Pengumuman Pemenang Mini Giveaway Blog Tour Majo & Sady Vol. 1

Halooo ^^

Ada yang sudah nunggu pengumuman pemenang Blog Tour Majo & Sady Vol. 1 di blog Rak Novel Gita? Seharusnya kemarin aku umuminnya, tapi aku lupa hahaha 😅😆😂

Peserta mini giveaway di blog Rak Novel Gita ada 19 orang. Pemenang aku ambil secara acak memakai aplikasi Random dengan pertimbangan sudah mengikuti rules giveaway dengan benar. Setelah dikroscek, pemenangnya adalah…

*drum-rol*

💓💓💓

💓💓💓

💓💓💓

Congratulation! 🎉🎉🎉🎊🎊

💐 HAMDATUN NUPUS 💐

Kamu berhak mendapatkan sebuah notes Majo & Sady persembahan dari Penerbit Haru. Silakan kirim data dirimu ke email giittaa@gmail.com atau DM ke IG atau Twitter-ku dengan format:

Nama lengkap:

Alamat lengkap:

No. Hape:

Data kamu aku tunggu hingga 25 Mei 2017 pukul 12.00 WIB ya 😉

Terima kasih buat teman-teman peserta blog tour Majo & Sady Vol. 1 di blog Rak Novel Gita. Jangan sedih karena belum menang, karena masih ada giveaway utama di fans page Penerbit Haru yang berhadiah buku Majo & Sady Vol. 1 dan 2 untuk 2 orang yang beruntung.

Blog Tour Majo & Sady Vol. 1 & 2 masih berlangsung ya. Silakan cek jadwalnya di banner di bawah ini.

Blogtour Majo banner

Until next post, Fellas

Gita 😘

[Resensi] Blog Tour + Giveaway: Majo and Sady Vol. 1 by Jung Chul Yeon

PhotoGrid_1494819656775

Annyeong, everyone 😊😊😊

Kali ini aku kembali dipercaya oleh Penerbit Haru untuk menjadi host Blog Tour + Giveaway Majo and Sady Vol. 1 (thank you, Ayam Haru 😚😚😚). Sudah pernah baca komik ini? Belum? Kalo gitu, baca dulu resensi dariku ya. Ssst… Bakalan ada giveaway-nya juga loh. So, stay tune 😉

🎀 Detail buku

PhotoGrid_1494818027807

🎀 Blurb

PhotoGrid_1494820138578

🎀 Sinopsis & ulasan

Majo and Sady adalah serial webtoon yang terkenal banget di negara asalnya sana, Korea Selatan. Komik ini bercerita tentang keseharian seorang bapak pengurus rumah tangga dan istrinya yang seorang pegawai kantoran. Sang bapak pengurus rumah tangga divisualisasikan sebagai seekor beruang cokelat gemuk bernama Majo, sedangkan istrinya kelinci putih bernama Sady. Mirip Brown dan Cony di LINE ya 😄

Majo sebenarnya bukan pengangguran, melainkan seorang komikus yang bekerja dari rumah. Karena waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah, maka dia memutuskan untuk mengerjakan sendiri pekerjaan rumah.

Banyak kejadian lucu dalam keseharian Majo sebagai bapak pengurus rumah tangga dan kehidupan pernikahannya dengan Sady. Tak jarang, komik ini juga menampilkan perdebatan-perdebatan kecil yang memang biasa dialami oleh para pasutri pada umumnya, seperti membeli barang apa, masalah toilet, menu makan malam, dan sebagainya. Salah satu yang paling lucu sekaligus realistis banget itu menurutku adalah cerita tentang penyakit konsumtif mereka. Majo yang suka sekali membeli gawai dan Sady yang sangat gemar berbelanja fashion dan kosmetik. Namun, ketika diingatkan pada isi rekening, mereka dengan sendirinya menahan diri (walaupun sambil menangis pilu) dan akhirnya batal membeli barang-barang kesukaan mereka itu. Rupanya, bukan aku dan suamiku saja yang mengalami hal ini. Pasutri di Korsel pun mengalaminya 😂😂😂

Hal menyenangkan lainnya dalam komik ini yaitu adanya potongan adegan dari salah satu komik favoritku sepanjang masa, Slam Dunk. Potongan adegan itu diambil dari jilid 15 dan 31. Ini kejutan yang menyenangkan buatku. Kayaknya si penulis baca komik Slam Dunk juga kayak aku 😂😂😂

Setelah beberapa bab cerita, aku sadar bahwa komik ini dibuat berdasarkan kehidupan pribadi si penulis. Hal ini terlihat dari beberapa sisipan foto yang digunakan sebagai setting cerita di komik ini.

Majo and Sady Vol. 1 dibuat dalam bentuk komik 4 strip dan dicetak dalam full colour. Makanya, jangan heran harganya agak sedikit ehem 😅😆 Selain itu, tulisannya kecik-kecik sangat laaah, jadi, sangat disarankan untuk membaca komik ini dengan penerangan yang cukup.

🎀 Karakter

Kabarnya, nama Majo diambil dari kata masochist, dan Sady dari kata sadist. Penamaan ini sesuai banget sama karakter para tokohnya: Majo yang penurut sama istri, dan Sady yang blak-blakan dan galak sama Majo namun sebetulnya sangat perhatian dan menyayangi suaminya itu.

🎀 Ending

Karena ini komik yang menceritakan keseharian penulisnya, jadi tidak ada ending pada komik ini.

🎀 Alih bahasa & desain sampul

Secara keseluruhan, tidak ada masalah dengan penerjemahannya. Aku bisa memahami jalan cerita tanpa kesulitan yang berarti. Kalaupun ada yang terasa aneh, paling cuma beberapa lelucon yang masih terasa Korsel banget, alias sulit dipahami orang Indonesia, sehingga yang harusnya lucu jadi garing banget. Mungkin karena perbedaan kultur kita kali ya. Jadi, bagi mereka lucu, buat kita malah 😶😑🤔

Desain sampul cukup baik. Dengan warna kuning gonjreng ditambah dengan gambar Majo dan Sady di sampulnya, komik ini eye-catchy banget.

🎀 Overall

Karakter Majo dan Sady yang kocak sering kali membuatku ngakak sendiri. Komik ini sangat menghibur dan membuatku mampu untuk sejenak melupakan beratnya kenyataan hidup antrian panjang novel-novel fantasi di daftar TBR-ku 😆😆😂

🎀 Final verdict

PhotoGrid_1494818597346

🎀 Rekomendasi

Karena komik ini bercerita tentang kehidupan rumah tangga, aku lebih merekomendasikan ini untuk pembaca dewasa. Tapi, pembaca remaja pun dapat menikmati komik ini, sebab kontennya masih cukup aman. Namun, yang perlu jadi perhatian ekstra adalah adanya beberapa scene Majo dan Sady minum minuman beralkohol, walaupun nggak banyak dan nggak graphic banget juga.

🎀🎀🎀

Nah, sekarang saatnya kita ber-giveaway riaaa 😆 Siapa yang sudah nungguuu?

Akan ada dua eksemplar komik Majo and Sady di final giveaway di FP Penerbit Haru nanti. Nah, selama menunggu giveaway utama nanti, ikutan mini giveaway-nya dulu ya. Berhadiah satu buah notes Majo and Sady untuk kamu yang beruntung.

Sebelum ikutan giveaway, cek rules-nya dulu ya.

1. Beralamat di Indonesia

2. Like fanspage Penerbit Haru

3. Follow akun Instagram  @gitaputeri.y dan @penerbitharu, serta Twitter @gitaputeri_y dan @penerbitharu

4. Follow blog ini melalui WordPress atau email.

5. Share artikel ini di media sosial kamu. Bebas di media sosial mana saja.

a. Jika di Twitter, mention aku dan cantumkan hashtag #BlogTourMajoSady1and2.

b. Jika di Instagram, repost foto seperti foto yang paling atas di artikel ini yang sudah aku unggah di akun Instagram-ku dan cantumkan hashtag #BlogTourMajoSady1and2.

6. Tulis data diri kalian di kolom komentar di bawah ini:

Nama:

Nama akun FB:

Asal:

Link share/repost:

7. Kumpulkan kepingan puzzle dari setiap host blog tour. Kepingan dariku sebagai berikut.

Gita Puteri Y

8. Satukan semua kepingan tersebut dan tuliskan jawabannya di FP Penerbit Haru SETELAH seluruh rangkaian blog tour ini berakhir. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya 😉

9. Pemenang notes Majo and Sady akan ditentukan dengan cara diundi dengan pertimbangan sudah mengikuti semua rules dengan benar.

10. Mini giveaway ini berlangsung hingga 20 Mei 2017 pukul 23.59 WIB dan akan aku umumkan secepat mungkin.

Nah, gampang, kan? Atau masih ada pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar atau DM ke IG atau Twitter-ku ya 😘

Berikut jadwal blog tour Majo and Sady Vol. 1 and 2.

Blogtour Majo banner

Xoxo,

Gita 😚😘

[Resensi] Blog Tour + Giveaway: I Want to Eat Your Pancreas by Sumino Yoru

Resensi Pancreas-682x512

🎀 Detail Buku:

Pancreas Blurb-512x631

🎀 Blurb

Pancreas Blurb

🎀 Sinopsis

“…Makanya, aku mau makan pankreasmu.” -hlm. 9.

Yamauchi Sakura divonis menderita penyakit pankreas dan usianya dinyatakan hanya tinggal beberapa tahun saja. Tidak ada seorang pun yang tahu tentang penyakitnya ini kecuali keluarganya, dan seorang teman sekelasnya yang pendiam dan cuek.

Si Aku tidak sengaja menemukan buku harian milik Sakura. Dia tidak menyangka gadis yang begitu ceria dan banyak tertawa itu menderita penyakit yang mematikan. Tapi, karena itu bukan urusannya, jadi dia cuek saja. Apalagi dia juga sudah berjanji pada Sakura untuk merahasiakan masalah penyakitnya itu dari teman-teman mereka. Maka dari itu, dia akan bersikap cuek seperti biasa.

“Eh! Hanya itu? Apa tidak ada hal lain yang ingin kau sampaikan?” Dia meninggikan suara layaknya seseorang yang tidak puas.

“… Yaah, memangnya apa yang bisa kukatakan kalau ada teman sekelas yang berkata bahwa sebentar lagi dia akan mati?”

“Hm, kalau aku, mungkin akan kehilangan kata-kata.”

“Betul. Jadi, paling tidak hargai aku yang tidak hanya diam saja.”

Gadis itu terkekeh sambil berkata, “Benar juga, ya.” -hlm. 24.

Ternyata, Sakura tidak membiarkannya bersikap cuek. Sejak pertemuan mereka yang tidak disengaja itu, dia selalu mendekati si Aku. Dia menyeret si Aku ke sana kemari untuk menemaninya. Setiap kali si Aku protes, Sakura akan mengeluarkan jurus mautnya: dia ingin melakukan banyak hal sebelum mati. Maka runtuhlah pertahanan si Aku. Tapi, walaupun sering ogah-ogahan, pada akhirnya si Aku menikmati diseret ke sana kemari oleh gadis itu.

“Akhirnya sampai! Wah! Bau ramen!”

“Bukannya itu hanya perasaanmu saja, ya?”

“Memang tercium, kok. Hidungmu rusak, ya?”

“Aku bersyukur karena yang rusak bukannya bagian otak, sama sepertimu.”

“Yang rusak pankreasku, lho.”

“Jurus maut itu, curang. Jadi mulai saat ini dilarang. Tidak adil.” -hlm. 94.

Kedekatan mereka lantas menarik perhatian teman-teman sekelas si Aku dan Sakura. Mereka merasa heran karena sifat si Aku dan Sakura sangat berlawanan. Si Aku bahkan sempat menerima perlakuan yang tidak menyenangkan gara-gara kedekatan mereka itu.

“Sa… Sakura… teman yang kau ajak itu… -kun?” -hlm. 69.

Meskipun banyak orang yang keheranan, nyatanya persahabatan si Aku dan Sakura semakin erat dari hari ke hari. Dan lambat laun, si Aku yang antisosial mulai membuka diri pada lingkungannya.

🎀 Ulasan

Cerita dibuka dengan narasi oleh si tokoh utama. Si Aku menceritakan peristiwa sedih yang terjadi pada hari itu. Tidak ada nuansa sedih atau menyayat hati. Hanya muram. Dan datar. Narasi ini benar-benar menggambarkan kepribadian si Aku yang pendiam dan jarang bergaul.

Kemudian narasi mundur ke saat awal terjalinnya pertemanan antara Sakura dan si Aku yang sifatnya bagaikan langit dan bumi. Pertemanan yang terjalin tanpa sengaja itu lama-kelamaan berubah menjadi ikatan persahabatan yang erat.

Cerita yang berpusat sepenuhnya pada interaksi si Aku dan Sakura ini menarik. Aku suka dengan dialog mereka yang kocak tapi sering kali memiliki makna yang sangat dalam. Topik pembicaraan mereka sering kali menyinggung tentang kematian dan sisa umur Sakura yang hanya beberapa tahun saja, tapi, entah bagaimana nuansanya jauh dari muram atau berat. Sebaliknya, baik dialog Sakura maupun narasi si Aku sering kali membuatku tertawa sambil memikirkan kembali makna kehidupan.

“Oh begitu, sayang sekali. Aku jadi tidak bisa memberikan pankreasku kepadamu.”

“Kau tidak perlu memberikannya kepadaku.”

“Kau tidak ingin memakannya?”

“Bukannya kau akan mati gara-gara pankreasmu itu? Pasti serpihan jiwamu akan banyak yang tertinggal di sana. Jiwamu itu gaduh sekali.”

“Betul juga.” Kemudian dia pun tertawa riang, “Uwahahaha.” -hlm. 33.

Novel ini memang predictable. Tidak ada twist yang membuatku melongo saking nggak terduganya atau ngasih hangover whatsoever. Tapi, itu bisa dipahami karena novel ini memang bukan jenis novel yang membuat pembacanya harus berpikir keras atau lelah emosi jiwa raga karena naik-turunnya plot. Ini novel yang manis, menghibur, dan yang paling penting, memberikan banyak pelajaran yang berharga.

Aku salut dengan Sumino-sensei. Dia berhasil mengemas tema cerita yang sebenarnya berat dan suram menjadi ringan dan ceria. Tokoh-tokohnya yang sejujurnya sudah mainstream, tetap menarik hati. Dan kepiawaiannya dalam menuliskan narasi dan dialog yang lucu, cerdas, sekaligus penuh makna patut diacungi jempol.

“Aku juga pasti akan mati suatu saat nanti, seperti dirinya yang akan mati dalam waktu dekat. Tidak tahu kapan, tapi kematian adalah sebuah masa depan yang sudah pasti. Bahkan mungkin saja aku mati sebelum dia.” -hlm. 16.

🎀 Karakter

Sakura digambarkan sebagai gadis yang sangat ceria dan populer di antara teman-temannya, sedangkan si Aku digambarkan suka baca novel, pendiam, cuek, dan agak antisosial. Kalo kamu suka baca shoujo manga, pasti sering deh ketemu sama karakter-karakter seperti ini. Uniknya, nama si Aku yang merupakan tokoh utama tidak disebutkan hingga di penghujung cerita. Sebagai gantinya, Sakura dan teman-teman sekelas mereka memanggil si Aku dengan beberapa julukan. Sakura memanggil si Aku dengan beberapa sebutan unik. Contohnya, Teman Sekelas yang Tahu Rahasiaku-kun, Teman Sekelas yang Akrab Denganku-kun, Teman Sekelas yang Kejam-kun.

Awalnya memang agak aneh, tapi setelah aku masuk lebih jauh ke dalam cerita, tidak disebutkannya nama si Aku justru menguatkan karakternya yang tidak suka bergaul sehingga teman-teman sekelasnya otomatis tidak terlalu menganggap keberadaannya.

🎀 Ending

Akhir novel ini memang bukan jenis and-they-live-happily-ever-after, tapi bagiku tetap memuaskan dan heart-warming. Seperti yang si Aku bilang: bahagia, tapi juga sedih yang berharga.

“Karena sampai saat ini, aku tidak tahu kebahagiaan seperti ini, juga rasa pahit yang seperti ini.” -hlm. 278.

🎀 Alih Bahasa dan Desain Sampul

Penerjemahannya bagus. Nyaris tidak ada typo. Adanya catatan kaki untuk menjelaskan istilah-istilah dalam bahasa Jepang juga sangat membantuku dalam memahami cerita.

Untuk desain sampul, aku nggak pernah kecewa sama Penerbit Haru. Selalu cantik dan instagrammable. Bookmark-nya pun cantik. Bravo buat para desainer Haru 😘

🎀 Overall

Cerita-cerita drama dari Negeri Sakura tak pernah gagal membuatku berdecak kagum. Walaupun ceritanya dikemas dengan ringan, selalu ada saja pelajaran moral yang bisa diambil. Aku jadi nggak sabar kepengin nonton filmnya.

Aku rekomendasikan novel ini buat kamu yang suka atau lagi kepengin baca cerita drama remaja dan kehidupan sekolah dengan tema cerita yang tidak melulu tentang percintaan remaja.

“Kalau ada hal yang bisa kusyukuri karena berhadapan dengan kematian… adalah hal itu. Setiap hari, aku menjalani hidup sambil berpikir bahwa aku hidup.” -hlm. 64.

Pancreas Final Verdict 2

🎀🎀🎀

Terima kasih banyak untuk Penerbit Haru yang sudah ngasih kepercayaan padaku buat jadi host blog tour novel I Want to Eat Your Pancreas yang manis ini. Semoga kita bisa bekerja sama kembali di lain waktu.

Buat teman-teman host blog tour I Want to Eat Your Pancreas, SEMANGAT!!! 😘😚💪

🎀🎀🎀

Nah, sekarang saatnya kita ber-giveaway ria 😆 Siapa yang sudah nunggu?

Akan ada satu eksemplar novel I Want to Eat Your Pancreas di final giveaway di FP Penerbit Haru. Sebelum ikutan giveaway, cek rules-nya dulu ya.

1. Beralamat di Indonesia

2. Like fanspage Penerbit Haru

3. Follow akun Instagram  @gitaputeri.y dan @penerbitharu, dan Twitter @gitaputeri_y dan @penerbitharu

4. Follow blog ini melalui WordPress atau email.

5. Share artikel ini di medsos kamu. Bebas di medsos mana saja.

a. Jika di Twitter, mention aku dan cantumkan hashtag #BlogTourPancreas

b. Jika di Instagram, repost foto seperti foto yang paling atas di artikel ini yang sudah aku unggah di akun Instagram-ku, lalu tinggal ikuti syarat-syarat di caption-nya.

6. Tulis data diri kalian di kolom komentar di bawah ini:

Nama:

Nama akun:

Asal:

Link share/repost:

7. Jawab semua pertanyaan dari setiap host blog tour. Pertanyaanku sebagai berikut.

“Berapa nama panggilan Sakura untuk si Aku dalam postingan ini?”

Tulis jawabannya di FP Penerbit Haru setelah seluruh rangkaian blog tour ini berakhir. Jadi, jawabnya bukan di sini dan nggak sekarang ya 😉

Nah, gampang, kan? Atau masih ada pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar atau DM ke IG atau Twitter-ku ya 😘

Berikut jadwal blog tour I Want to Eat Your Pancreas.

Blogtour Pancreas

Rak Novel Gita (kamu di sini)

Resensi Buku

Fabizdihar’s Blog

Blue Hood

Widy Bookie

See you next time,

Gita 😘