punya akun Facebook. Dia bahkan tidak punya TV, ponsel, apalagi e-mail. Hal ini terjadi lantaran ibunya, Karen, sangat antiteknologi. Menurut Karen, teknologi adalah sumber kejahatan.

Sky juga tidak pernah sekolah di sekolah umum. Dia menjalani pendidikan homeschooling nyaris seumur hidupnya. Ini membuat Sky praktis terkucil dari dunia luar dan tidak punya teman, kecuali Six yang merupakan satu-satunya sahabat sekaligus tetangganya. Dan karena Six-lah, Sky memutuskan untuk masuk ke sekolah umum yang sama dengan Six.

Setelah berbulan-bulan membujuk Karen, Sky akhirnya diizinkan untuk masuk sekolah umum. Sayangnya, tidak berapa lama kemudian, Six mengumumkan bahwa dia akan mengikuti program pertukaran pelajar ke Italia selama enam bulan. Jadilah Sky terpaksa menjalani hari-hari pertamanya di sekolah umum yang asing seorang diri.

Bersahabat dengan Six membuat Sky harus menanggung konsekuensi dicap sebagai cewek jalang. Itu karena Six punya reputasi sebagai cewek yang sering gonta-ganti cowok. Gosip bahwa dirinya adalah cewek murahan sudah menyebar ke seantero sekolah, sehingga Sky di-bully oleh murid-murid di sekolah itu. Tapi, Sky tidak mempermasalahkan ini. Apalagi ketika dia mendapatkan seorang teman baru yang sama uniknya dengan dirinya, Breckin.

“Ini serius, Sky. Aku melihatmu di kelas hari ini, kentara kau juga murid baru. Setelah melihat uang penghinaan tumpah dari lokermu sebelum mata pelajaran keempat, dan menyaksikan kau tidak bereaksi atas penghinaan itu, aku tahu kita berjodoh. Selain itu, menurutku jika kita bekerja sama, kita bisa mencegah paling sedikit dua remaja bunuh diri sia-sia tahun ini. Jadi, bagaimana pendapatmu? Bersedia menjadi sahabat terbaikku yang paling baik di seluruh penjuru dunia?”—hlm. 36-37.

Selain keterkucilannya dari dunia teknologi, Sky memiliki masalah lain: dia tidak pernah bisa merasa tertarik pada cowok. Setiap kali bermesraan dengan cowok, Sky langsung mati rasa, seseksi apa pun cowok itu. Gara-gara ini, Six bahkan sampai menduga Sky penyuka sesama jenis.

“Sky, empat tahun aku mengkhawatirkanmu, dan berpikir hari ini takkan terjadi. Aku tidak keberatan jika kau penyuka sesama jenis. Aku tidak keberatan jika kau hanya menyukai cowok pendek, kurus, dan aneh. Aku bahkan tidak keberatan jika kau hanya tertarik pada pria tua keriput yang anunya lebih keriput lagi. Tapi aku keberatan jika kau tidak pernah merasa bergairah.” Six berbaring di ranjang, tersenyum. “Terbakar gairah adalah dosa paling besar dari semua dosa.”—hlm. 53.

Lalu, benarkah Sky penyuka sesama jenis? Ternyata tidak, karena ketika suatu hari dia bertemu dengan seorang pemuda aneh berlesung pipit, dia langsung tertarik pada cowok itu. Sky, yang tidak pernah sekali pun tertarik pada cowok, tiba-tiba saja berliur menginginkan cowok yang belakangan dia ketahui bernama Dean Holder.

Semua dalam diri Holder menyebabkan paru-paruku gagal berfungsi dan jantungku bekerja terlalu keras. Aku mendapat firasat jika Holder tersenyum padaku seperti Grayson, celanaku akan teronggok di tanah dalam kecepatan mengagumkan.—hlm. 45.

Sky sangat tertarik pada Holder, tapi dia juga ketakutan, karena menurut Six, Holder bukan cowok baik-baik. Oleh sebab itu, Sky memutuskan untuk menghindari Holder. Namun, cowok itu terus mengejarnya, sehingga pada akhirnya Sky menyerah dan menerima Holder.

Ends happily ever after? Sayangnya tidak. Karena ternyata Holder menyimpan begitu banyak rahasia. Rahasia kelam dan, mungkin, sebaiknya tidak perlu diungkit lagi.

Aku tahu sekarang. Aku tahu ada yang tidak beres dengan Holder. Aku tahu mengapa suasana hatinya berubah-ubah antara bahagia, kesal, pemarah, dan sebagainya. Akhirnya semua masuk akal.—hlm. 218.

🍃🍃🍃

Terus terang saja, aku mengharapkan cerita roman remaja dengan hormon yang meledak-ledak khas novel-novel teenlit ketika mulai membaca novel ini. Ya, aku memang menemukan semua itu, tapi hanya di awal cerita. Perkenalan Sky dan Holder yang tidak biasa, pergulatan batin mereka dalam menghadapi perasaan masing-masing, hingga akhirnya mereka saling mengakui ketertarikan mereka pada masing-masing ternyata hanyalah sebuah permulaan dari jalinan cerita yang sungguh tak terduga dan, bagiku, luar biasa.

CoHo bercerita melalui sudut pandang Sky, sehingga membuat sosok Holder, yang sejak awal semua sikapnya selalu menimbulkan tanda tanya, semakin misterius. Di separuh awal cerita, aku benar-benar dibuat penasaran tentang siapa Holder sebenarnya dan rahasia apa yang dia simpan, sehingga membuatku nggak sabar melanjutkan ke halaman berikutnya lagi dan lagi. Ditambah lagi, judul setiap bab yang berupa hari, tanggal, dan jam, bikin otakku semakin tak terkendali dalam memproduksi berbagai spekulasi liar 🤔

Begitu buku memasuki paruh kedua, rahasia Holder memang mulai tersingkap, tapi tanda tanya justru semakin membesar karena masa lalu Sky mulai disinggung di sini. Semakin jauh cerita berjalan, semakin kelam nuansa kisahnya. Sedikit demi sedikit, kenyataan tentang Sky dan Holder semakin terkuak.

CoHo memang memberikan sejumlah petunjuk di sana-sini mengenai siapa Holder dan bagaimana masa lalu Sky melalui plot yang sesekali mundur. Tapi, tetap saja, aku kaget ternyata ceritanya kayak gitu. I was like, damn, I didn’t see it coming 😨😱

Yang terjadi pada Sky, dan akhirnya juga menimpa Holder, sungguh membuat hatiku tersayat-sayat. Setelah selesai membaca novel ini, aku baper berat 😣😭

Selain ide cerita yang menurutku tidak biasa untuk genre young-adult, aku juga suka sekali sama kelihaian CoHo dalam merangkai kalimat. Yang paling membekas adalah kata live di antara like dan love, serta makna di balik kata hopeless yang menjadi judul novel ini.

“Hidup. Jika kau memotong dan menyambung kata ‘like’, suka, dan ‘love’, cinta, kau akan mendapatkan kata ‘live’, hidup. Kau bisa menggunakan kata itu.”
Holder tertawa lagi, tapi kali ini tawa lega. Ia memelukku dan menciumku penuh kelegaan. “Aku hidup padamu, Sky,” katanya di bibirku. “Aku sangat hidup padamu.”
—hlm. 223.
…Dean tertawa menatap kami berdua, lutut kami berlepotan tanah dan rambut kami penuh sarang laba-laba. Ia menggeleng-geleng, mengulangi kata itu. “Dasar Hopeless.—hlm. 307.

🌿 Karakter

Entah kenapa, Sky mengingatkanku pada tokoh Bella Swan. Cewek yang agak terkucil dari dunia sosial, gemar membaca, cantik dan cerdas. Aku nggak mengeluh, beneran deh. Tapi, buatku, Sky tokoh yang sudah mainstream. Tapi, aku suka dengan keterusterangan Sky terhadap perasaannya sendiri. Dia nggak mencoba mengelak dari rasa sukanya pada Holder. Dan gapteknya itu loh, bikin dia unik dan lucu 😂

“Mm…” Holder kembali menatapku. Ia bermandikan cahaya matahari, membuat keindahannya semakin terlihat jelas. Matanya yang bersinar menatap lurus ke mataku seolah tidak ingin melihat ke tempat lain. “Kau, mm… kau baru saja mengirim SMS padaku yang, dari isinya, aku cukup yakin ingin kaukirim pada Six.”
Astaga, tidak.
Ia menyorongkan wajah untuk memberiku ciuman singkat. “Kau menggemaskan, tahu tidak? Tapi kau harus mempelajari cara memakai ponselmu dengan benar.” Ia mengedip lalu beranjak pergi. Aku merebahkan kepala di sandaran dan dalam hati memaki diri sendiri.
Aku benci teknologi.
—hlm. 263-264.

😂😂😂

Dari blurb-nya, awalnya aku mengira Holder adalah cowok tipe bad-boy yang gayanya slengean. Walaupun sangat mainstream, I always have a soft spot for bad boys. Makanya aku tertarik baca novel ini. Ternyata, Holder jauh dari karakter slengean. Mungkin masih bisa kalau dibilang bad boy. Holder memang keras kepala dan agak emosian, tapi, mengingat semua yang sudah dia alami selama ini, siapa yang bisa menyalahkan? Selain itu, dia tipe cowok penyayang dan setia. Dia sabar banget mendampingi Sky ke sana-kemari.

Aku tertawa dan menghambur ke arahnya, memeluk lehernya. “Kau kekasih paling baik dan penuh pengertian di seluruh penjuru dunia.”
Holder mengembuskan napas dan balas memelukku. “Tidak benar, yang benar aku kekasih paling lelah di seluruh penjuru dunia.”
—hlm. 391.

Six, sahabat baik Sky, sebenarnya bernama lengkap Seven Marie, tapi dia lebih suka dipanggil Six. Sungguh nama yang unik 😄Meski kemunculannya hanya di beberapa bab awal, tapi aku langsung suka sama dia. Dan idenya untuk mengirimi Sky SMS motivasi setiap hari itu manis banget menurutku 😍

“Kuharap kau sadar betapa luar biasanya dirimu, dan siapa tahu kau tidak sadar, aku akan mengirim SMS padamu tiap hari untuk mengingatkanmu. Bersiaplah menerima SMS bertubi-tubi yang menyebalkan selama enam bulan ke depan, yang hanya akan berisi hal-hal positif tentang Sky.”—hlm. 114.

🌿 Ending

Dengan cerita yang begitu kelam, aku lega novel ini ditutup dengan ending yang heart-warming. Klise? Bisa jadi, untuk sebagian orang. Tapi, bagiku ini memuaskan. Aku emang suka di-klise-in #eh 😆

🌿 Alih bahasa dan desain sampul

Aku suka banget sama terjemahannya Hopeless ini. Banyak variasi diksi yang memperkaya kosakataku. Typo-nya pun nyaris nggak ada. Seingatku, aku hanya ketemu dua typo, yaitu penulisan Sky padahal seharusnya Six di halaman 53, dan kata yang seharusnya “di sini” jadi “di dini”, cuman aku lupa di halaman berapa. Mau nyari lagi males 😆😁

Untuk desain sampulnya sendiri aku nggak bisa ngomong banyak. Soalnya aku baca versi e-book-nya sih 😁 Yang jelas, aku suka sama perpaduan antara model yang separuh wajahnya tertutup rambut pirang-cokelat dan warna biru yang mendominasi sampulnya. Judul dan nama pengarangnya ditulis dengan font sederhana, tapi itu justru jadi menarik di mataku. Secara keseluruhan, desain sampulnya ini elegan.

🌿 Overall

Apakah ini karya terbaik CoHo? Aku nggak tau, karena ini buku CoHo pertama yang aku baca. Jadi, aku nggak bisa bandingin. Yang jelas, gara-gara Hopeless ini, mulai sekarang aku akan baca semua buku CoHo, terutama yang sudah diterjemahin ke bahasa Indonesia.

🌿 Rekomendasi?

Bang-gets! Terutama kalo kamu penggemar genre roman, kudu baca yang satu ini. Tapi, pastikan umurmu 18+ ya. Biarpun di negara asalnya novel ini dikategorikan young-adult, tapi di Indonesia lebih cocok masuk kategori dewasa. Ini karena isu yang diangkat dalam novel ini cukup berat. Selain itu, banyaknya adegan xyz membuat novel ini nggak cocok buat remaja di bawah delapan belas tahun 😀

“Aku menyukai langit karena aku tahu, jika aku tersesat, kesepian, atau ketakutan, aku tinggal melihat ke atas dan langit selalu ada, apa pun yang terjadi… dan aku tahu langit akan selalu cantik.”

XOXO,

Gita 😘