Pengumuman Pemenang Mini Giveaway Blog Tour Majo & Sady Vol. 1

Halooo ^^

Ada yang sudah nunggu pengumuman pemenang Blog Tour Majo & Sady Vol. 1 di blog Rak Novel Gita? Seharusnya kemarin aku umuminnya, tapi aku lupa hahaha 😅😆😂

Peserta mini giveaway di blog Rak Novel Gita ada 19 orang. Pemenang aku ambil secara acak memakai aplikasi Random dengan pertimbangan sudah mengikuti rules giveaway dengan benar. Setelah dikroscek, pemenangnya adalah…

*drum-rol*

💓💓💓

💓💓💓

💓💓💓

Congratulation! 🎉🎉🎉🎊🎊

💐 HAMDATUN NUPUS 💐

Kamu berhak mendapatkan sebuah notes Majo & Sady persembahan dari Penerbit Haru. Silakan kirim data dirimu ke email giittaa@gmail.com atau DM ke IG atau Twitter-ku dengan format:

Nama lengkap:

Alamat lengkap:

No. Hape:

Data kamu aku tunggu hingga 25 Mei 2017 pukul 12.00 WIB ya 😉

Terima kasih buat teman-teman peserta blog tour Majo & Sady Vol. 1 di blog Rak Novel Gita. Jangan sedih karena belum menang, karena masih ada giveaway utama di fans page Penerbit Haru yang berhadiah buku Majo & Sady Vol. 1 dan 2 untuk 2 orang yang beruntung.

Blog Tour Majo & Sady Vol. 1 & 2 masih berlangsung ya. Silakan cek jadwalnya di banner di bawah ini.

Blogtour Majo banner

Until next post, Fellas

Gita 😘

[Resensi] Blog Tour + Giveaway: Majo and Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon

PhotoGrid_1494819656775

Annyeong, everyone 😊😊😊

Kali ini aku kembali dipercaya oleh Penerbit Haru untuk menjadi host Blog Tour + Giveaway Majo and Sady Vol. 1 (thank you, Ayam Haru 😚😚😚). Sudah pernah baca komik ini? Belum? Kalo gitu, baca dulu resensi dariku ya. Ssst… Bakalan ada giveaway-nya juga loh. So, stay tune 😉

🎀 Detail buku

PhotoGrid_1494818027807

🎀 Blurb

PhotoGrid_1494820138578

🎀 Sinopsis & ulasan

Majo and Sady adalah serial webtoon yang terkenal banget di negara asalnya sana, Korea Selatan. Komik ini bercerita tentang keseharian seorang bapak pengurus rumah tangga dan istrinya yang seorang pegawai kantoran. Sang bapak pengurus rumah tangga divisualisasikan sebagai seekor beruang cokelat gemuk bernama Majo, sedangkan istrinya kelinci putih bernama Sady. Mirip Brown dan Cony di LINE ya 😄

Majo sebenarnya bukan pengangguran, melainkan seorang komikus yang bekerja dari rumah. Karena waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah, maka dia memutuskan untuk mengerjakan sendiri pekerjaan rumah.

Banyak kejadian lucu dalam keseharian Majo sebagai bapak pengurus rumah tangga dan kehidupan pernikahannya dengan Sady. Tak jarang, komik ini juga menampilkan perdebatan-perdebatan kecil yang memang biasa dialami oleh para pasutri pada umumnya, seperti membeli barang apa, masalah toilet, menu makan malam, dan sebagainya. Salah satu yang paling lucu sekaligus realistis banget itu menurutku adalah cerita tentang penyakit konsumtif mereka. Majo yang suka sekali membeli gawai dan Sady yang sangat gemar berbelanja fashion dan kosmetik. Namun, ketika diingatkan pada isi rekening, mereka dengan sendirinya menahan diri (walaupun sambil menangis pilu) dan akhirnya batal membeli barang-barang kesukaan mereka itu. Rupanya, bukan aku dan suamiku saja yang mengalami hal ini. Pasutri di Korsel pun mengalaminya 😂😂😂

Hal menyenangkan lainnya dalam komik ini yaitu adanya potongan adegan dari salah satu komik favoritku sepanjang masa, Slam Dunk. Potongan adegan itu diambil dari jilid 15 dan 31. Ini kejutan yang menyenangkan buatku. Kayaknya si penulis baca komik Slam Dunk juga kayak aku 😂😂😂

Setelah beberapa bab cerita, aku sadar bahwa komik ini dibuat berdasarkan kehidupan pribadi si penulis. Hal ini terlihat dari beberapa sisipan foto yang digunakan sebagai setting cerita di komik ini.

Majo and Sady Vol. 1 dibuat dalam bentuk komik 4 strip dan dicetak dalam full colour. Makanya, jangan heran harganya agak sedikit ehem 😅😆 Selain itu, tulisannya kecik-kecik sangat laaah, jadi, sangat disarankan untuk membaca komik ini dengan penerangan yang cukup.

🎀 Karakter

Kabarnya, nama Majo diambil dari kata masochist, dan Sady dari kata sadist. Penamaan ini sesuai banget sama karakter para tokohnya: Majo yang penurut sama istri, dan Sady yang blak-blakan dan galak sama Majo namun sebetulnya sangat perhatian dan menyayangi suaminya itu.

🎀 Ending

Karena ini komik yang menceritakan keseharian penulisnya, jadi tidak ada ending pada komik ini.

🎀 Alih bahasa & desain sampul

Secara keseluruhan, tidak ada masalah dengan penerjemahannya. Aku bisa memahami jalan cerita tanpa kesulitan yang berarti. Kalaupun ada yang terasa aneh, paling cuma beberapa lelucon yang masih terasa Korsel banget, alias sulit dipahami orang Indonesia, sehingga yang harusnya lucu jadi garing banget. Mungkin karena perbedaan kultur kita kali ya. Jadi, bagi mereka lucu, buat kita malah 😶😑🤔

Desain sampul cukup baik. Dengan warna kuning gonjreng ditambah dengan gambar Majo dan Sady di sampulnya, komik ini eye-catchy banget.

🎀 Overall

Karakter Majo dan Sady yang kocak sering kali membuatku ngakak sendiri. Komik ini sangat menghibur dan membuatku mampu untuk sejenak melupakan beratnya kenyataan hidup antrian panjang novel-novel fantasi di daftar TBR-ku 😆😆😂

🎀 Final verdict

PhotoGrid_1494818597346

🎀 Rekomendasi

Karena komik ini bercerita tentang kehidupan rumah tangga, aku lebih merekomendasikan ini untuk pembaca dewasa. Tapi, pembaca remaja pun dapat menikmati komik ini, sebab kontennya masih cukup aman. Namun, yang perlu jadi perhatian ekstra adalah adanya beberapa scene Majo dan Sady minum minuman beralkohol, walaupun nggak banyak dan nggak graphic banget juga.

🎀🎀🎀

Nah, sekarang saatnya kita ber-giveaway riaaa 😆 Siapa yang sudah nungguuu?

Akan ada dua eksemplar komik Majo and Sady di final giveaway di FP Penerbit Haru nanti. Nah, selama menunggu giveaway utama nanti, ikutan mini giveaway-nya dulu ya. Berhadiah satu buah notes Majo and Sady untuk kamu yang beruntung.

Sebelum ikutan giveaway, cek rules-nya dulu ya.

1. Beralamat di Indonesia

2. Like fanspage Penerbit Haru

3. Follow akun Instagram  @gitaputeri.y dan @penerbitharu, serta Twitter @gitaputeri_y dan @penerbitharu

4. Follow blog ini melalui WordPress atau email.

5. Share artikel ini di media sosial kamu. Bebas di media sosial mana saja.

a. Jika di Twitter, mention aku dan cantumkan hashtag #BlogTourMajoSady1and2.

b. Jika di Instagram, repost foto seperti foto yang paling atas di artikel ini yang sudah aku unggah di akun Instagram-ku dan cantumkan hashtag #BlogTourMajoSady1and2.

6. Tulis data diri kalian di kolom komentar di bawah ini:

Nama:

Nama akun FB:

Asal:

Link share/repost:

7. Kumpulkan kepingan puzzle dari setiap host blog tour. Kepingan dariku sebagai berikut.

Gita Puteri Y

8. Satukan semua kepingan tersebut dan tuliskan jawabannya di FP Penerbit Haru SETELAH seluruh rangkaian blog tour ini berakhir. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya 😉

9. Pemenang notes Majo and Sady akan ditentukan dengan cara diundi dengan pertimbangan sudah mengikuti semua rules dengan benar.

10. Mini giveaway ini berlangsung hingga 20 Mei 2017 pukul 23.59 WIB dan akan aku umumkan secepat mungkin.

Nah, gampang, kan? Atau masih ada pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar atau DM ke IG atau Twitter-ku ya 😘

Berikut jadwal blog tour Majo and Sady Vol. 1 and 2.

Blogtour Majo banner

Xoxo,

Gita 😚😘

[Resensi] Blog Tour + Giveaway: I Want to Eat Your Pancreas by Sumino Yoru

Resensi Pancreas-682x512

🎀 Detail Buku:

Pancreas Blurb-512x631

🎀 Blurb

Pancreas Blurb

🎀 Sinopsis

“…Makanya, aku mau makan pankreasmu.” -hlm. 9.

Yamauchi Sakura divonis menderita penyakit pankreas dan usianya dinyatakan hanya tinggal beberapa tahun saja. Tidak ada seorang pun yang tahu tentang penyakitnya ini kecuali keluarganya, dan seorang teman sekelasnya yang pendiam dan cuek.

Si Aku tidak sengaja menemukan buku harian milik Sakura. Dia tidak menyangka gadis yang begitu ceria dan banyak tertawa itu menderita penyakit yang mematikan. Tapi, karena itu bukan urusannya, jadi dia cuek saja. Apalagi dia juga sudah berjanji pada Sakura untuk merahasiakan masalah penyakitnya itu dari teman-teman mereka. Maka dari itu, dia akan bersikap cuek seperti biasa.

“Eh! Hanya itu? Apa tidak ada hal lain yang ingin kau sampaikan?” Dia meninggikan suara layaknya seseorang yang tidak puas.

“… Yaah, memangnya apa yang bisa kukatakan kalau ada teman sekelas yang berkata bahwa sebentar lagi dia akan mati?”

“Hm, kalau aku, mungkin akan kehilangan kata-kata.”

“Betul. Jadi, paling tidak hargai aku yang tidak hanya diam saja.”

Gadis itu terkekeh sambil berkata, “Benar juga, ya.” -hlm. 24.

Ternyata, Sakura tidak membiarkannya bersikap cuek. Sejak pertemuan mereka yang tidak disengaja itu, dia selalu mendekati si Aku. Dia menyeret si Aku ke sana kemari untuk menemaninya. Setiap kali si Aku protes, Sakura akan mengeluarkan jurus mautnya: dia ingin melakukan banyak hal sebelum mati. Maka runtuhlah pertahanan si Aku. Tapi, walaupun sering ogah-ogahan, pada akhirnya si Aku menikmati diseret ke sana kemari oleh gadis itu.

“Akhirnya sampai! Wah! Bau ramen!”

“Bukannya itu hanya perasaanmu saja, ya?”

“Memang tercium, kok. Hidungmu rusak, ya?”

“Aku bersyukur karena yang rusak bukannya bagian otak, sama sepertimu.”

“Yang rusak pankreasku, lho.”

“Jurus maut itu, curang. Jadi mulai saat ini dilarang. Tidak adil.” -hlm. 94.

Kedekatan mereka lantas menarik perhatian teman-teman sekelas si Aku dan Sakura. Mereka merasa heran karena sifat si Aku dan Sakura sangat berlawanan. Si Aku bahkan sempat menerima perlakuan yang tidak menyenangkan gara-gara kedekatan mereka itu.

“Sa… Sakura… teman yang kau ajak itu… -kun?” -hlm. 69.

Meskipun banyak orang yang keheranan, nyatanya persahabatan si Aku dan Sakura semakin erat dari hari ke hari. Dan lambat laun, si Aku yang antisosial mulai membuka diri pada lingkungannya.

🎀 Ulasan

Cerita dibuka dengan narasi oleh si tokoh utama. Si Aku menceritakan peristiwa sedih yang terjadi pada hari itu. Tidak ada nuansa sedih atau menyayat hati. Hanya muram. Dan datar. Narasi ini benar-benar menggambarkan kepribadian si Aku yang pendiam dan jarang bergaul.

Kemudian narasi mundur ke saat awal terjalinnya pertemanan antara Sakura dan si Aku yang sifatnya bagaikan langit dan bumi. Pertemanan yang terjalin tanpa sengaja itu lama-kelamaan berubah menjadi ikatan persahabatan yang erat.

Cerita yang berpusat sepenuhnya pada interaksi si Aku dan Sakura ini menarik. Aku suka dengan dialog mereka yang kocak tapi sering kali memiliki makna yang sangat dalam. Topik pembicaraan mereka sering kali menyinggung tentang kematian dan sisa umur Sakura yang hanya beberapa tahun saja, tapi, entah bagaimana nuansanya jauh dari muram atau berat. Sebaliknya, baik dialog Sakura maupun narasi si Aku sering kali membuatku tertawa sambil memikirkan kembali makna kehidupan.

“Oh begitu, sayang sekali. Aku jadi tidak bisa memberikan pankreasku kepadamu.”

“Kau tidak perlu memberikannya kepadaku.”

“Kau tidak ingin memakannya?”

“Bukannya kau akan mati gara-gara pankreasmu itu? Pasti serpihan jiwamu akan banyak yang tertinggal di sana. Jiwamu itu gaduh sekali.”

“Betul juga.” Kemudian dia pun tertawa riang, “Uwahahaha.” -hlm. 33.

Novel ini memang predictable. Tidak ada twist yang membuatku melongo saking nggak terduganya atau ngasih hangover whatsoever. Tapi, itu bisa dipahami karena novel ini memang bukan jenis novel yang membuat pembacanya harus berpikir keras atau lelah emosi jiwa raga karena naik-turunnya plot. Ini novel yang manis, menghibur, dan yang paling penting, memberikan banyak pelajaran yang berharga.

Aku salut dengan Sumino-sensei. Dia berhasil mengemas tema cerita yang sebenarnya berat dan suram menjadi ringan dan ceria. Tokoh-tokohnya yang sejujurnya sudah mainstream, tetap menarik hati. Dan kepiawaiannya dalam menuliskan narasi dan dialog yang lucu, cerdas, sekaligus penuh makna patut diacungi jempol.

“Aku juga pasti akan mati suatu saat nanti, seperti dirinya yang akan mati dalam waktu dekat. Tidak tahu kapan, tapi kematian adalah sebuah masa depan yang sudah pasti. Bahkan mungkin saja aku mati sebelum dia.” -hlm. 16.

🎀 Karakter

Sakura digambarkan sebagai gadis yang sangat ceria dan populer di antara teman-temannya, sedangkan si Aku digambarkan suka baca novel, pendiam, cuek, dan agak antisosial. Kalo kamu suka baca shoujo manga, pasti sering deh ketemu sama karakter-karakter seperti ini. Uniknya, nama si Aku yang merupakan tokoh utama tidak disebutkan hingga di penghujung cerita. Sebagai gantinya, Sakura dan teman-teman sekelas mereka memanggil si Aku dengan beberapa julukan. Sakura memanggil si Aku dengan beberapa sebutan unik. Contohnya, Teman Sekelas yang Tahu Rahasiaku-kun, Teman Sekelas yang Akrab Denganku-kun, Teman Sekelas yang Kejam-kun.

Awalnya memang agak aneh, tapi setelah aku masuk lebih jauh ke dalam cerita, tidak disebutkannya nama si Aku justru menguatkan karakternya yang tidak suka bergaul sehingga teman-teman sekelasnya otomatis tidak terlalu menganggap keberadaannya.

🎀 Ending

Akhir novel ini memang bukan jenis and-they-live-happily-ever-after, tapi bagiku tetap memuaskan dan heart-warming. Seperti yang si Aku bilang: bahagia, tapi juga sedih yang berharga.

“Karena sampai saat ini, aku tidak tahu kebahagiaan seperti ini, juga rasa pahit yang seperti ini.” -hlm. 278.

🎀 Alih Bahasa dan Desain Sampul

Penerjemahannya bagus. Nyaris tidak ada typo. Adanya catatan kaki untuk menjelaskan istilah-istilah dalam bahasa Jepang juga sangat membantuku dalam memahami cerita.

Untuk desain sampul, aku nggak pernah kecewa sama Penerbit Haru. Selalu cantik dan instagrammable. Bookmark-nya pun cantik. Bravo buat para desainer Haru 😘

🎀 Overall

Cerita-cerita drama dari Negeri Sakura tak pernah gagal membuatku berdecak kagum. Walaupun ceritanya dikemas dengan ringan, selalu ada saja pelajaran moral yang bisa diambil. Aku jadi nggak sabar kepengin nonton filmnya.

Aku rekomendasikan novel ini buat kamu yang suka atau lagi kepengin baca cerita drama remaja dan kehidupan sekolah dengan tema cerita yang tidak melulu tentang percintaan remaja.

“Kalau ada hal yang bisa kusyukuri karena berhadapan dengan kematian… adalah hal itu. Setiap hari, aku menjalani hidup sambil berpikir bahwa aku hidup.” -hlm. 64.

Pancreas Final Verdict 2

🎀🎀🎀

Terima kasih banyak untuk Penerbit Haru yang sudah ngasih kepercayaan padaku buat jadi host blog tour novel I Want to Eat Your Pancreas yang manis ini. Semoga kita bisa bekerja sama kembali di lain waktu.

Buat teman-teman host blog tour I Want to Eat Your Pancreas, SEMANGAT!!! 😘😚💪

🎀🎀🎀

Nah, sekarang saatnya kita ber-giveaway ria 😆 Siapa yang sudah nunggu?

Akan ada satu eksemplar novel I Want to Eat Your Pancreas di final giveaway di FP Penerbit Haru. Sebelum ikutan giveaway, cek rules-nya dulu ya.

1. Beralamat di Indonesia

2. Like fanspage Penerbit Haru

3. Follow akun Instagram  @gitaputeri.y dan @penerbitharu, dan Twitter @gitaputeri_y dan @penerbitharu

4. Follow blog ini melalui WordPress atau email.

5. Share artikel ini di medsos kamu. Bebas di medsos mana saja.

a. Jika di Twitter, mention aku dan cantumkan hashtag #BlogTourPancreas

b. Jika di Instagram, repost foto seperti foto yang paling atas di artikel ini yang sudah aku unggah di akun Instagram-ku, lalu tinggal ikuti syarat-syarat di caption-nya.

6. Tulis data diri kalian di kolom komentar di bawah ini:

Nama:

Nama akun:

Asal:

Link share/repost:

7. Jawab semua pertanyaan dari setiap host blog tour. Pertanyaanku sebagai berikut.

“Berapa nama panggilan Sakura untuk si Aku dalam postingan ini?”

Tulis jawabannya di FP Penerbit Haru setelah seluruh rangkaian blog tour ini berakhir. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya 😉

Nah, gampang, kan? Atau masih ada pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar atau DM ke IG atau Twitter-ku ya 😘

Berikut jadwal blog tour I Want to Eat Your Pancreas.

Blogtour Pancreas

Rak Novel Gita (kamu di sini)

Resensi Buku

Fabizdihar’s Blog

Blue Hood

Widy Bookie

See you next time,

Gita 😘

Pengumuman Pemenang Giveaway Puzzle of Lies

Halo, teman-teman. Apa kabar? Beberapa hari ini aku nyaris tak berdaya karena diserang flu dan batuk. Cuaca yang tak menentu plus sering begadang bikin aku akhirnya tepar juga. Huhuhu… Jangan ditiru kebiasaan jelek ini ya, Anak-anak #gayaemakmodeon XD

Oke, sekarang aku mau umumin pemenang #GAPuzzleRakNovelGita. Peserta berjumlah 13 orang, tapi beberapa tidak memenuhi syarat sehingga terpaksa harus aku diskualifikasi. Setelah dipertimbangkan, inilah pemenangnya.

Congratulations to:

Dini Auliana Putri, akun IG @dini_ap28

Kamu berhak mendapatkan satu buah novel Puzzle of Lies persembahan dari Penerbit Haru. Mohon untuk mengirimkan data diri berikut.

Nama lengkap:

Alamat lengkap:

No. Telp./HP:

Kirimkan ke email giittaa@gmail.com atau DM via IG @gitaputeri.y. Aku tunggu sampai tanggal 27 Januari 2017 pukul 16.00 WIB ya.

Terima kasih buat semua peserta #GAPuzzleRakNovelGita ini. Untuk yang belum menang, teruslah mencoba karena siapa tahu kali berikutnya keberuntungan akan menjadi milik kalian ^_^

Terima kasih juga buat anggota tim blog tour Puzzle of Lies yang keren-keren, Gea, Tya, RatnaNay, dan Mas Teguh. Senang bisa berkenalan dan bekerja sama dengan kalian.

Terima kasih banyak buat Penerbit Haru yang sudah ngasih kesempatan padaku untuk jadi host blog tour novel Puzzle of Lies. Semoga kita bisa bekerja sama lagi di lain waktu 🙂

Finally, happy birthday, Ayam Haru. Teruslah menerbitkan buku-buku berkualitas untuk mencerdaskan anak bangsa.

Nantikan blog tour dan giveaway lainnya di Rak Novel Gita.

Until next time, Fellas!

Gita

[Resensi] Blogtour + Giveaway: Puzzle of Lies by Kim Eun Jeong

“…Entah apakah orang lain mmenyadari hal ini, tapi aku tetap harus mengenakan setelan bermerek agar tetap terlihat seperti kesatria hebat yang siap terjun ke dalam berbagai kasus, meskipun sebenarnya kesatria itu mengejar materi dan tidak terlalu memperhatikan kebenaran dan keadilan.” -Jo Yun Geon

img_20170115_140701

Detail Buku
Genre: adults, romance
Penerbit: Haru
Penerjemah: Putu Pramania Adnyana
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Titish A.K
Terbit: Desember 2016
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 580
ISBN: 9 786026 383037

Blurb

Namaku Jo Yun Geon, seorang pengacara.

Beberapa hari yang lalu, Mi Hyang, temanku saat kuliah, tiba-tiba menelepon ke kantor biro hukum tempatku bekerja. Dia adalah seorang hakim dan hubungan kami sedikit rumit.

“Aku ingin kau menjadi wali,” kata Mi Hyang. “Namanya Dan Tae, anak laki-laki, usia sembilan tahun.”

Sialnya, aku tidak bisa menolak saat tiba-tiba anak laki-laki itu datang ke apartemenku dan harus tinggal denganku.

Selesailah sudah kehidupan single-ku yang bebas.

>>><<<

img_20170115_153353_033

“…Memangnya keadilan dan kebenaran itu penting kalau menyangkut harta warisan? Satu-satunya yang penting hanyalah tanda tangan asli dari pemilik harta yang sudah hampir mati itu.” –Jo Yun Geon, hlm. 5.

Jo Yun Geon adalah seorang pengacara spesialis penanganan harta warisan. Suatu hari, dia mendapatkan seorang klien, yaitu seorang pria konglomerat yang sudah tua. Sang konglomerat, Tuan Ho Myeong So, meminta Yun Geon untuk menjadi walinya dan menyatakan bahwa dia tidak mau mewariskan sepeser pun hartanya kepada anak-anaknya. Awalnya, Yun Geon hendak menolak permintaan tersebut, tapi ketika bapak tua itu berjanji untuk memberikan lima persen hartanya kepada Yun Geon sebagai imbalan atas bantuannya, Yun Geon langsung manut. Haha…

Tuan Ho meminta Yun Geon untuk merekam seluruh aktivitasnya setiap hari kalau-kalau ada yang ingin membahayakan nyawanya. Sang konglomerat berkata bahwa dia ingin kematiannya terekam dengan jelas. Permintaan yang aneh sekali, tapi karena Yun Geon sudah terbiasa berhadapan dengan klien-klien yang unik, maka dia menyanggupi permintaan bapak tua itu.

Di saat yang bersamaan, Yun Geon diminta—errr, dipaksa, sebenarnya—oleh teman lamanya, Mi Hyang untuk menjadi wali dari seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun yang mengaku telah mengalami pelecehan seksual. Yun Geon terang saja menolak. Dia ini bujangan tulen. Tidak ada tempat untuk anak-anak di dalam rumahnya, dan kehidupannya. Namun dia tidak bisa mengelak lagi ketika anak itu diantarkan langsung ke depan pintu apartemennya. Dengan amat sangat terpaksa, Yun Geon menerima anak itu untuk tinggal bersamanya.

Yun Geon tidak suka anak-anak. Itulah sebabnya dia bersikap dingin pada Dan Tae, nama anak itu. Apalagi, dengan melihat Dan Tae yang tidak memiliki ibu, Yun Geon seakan diingatkan lagi pada dirinya sendiri yang tumbuh besar tanpa kasih sayang orang tua. Ini membuatnya semakin sebal dengan anak itu.

“Tidak menikah sepertinya merupakan keputusan yang baik di kehidupanku ini. Aku merasa bersyukur sekali karena tidak memiliki anak. Seandainya aku memiliki anak, pasti keadaan gawat darurat seperti ini akan lebih sering terjadi daripada jumlah waktu makanku sehari-hari.” –Jo Yun Geon, hlm. 42.

Keadaan ini juga membuatnya harus bertemu lagi dengan para wanita dari masa lalunya, yaitu Hakim Go Mi Hyang dan Jaksa Na In Yeong. Yun Geon betul-betul tidak ingin bertemu dengan mereka lagi. Pertemuan dengan kedua wanita itu sekaligus membawa kembali kenangan cinta pertamanya yang sangat ingin dia lupakan.

“…Mereka itu bagai permen peppermint yang dimuntahkan karena menyangkut di leher. Leher memang terasa sakit, tapi rasa permen itu tetap enak. Rasanya aneh kalau harus memankan kembali permen yang sudah dimuntahkan, bukan berarti aku tidak merasa sayang karena harus membuang permen itu.” –Jo Yun Geon, hlm. 18.

Euwwwww… -_-

Sementara itu, sidang kasus pelecehan seksual yang dialami oleh Dan Tae mulai bergulir. Ada beberapa kejanggalan dalam kasus ini. Yun Geon dan Jaksa Na In Yeong meragukan cerita Dan Tae, tetapi anak itu bersikeras bahwa apa yang dia nyatakan adalah benar. Di sinilah naluri pengacara Yun Geon tergelitik. Dia berusaha menggali kasus itu lebih dalam untuk mendapatkan kebenaran. Ada apa sebenarnya di balik kasus ini? Apakah Dan Tae benar-benar mengalami pelecehan seksual? Ataukah dia berbohong? Kalau memang dia berbohong, apa motifnya?

>>><<<

img_20170117_111327_697

Ini buku serba pertama buatku. Buku pertamaku di tahun 2017, karya Kim Eun Jeong sekaligus buku Penerbit Haru pertama yang aku baca ^_^

Sejak pertama baca blurb­-nya aku memang sudah dibikin penasaran sama buku ini. Apalagi judulnya mengandung kata puzzle. Dalam bayanganku, novel ini pasti berisi teka-teki yang minta dipecahin (kaca kaliii, dipecahin :v ).

Plot cerita dalam novel ini maju-mundur dengan sudut pandang orang pertama. Beberapa bagian menceritakan masa lalu Yun Geon, terutama menyangkut cinta pertamanya, Eun Je. Karena ini adalah cerita drama dengan bumbu romance, jadi alurnya lambat banget. Terus terang aku agak tertatih-tatih membaca novel ini. Selain karena bukunya yang tebal banget, narasinya lebih banyak menceritakan keseharian para tokoh dan pergolakan batin sang tokoh utama. Saranku sih kalau baca buku ini usahakan dalam keadaan tenang dan santai, karena dibutuhkan fokus untuk mengikuti alur berpikir sang tokoh utama. Jangan kayak aku, bacanya sambil momong bayi yang lagi jejeritan. Nggak nyambung, Jeng 😀

Meski plotnya lambat, ceritanya nggak bisa ditebak. Sepanjang cerita aku berteori macam-macam, tapi ternyata dugaanku salah semua. Kim pinter banget menyesatkan pembaca. Tapi, aku salut dengan Kim, karena alur yang lambat ini tidak membuatku bosan. Sebaliknya, rasa penasaranku semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah halaman yang kubaca. Sejumlah pertanyaan yang selalu dikemukan oleh Yun Geon di sepanjang cerita seakan mendesakku untuk terus dan terus membalik halaman demi halaman untuk mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan tersebut.

Sisi romansanya cukup membuatku terhibur. Karena para tokoh adalah orang-orang yang sudah dewasa, maka mereka mengungkapkan perasaan mereka dengan dewasa pula. Aku suka dengan Na In Yeong yang dengan gamblang menyatakan keinginannya untuk kembali menjalin hubungan dengan Yun Geon. Meskipun pada awalnya Yun Geon enggan untuk berhubungan lagi dengan In Yeong, aku senang dia tidak menghindari wanita itu.

“Masa lalu itu hanya terhenti sejenak. Apa susahnya menyambungnya kembali?”–Na In Yeong, hlm. 203.

Karena ini adalah buku Kim Eun Jeong-ku yang pertama, jadinya aku nggak bisa membandingkannya dengan karya-karyanya yang sebelumnya. Tapi dari hasil aku googling, sepertinya Puzzle of Lies memang menyajikan tema yang sangat berbeda dari beberapa novelnya yang sudah lebih dulu diterjemahkan oleh Penerbit Haru. Novel Puzzle of Lies ini menyuguhkan tema yang berat seperti isu pelecehan seksual, perebutan harta warisan, dunia hukum dan profesi di dalamnya, sampai dengan upaya pembunuhan. Ingatan Yun Geon akan cinta pertamanya yang hilang serta penyesalannya yang mendalam juga memberikan emosi yang kuat pada novel ini.

Karakter

Jo Yun Geon, sang tokoh utama, awalnya digambarkan sebagai sosok yang sinis, dingin, dan hanya peduli pada dirinya sendiri. Sebagai seorang pengacara, menurutku dia tidak punya idealisme sama sekali. Pokoknya, segala sesuatu dia ukur hanya berdasarkan untung dan rugi. Tapi, sifat jeleknya itu mulai berubah saat menjalani hari-harinya bersama Dan Tae. Yun Geon menjadi semakin hangat dan sabar, dan kebaikan yang sebenarnya ada di dalam dirinya pun semakin lama semakin terlihat. Ah, anak kecil memang sering membawa keajaiban bagi orang dewasa di sekitarnya.

Ahn Dan Tae, bocah yang baru berumur sembilan tahun ini cerdas dan terbilang sangat dewasa untuk ukuran anak seusia dirinya. Dia mampu mengimbangi Yun Geon ketika mendiskusikan kasus pelecehan seksualnya. Dia bahkan berani menghadapi kemungkinan kalah di persidangan nanti. Namun, bocah tetaplah bocah. Dan Tae bisa tertawa ceria, bermanja-manja, dan merajuk layaknya anak kecil. Tingkahnya polos dan menggemaskan.

Surat Dan Tae untuk Yun Geon. Omo! Menggemaskan sekali >.<

Na In Yeong adalah mantan pacar Yun Geon. Dia seorang jaksa yang penampilannya tidak mirip jaksa sama sekali. Meskipun sudah lama putus, sepertinya In Yeong masih berharap dia dan Yun Geon bisa berhubungan kembali. In Yeong adalah wanita yang cerdas, tapi dia juga perhatian sekali sama Yun Geon. Awalnya kukira dia ini tipe-tipe cewek nyebelin. Ternyata dia baik banget.

Go Mi Hyang bisa dibilang salah satu teman dekat Yun Geon semasa kuliah dulu. Dia juga mengetahui masa lalu Yun Geon dan Eun Je. Mi Hyang selalu bersikap galak pada Yun Geon karena dia menganggap Yun Geon telah menyakiti Eun Je. Ah, persahabatan antarwanita memang menyentuh sekali.

Ahn So Ni adalah ayah Dan Tae. Dia ini seorang konduktor yang terkenal dan sering bepergian ke luar negeri. So Ni adalah jenis pria yang mencintai keluarganya. Dia sayang banget sama Dan Tae. Setiap kali membaca interaksi So Ni dan Dan Tae, aku jadi meleleh. Sweet banget, soalnya.

Ending

Jujur, awalnya aku agak ketar-ketir menghadapi ending novel ini. Secara tau sendiri kan, drama Korea suka bikin patah hati gitu ending-nya. Tapi, alhamdulillah, aku puas sama akhir novel ini.

Alih bahasa dan desain cover

Dalam segi terjemahannya, menurutku cukup baik. Ada beberapa bagian yang membuatku harus berkali-kali membacanya untuk menangkap makna kalimat tersebut. Aku rasa ini karena aku belum terbiasa membaca novel terjemahan selain terjemahan Bahasa Inggris, makanya aku agak kagok dengan gaya penceritaannya.

Untuk desain cover, aduh maaak, cakep banget iniiih. Manis banget buat feeds Instagram. Penerbit Haru emang jawara bikin cover yang unyu-unyu kayak gini #gemesh.

Overall

Aku cukup puas dengan novel ini. Bangunan cerita, penokohan, romansa, teka-teki, hingga ending-nya. Aku merekomendasikan buku ini untuk pembaca delapan belas tahun ke atas, karena temanya agak terlalu berat untuk pembaca remaja. Terus, kalau kamu penggemar cerita drama keluarga dengan bumbu romance ala-ala drama Korea, buku ini cocok banget buat kamu.

My rating: ♥♥♥♥ of 5

Terima kasih untuk Penerbit Haru karena sudah memberikan kesempatan padaku untuk meresensi novel keren ini. Happy birthday, wish you all the best ^_^

 

banner-blogtour-puzzleoflies

Sudah siap buat ikutan giveaway-nya? Oke. Jadi, blogtour + giveaway ini diadakan serentak hari ini di lima blog untuk merayakan ultah Penerbit Haru yang keenam. Hadiahnya adalah satu buah novel di masing-masing blog. Jadi, akan ada lima orang beruntung yang akan mendapatkan novel Puzzle of Lies gratis persembahan dari Penerbit Haru. Baik banget kan ya Penerbit Haru ^^

Jadi, ini yang harus kamu lakukan.

1. Follow akun IG @penerbitharu, Twitter @penerbitharu, DAN/ATAU FP Penerbit Haru.

2. Follow akun IG @gitaputeri.y DAN/ATAU FB Gita Puteri Yani (please do not follow to unfollow. If you do, I’ll be so so sad 😦 )

3. Follow blog Rak Novel Gita melalui wordpress atau email.

4. Share artikel ini ke medsos kamu dengan hashtag #PuzzleofLies, #Haru6ig, dan #GAPuzzleRakNovelGita.

5. Khusus untuk pengguna IG, repost foto novel Puzzle of Lies yang aku posting hari ini (18 Januari 2017).

6. Unggah foto kamu bersama ucapan ulang tahun untuk Penerbit Haru di medsosmu.

7. Di caption­-nya, tuliskan:

  • Doa dan harapanmu untuk Penerbit Haru.
  • Rekomendasikan minimal DUA (2) judul yang sudah diterbitkan oleh Penerbit Haru untuk aku baca beserta alasannya. Kalau kamu belum pernah baca buku dari Penerbit Haru, boleh juga rekomendasiin yang dari Penerbit Spring atau Penerbit Inari.
  • Sertakan hashtag #PuzzleofLies, #Haru6ig, dan #GAPuzzleRakNovelGita.
  • Tag aku dan Penerbit Haru di foto kamu.

8. Tuliskan data diri sebagai berikut di kolom komentar di bawah ini.

  • Nama:
  • Nama akun medsos:
  • Link foto:
  • Link artikel:

9. Giveaway ini akan DITUTUP pada tanggal 22 Januari 2017 pukul 23.59 WIB.

10. Pemenang akan secepatnya aku umumkan di blog ini.

Oya, kamu juga bisa cek resensi dari host blogtour lainnya di blog Gea, Tya, Ratna, dan Nay

That’s all. Semoga beruntung ^_^

Gita

Pengumuman Pemenang Mini Giveaway An Ember in the Ashes

Hai, hai ^_^

Udah lama nunggu ya? Maap, maap. Si bayi entah kenapa “pinter” banget hari ini. Minta gendong terusss 😥 #curcol

Oke, sebelum curhatnya lanjut ke mana-mana, kita langsung aja ya. Jawaban yang masuk berjumlah 21 orang. Jawaban kalian bagus-bagus semua sehingga bikin aku kesulitan buat memutuskan pemenangnya. Tapi satu pemenang harus dipilih, dan setelah bertapa semalaman (sambil gendong bayi, tentunya), akhirnya kudapatkan juga pemenang #GAEmberRakNovelGita persembahan dari Penerbit Spring.

Congratulations to:

Wanda Istiqomah Z.

a. Jika aku menjadi Laia, aku akan memilih Keenan. Menurutku, Elias memang memiliki beberapa persamaan sekaligus perbedaan dengan Laia yang membuat cerita di antara mereka semakin menarik. Namun, Laia tidak membutuhkan sosok pemberontak yang glamour. Dia justru lebih membutuhkan sosok pemuda baik hati seperti Keenan yang akan mampu membantu dan melindunginya tanpa harus terlibat jauh dengan beban yang dimiliki pria itu, karena dalam diri Laia sendiri dia telah memiliki banyak beban. Lagi pula, dalam sebuah cerita, kedua tokoh utama (dalam hal ini Laia dan Elias) tidak harus selalu berakhir bersama, bukan?

b. Jika aku menjadi Helene, aku akan lebih mengutamakan cinta setelah melalui beberapa pertimbangan. Helene memang digambarkan sebagai sosok yang kuat dan patuh. Tapi bagaimanapun dia juga seorang gadis yang menginginkan cinta. Apalagi, yang dicintainya adalah seseorang yang tumbuh dewasa bersama dirinya.

Kamu berhak mendapatkan satu buah bookmark set An Ember in the Ashes persembahan dari Penerbit Spring. Mohon untuk mengirimkan data diri berikut.

Nama lengkap:

Alamat lengkap:

No. Telp./HP:

Kirimkan ke email giittaa@gmail.com atau DM via IG @gitaputeri.y atau FB Gita Puteri Yani. Aku tunggu sampai tanggal 27 Desember 2016 pukul 16.00 WIB ya.

Terima kasih buat semua peserta #GAEmberRakNovelGita ini. Jangan kecewa karena nggak menang ya sebab masih ada giveaway utama yang berlangsung di FP Penerbit Spring dengan hadiah satu eksemplar novel An Ember in the Ashes dan satu buah merchandise keren. Terima kasih juga buat teman-teman host lainnya, Gea, Tya, Ratna, dan Nay. Dari kalian aku belajar banyak buat jadi seorang book reviewer plus host blogtour.

Finally, terima kasih banyak buat Penerbit Spring yang sudah ngasih kesempatan padaku untuk jadi host blogtour novel keren An Ember in the Ashes. Semoga kita bisa bekerja sama lagi di lain waktu 🙂

Nantikan blogtour lainnya di Rak Novel Gita.

Until next time, Fellas!

Gita